Gen Z : Generasi Rapuh?
InformasiEva Putriya Hasanah
Benarkah Gen Z rapuh? Pertanyaan ini sering muncul dalam diskusi tentang generasi muda saat ini. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ada peningkatan masalah kesehatan mental di kalangan Gen Z, seperti depresi, kecemasan, dan stres.
Beberapa studi dan survei telah dilakukan untuk memahami kesehatan mental Gen Z. Sebagai contoh, survei yang dilakukan oleh McKinsey Health Institute menunjukkan bahwa ada lebih banyak responden Gen Z yang melaporkan kesehatan mental, sosial, dan spiritual yang lebih buruk dibandingkan generasi sebelumnya.
Penelitian baru-baru ini juga menunjukkan bahwa Gen Z cenderung lebih memilih gaji yang kecil asalkan dapat mencapai work-life balance. Survei yang dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2023 melibatkan lebih dari 15 ribu responden menunjukkan bahwa sebanyak 93 persen Gen Z mengaku lebih memilih gaji kecil asal mereka bisa memiliki hubungan kerja yang baik. Mereka mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta memiliki fleksibilitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Gen Z juga cenderung lebih pragmatis dan idealis, serta menghargai pengalaman dan kesehatan mental.
Disamping itu, salah satu fenomena yang populer di kalangan Gen Z adalah \"healing\" juga muncul beriringan dengan isu mental health yang sering digaungkan oleh generasi ini. Istilah “healing” merujuk pada upaya individu untuk mencari keseimbangan dan pemulihan dalam kehidupan mereka, terutama dalam konteks kesehatan mental dan emosional.
Mereka menggunakan platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube untuk berbagi pengalaman, tips, dan saran tentang bagaimana mencapai keseimbangan dan pemulihan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mencari konten yang menginspirasi dan memotivasi untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.
Lalu, apa yang sebenarnya mendasari fenomena ini terjadi pada generasi z? Menjawab pertanyaan ini, ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya yakni :
Pertama, teknologi dan media sosial: Gen Z tumbuh dengan teknologi yang canggih dan terhubung secara digital. Mereka terpapar dengan berbagai informasi dan tekanan dari media sosial, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental mereka. Teknologi juga dapat menciptakan perasaan ketergantungan dan isolasi sosial.
Kedua, tekanan akademik dan karir: Gen Z sering menghadapi tekanan yang tinggi dalam hal prestasi akademik dan persaingan karir. Mereka mungkin merasa tertekan untuk mencapai kesuksesan yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat.
Ketiga, ketidakpastian masa depan: Gen Z hidup dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian, termasuk masalah lingkungan, ekonomi, dan politik. Ketidakpastian ini dapat menyebabkan kecemasan dan ketidakstabilan emosional.
Keempat, stigma dan kurangnya dukungan: Meskipun ada peningkatan kesadaran tentang kesehatan mental, stigma terkait dengan masalah ini masih ada. Gen Z mungkin menghadapi kesulitan dalam mencari dukungan dan bantuan yang mereka butuhkan.
Namun terlepas dari itu, penting untuk diingat bahwa tidak semua individu Gen Z mengalami masalah kesehatan mental atau mudah rapuh. Setiap individu memiliki pengalaman dan tantangan yang berbeda. Selain itu, ada juga banyak Gen Z yang kuat, tangguh, dan mampu mengatasi tekanan dengan baik. Mereka adalah generasi muda yang juga memiliki potensi besar dan layak di dukung untuk berkontribusi bagi kebaikan bangsa dan negara.

