(Sumber : nursyamcentre.com)

Empat Warisan Terindah Untuk Anak

Informasi

Orang tua kerap mewariskan suatu hal yang bersifat materil kepada anaknya, yakni berupa harta benda. Padahal sejatinya terdapat warisan yang jauh lebih utama untuk diberikan kepada anak yaitu warisan yang bersifat non materil.

 

Hal ini sebagaimana disampaikan Guz Reza Ketua Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Jawa Timur mengatakan bahwa hendaknya orang tua memberikan warisan utama kepada anak, yaitu berupa ilmu, adab, sifat jujur, dan tanggung jawab.

 

“Hal ini dilakukan agar anak mampu survive di dunia dan mendapatkan maqam yang mulia di mata Tuhan,” ujarnya dalam acara ngaji virtual yang digelar secara live di kanal Youtube MUI Jatim, (11/04).

 

Dalam penjelasan yang disampaikan Gus Reza, apa yang diwariskan oleh orang tua kepada anak kelak di akhirat akan diminta pertanggung jawaban. Sementara, suatu hal yang diwariskan oleh orang tua juga menentukan status seorang anak. Dalam ajaran Islam, ia mengatakan bahwa seorang anak dapat berarti sebagai perhiasan untuk orang tuanya dan juga harta yang berharga. Tapi, juga bisa menjadi musuh dan fitnah bagi orang tuanya.

 

“Di ayat lain menjelaskan bahwa anak bisa juga jadi musuh. Satu ayat lagi mengatakan bahwa anak bisa juga menjadi fitnah untuk orang tua,” ucapnya.

 

“Fitnah orang itu didapatkan, ditemukan, dan bisa muncul dari keluarganya, Karena keluarganya berbuat kesalahan,” tambahnya.

   

Ilmu


Baca Juga : Fenomena Ziarah Kontemporer

  Agar anak menjadi perhiasan dan harta yang berharga, maka sudah menjadi tugas dan tangggung jawab orang tua untuk mewariskan anak beberapa hal utama yang mampu memberi efek kebaikan, baik untuk orang tua dan pribadi anak itu sendiri. Guz Reza pun menuturkan bahwa orang tua harus mewariskan ilmu pada anak. Sebab, ilmu menjadi modal untuk kehidupannya, baik di kehidupan dunia dan akhirat.

  

“Dan sebaiknya orang tua tak lengah dalam mendidik anak. Sebab, menurutnya, saat orang tua lengah dalam mendidik maka status anak akan mudah berubah dari perhiasan dan harta berharga menjadi fitnah dan musuh,” ucapnya.

 

“Makanya dalam kesempatan kali ini, warisan terindah untuk anak, yaitu warisi anak dengan ilmu. Ilmu adalah harta warisan yang paling berharga dari orang tua untuk anak,” tambahnya.

  

Demikian yang dimaksud warisan ilmu adalah segala ilmu yang mampu memberi efek kebaikan untuk anak, baik kognitif, afektif, dan psikomotorik. Seperti halnya dituturkan Gus Reza, ilmu yang diberikan kepada anak dapat memberi efek kemaslahatan bagi anak. Di antaranya, yaitu menguatkan mental dan pola berpikir anak.

 

“Dimana mereka bisa bergaul dengan masyarakat. Serta, dihiasi dengan akhlakul karimah. Warisi juga dengan keterampilan. Sehingga menjadi orang yang sempurna di dunia,” imbuhnya.

 

Adab

  

Warisan kedua yang dapat diberikan orang tua kepada anak,yaitu adab. Hal ini demikian yang disampaikan Gus Reza bahwa salah satu dari empat hal yang mampu mengangkat derajat seseorang di dunia dan akhirat, baik di mata manusia ataupun di mata Sang Pencipta, yaitu adab. Demikian tugas dan tanggung jawab orang tua adalah mewariskan akhlak dan budi pekerti yang baik kepada anak.

 

“Ada empat hal yang mampu menaikkan derajat orang, yaitu pertama ilmu. Kedua, yaitu adab. Karena harga seseorang dilihat dari akhlaknya,” ucapnya.

 

Jujur dan Bertanggung Jawab

 

Sedang, warisan ketiga dan keempat yang dapat diberikan orang tua kepada anak, yaitu sifat jujur dan bertanggung jawab. Seperti yangcdikatakan Gus Reza, bila orang tua mewariskan keempat hal tersebut, yaitu ilmu,adab, sifat jujur, dan bertanggung jawab kepada anak. Maka, nantinya anak mampu menjadi seseorang yang mulia di dunia dan juga mendapat tempat yang mulia di akhirat.

 

“Rasulullah memberikan contoh yang konkret. Rasulullah pernah menjadi seorang pedagang sampai ke negeri Syam. Sehingga harta bosnya yang menjadi istrinya Sayyidina Khadijah terus meningkat dan meningkat. Khadijah termasuk golongan orang terkaya di Mekkah kala itu,” tuturnya.

 

“Barokahnya siapa? Barokahnya Rasulullah dengan sifat jujur dan amanah. Mari kita wariskan anak-anak kita dengan sifat mulia dan ilmu yang mampu menjadikannya berharga di tengah masyarakat. Dan juga dia mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat,” tutupnya. (Nin)