(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Car Free Day: Dari Rekreasi, Kuliner Sampai Sedekah

Informasi

Oleh: Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

  

Car Free Day (CFD) sesungguhnya sudah sangat lama dilakukan oleh masyarakat Surabaya. Program ini dilakukan pertama oleh Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) dan diteruskan oleh Erik Cahyadi (Walikota) berikutnya. Acara ini sudah tahunan dilaksanakan. Seingat saya ketika saya masih berada di Surabaya, lalu saya tinggal di Jakarta dan kemudian kembali lagi di Surabaya. Kira-kira sudah 20 tahunan. Saya tidak ingat kapan persisnya.

  

CFD ini mengambil momentum hari Ahad, mulai pukul  06.00 sampai pukul 11.00 WIB. Diselenggarakan mulai jalan Darmo sampai Tunjungan. CFD merupakan wahana rekreasi murah meriah dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Ribuan orang yang hadir pada CFD dengan berbagai segmen masyarakat. Lintas usia, lintas etnis, lintas golongan dan bahkan juga lintas agama. Kebanyakan mereka datang berkeluarga, terdiri dari anak-anak sampai orang tua. Bahkan juga ada yang harus menggunakan kursi roda. Ingin rekreasi yang murah dan penuh dengan kuliner, hiburan, olah raga, dan jalan kaki, maka di sinilah tempatnya. Anak-anak juga bisa bermain sepatu roda, remaja dan orang dewasa bermain bulutangkis, bersepeda, dan juga senam yang dilakukan secara kelompok. Memang ada yang mengorganisir senam dimaksud.

  

Jika hari Ahad saya terkadang juga berjalan kaki bersama isteri mengelilingi Masjid Al Akbar. Di sini juga penuh sesak dengan orang-orang yang berjalan kaki dan juga kuliner. Disajikan di trotoar luar masjid Al Akbar berbagai jajanan, makanan dan minuman khas. Banyak orang yang sungguh-sungguh menikmati kuliner di sekitar masjid. Di samping kiri kanan dan belakang masjid banyak sekali orang berjualan makanan dan juga barang dagangan seperti pakaian lelaki dan perempuan, anak-anak dan orang dewasa. Di sekitar masjid memang dijadikan sebagai area bagi pedagang kaki lima untuk beraktivitas sepekan sekali.

  

Pada hari Ahad, 11/11/22, saya juga menyempatkan diri untuk merasakan udara CFD. Baru kali ini saya hadir pada kegiatan masyarakat tersebut. Saya ditemani putri saya, dan tiga bocah kecil, Vika, Arfa dan Echa. Mereka datang untuk bermain sepatu roda. Kami berada di depan Apotik Kimia Farma di sekitar Rumah Sakit Darmo. Ramai. CFD memang menjadi tempat rekreasi dan kuliner.  Misalnya minuman jeruk peras, minuman es buah, es cendol, es teh, hingga minuman dalam kaleng. Makanan juga beraneka ragam. Mulai dari makanan khas pedesaan seperti pecel semanggi, lodeh atau sayur lontong, nasi kuning, dan makanan perkotaan seperti spaghetti, mie kuah, mie goreng,  sampai makanan jepang. Selain itu juga terdapat  jajanan mulai dari tahu goreng, tahu petis, tahu Sumedang, onde-onde, Takoyaku, dan sebagainya.

  

Vika, Arfa dan Echa memang belum mahir bersepatu roda. Mereka masih pemula. Mereka pernah belajar di Sutos dan Cito Plaza beberapa saat yang lalu. Tetapi lalu berhenti. Aktivitasnya sangat padat, sehingga harus ada waktu istirahat. Mereka bertiga juga belajar Bahasa Inggris di English First. Selain itu juga harus belajar Alqur’an. Sudah cukup lama ketiganya tidak bermain sepatu roda, tetapi ternyata masih bisa melakukannya. Saya tentu bersyukur atas kenyataan ini. Rasanya setiap hari Ahad haruslah mereka diajak rekreasi di tempat seperti ini. Selain belajar sepatu roda juga menikmati keramaian.

  

Jangan tanya banyaknya pedagang kali lima yang menyajikan barang dagangannya. Di mana ada keramaian, maka di situ mereka hadir. Masyarakat Surabaya benar-benar menikmati kebersamaan dengan keluarganya. Mereka bisa ikut senam aerobic, bisa menonton ketek ogleng. Bahkan tidak hanya satu kelompok. Kera bermain dengan sepeda motor mainan, mobil mainan, dan membawa tempat untuk menerima uang dari pengunjung. Jadi kalau berkunjung ke tempat seperti ini harus membawa uang recehan. Ada saja orang yang memberikan uang recehnya untuk permainan ketek ogleng ini. Selain itu juga music kulintang yang dimainkan oleh para remaja. Mereka juga menghimpun sumbangan dari masyarakat Surabaya. Ada saja yang memberikan uangnya untuk grup music ini.

Kita bisa menikmati rekreasi murah di CFD. Kita tidak usah pergi ke tempat yang jauh, menyewa hotel atau membayar tiket untuk bisa bermain. Tidak perlu mengeluarkan biaya bensin dan membayar tol. Mereka bisa rekreasi, bisa kuliner dan juga bisa bersedekah.

  

Manusia sesungguhnya memiliki tiga kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan biologis atau fisik, kebutuhan sosial dan kebutuhan integrative. Saya kira kebutuhan tersebut dapat diperoleh dalam acara CFD. Melalui acara ini,  maka akan diperoleh badan yang sehat. Berolahraga seperti jalan kaki, bermain badminton, senam,  bersepeda dan kuliner merupakan bentuk kebutuhan fisik yang bisa dipenuhi di dalam CFD. Demikian pula kebersamaan dengan keluarga, sahabat dan koleganya merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan sosial. Bersepeda dengan keluarga, bermain bulutangkis dengan anak atau kawan,  dan jalan bareng dengan sahabat merupakan bentuk dari pemenuhan kebutuhan sosial. Selain itu mereka juga bisa tertawa, tersenyum, memberikan uang kepada yang lain dan merasakan kesenangan merupakan pemenuhan kebutuhan integrative.

  

Dengan demikian, CFD bukan hanya kegiatan rekreatif saja, akan tetapi juga  sarana kuliner dan bahkan juga bersedekah. Oleh karena itu, CFD harus tetap menjadi kegiatan yang bisa dilakukan oleh warga kota Surabaya untuk sekedar menghilangkan kepenatan fisik, kelelahan batin dan keresahan jiwa karena tumpukan masalah dan pekerjaan.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.