Damar: Perjalanan Empat Tahun Membangun Komunitas yang Berdampak
InformasiEva Putriya Hasanah
Empat tahun lalu (5/1/2020), ide untuk membuat sebuah gerakan sosial di daerah Dawarblandong, sebuah daerah di Mojokerto yang katanya jauh dari hiruk pikuk perkotaan, jalanan rusak dan daerah perhutanan, muncul di tengah diskusi beberapa orang.
Damar menjadi nama yang di pilih untuk menyebut gagasan gerakan ini. Kata Damar berasal dari lampu penerangan tradisional yang digunakan pada masa lampau. Sehingga gerakan ini diharapkan dapat menjadi penerang (baca : berdampak positif) bagi semua masyarakat.
Mengenang Perjalanan
Tahun ini, gerakan sosial Damar menginjak usia ke empat. Ini menandakan bahwa telah ada perjalana panjang, baik dan buruk yang telah ditempuh. Masih teringat jelas program dengan nama “Toko Kita” yakni salah satu program pertama damar yang bertujuan untuk menciptakan sirkulasi kebaikan yang mereka coba hadirkan di tengah banyak orang.
Toko kita adalah program yang mengajak dan ingin menunjukkan bahwa bersedekah atau membantu orang lain tidak hanya bisa dilakukan dengan uang tunai semata. Melainkan dengan program ini, damar juga menerima donasi barang-barang secondhand yang masih layak digunakan. Seperti baju, perabotan rumah tangga, pernak-pernik, sepatu, permainan anak-anak dan lain sebagainya. Barang-barang yang telah terkumpul kemudian di jual menggunakan mobil pick up yang dikendarai keliling wilayah Dawarblandong. Uang hasil dari penjualan ini kemudian digunakan untuk melakukan program-program sosial, diantaranya sembako untuk duafa dan anak yatim.
Cerita tentang toko kita ini juga bisa di baca dalam beberapa media yang menulis tentang program ini. Diantaranya Voice of America, Mongabay, SEA, Jawa Pos Radar Mojokerto dan lainnya.
Menapaki Perjalanan Selanjutnya
Dari program awal yang menjadi tonggak keberangkatan Damar hingga hari ini, tentu saja toko kita tidak menjadi program satu-satunya yang telah dilakukan selama empat tahun. Ada berbagai program yang lain yakni makan gratis untuk duafa’, program sembako, khitan gratis, wakaf Al-Qur’an, Wakaf Produktif dan Beasiswa Yatim Beprestasi juga telah menemani perjalanan damar selama beberapa tahun ini.
Seperti pada umumnya, di usia yang bertambah, di tahun yang baru, damar juga memiliki rosolusi yang ingin dicapai untuk sesuatu yang lebih baik. Damar bercita-cita untuk menciptakan program yang bersifat berkelanjutan dan berdampak yang lebih signifikan terhadap penerima. Langkah awal yang telah damar lakukan adalah melalui program beasiswa yatim berprestasi. Program ini tidak hanya berorientasi untuk memberikan uang saku dan pembiayaan sekolah, melainkan juga memberikan pendampingan intens kepada penerima sesuai dengan keterampilan yang diminati.
Saatnya Berkolaborasi untuk Menciptakan Dampak yang Lebih Besar
Hari ini, kita memasuki era kolaborasi bukan kompetisi. Ini adalah waktu di mana kerjasama dan keterlibatan saling mendukung lebih diutamakan daripada persaingan tanpa henti. Dalam era ini, kita memahami bahwa dengan bekerja sama, kita dapat mencapai hasil yang lebih besar dan lebih baik daripada jika kita berusaha sendiri. Kolaborasi membawa energi positif dan memungkinkan kita untuk saling memperkuat, menciptakan lingkungan di mana setiap orang dapat tumbuh dan berkembang bersama.
Dengan prinsip itulah, damar berupaya untuk melibatkan banyak orang, komunitas, organisasi, maupun instansi pemerintah untuk bersama-sama melakukan program-program yang positif demi menciptakan dampak yang lebih besar di masa depan.

