Diplomasi Softpower NU dan Muhammadiyah di Dunia
InformasiEva Putriya Hasanah
Meski sampai hari ini masyarakat masih kerap memandang NU dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi Islam yang berbeda, namun kedua ormas ini sama-sama memiliki peran dan jasa yang besar bagi negara Indonesia.
Tidak hanya di lingkup nasional, peran keduanya dalam mempromosikan nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa ini di manca negara juga tidak bisa diragukan. Dalam studi hubungan internasional, peran NU dan Muhammadiyah ini dianggap sebagap diplomasi softpower. Diplomasi ini merupakan upaya untuk mempengaruhi opini dan persepsi orang lain melalui kekuatan ide dan nilai-nilai yang dipegang. Melalui kegiatan dan program yang mereka lakukan, kedua organisasi ini mempromosikan Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan damai di tingkat internasional.
Nahdlatul Ulama
NU, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki jaringan yang luas di seluruh dunia. Keberadaannya menjadi potensi soft power Indonesia dalam diplomasi internasional. Ormas ini memiliki cabang-cabang di berbagai negara di seluruh dunia. Diantaranya Afghanistan, Afrika Selatan, Thailand, Australia, Iran, Jepang, Kuwait, Malaysia, Republik Ceko, Rusia, Sudan dan Selandia Baru.
Melalui cabang-cabang ini, NU berperan dalam mempromosikan Islam yang moderat, toleran, dan damai di tingkat internasional. Dalam menjalankan kegiatan di luar negeri, NU bekerja sama dengan komunitas Muslim setempat dan berkontribusi dalam membangun hubungan antarumat beragama serta memperkuat citra Islam yang positif. Melalui kegiatan sosial, pendidikan, dialog antaragama, pertukaran budaya, dan konferensi internasional, NU berusaha memperluas pengaruh dan mempromosikan nilai-nilai Islam yang inklusif di seluruh dunia. Selain itu, NU berkontribusi dalam membangun hubungan bilateral dan multilateral serta memperkuat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lain.
Muhammadiyah
Muhammadiyah juga aktif dalam diplomasi softpower Islam Indonesia di mancanegara. Organisasi ini memiliki banyak lembaga dan organisasi yang terlibat dalam kegiatan internasional. Muhammadiyah memiliki banyak lembaga dan organisasi yang terlibat dalam kegiatan internasional. Salah satu yang terkenal adalah Aisyiyah, organisasi wanita Muhammadiyah, yang melakukan berbagai kegiatan sosial dan pendidikan di negara-negara berkembang. Aisyiyah juga menjadi bagian dari forum internasional yang berfokus pada isu-isu perempuan dan anak-anak. Melalui kegiatan seperti ini, Muhammadiyah membantu memperkuat citra Islam yang progresif dan inklusif di mancanegara.
Disamping itu, di tahun 2021 Muhammadiyah telah berhasil mendirikan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) menjadi kampus Muhammadiyah pertama di luar negeri yang terletak di Perlis, Malaysia dan MAC yang merupakan sekolah setingkat SD Muhammadiyah yang berada di Australia.
Sama halnya dengan NU, Muhammadiyah juga memiliki cabang-cabang di seluruh dunia yang dikenal sebagai Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM). Diantaranya di Kairo, Mesir, Iran, Sudan, Australia, Malaysia, Rusia, Selandia Baru, Kuwait, dan lainnya yang turut serta dalam menonjolkan citra positif Islam di Indonesia.
Dalam menjalankan diplomasi softpower Islam, NU dan Muhammadiyah sering kali bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan organisasi internasional lainnya. Mereka berusaha membangun kemitraan dan kerjasama yang kuat dengan negara-negara lain untuk mempromosikan nilai-nilai Islam yang positif, toleran dan damai. NU dan Muhammadiyah berkontribusi pada keberhasilan diplomasi softpower Indonesia di mancanegara.

