Kompetisi PTKIN Di Era Informasi: UIN KHAS Jember (2)
InformasiOleh: Moh. Yusrol Fahmi
Di dalam ceramah yang disampaikan oleh Prof. Nur Syam pada acara Rapat Kerja UIN Kyai Haji Ahmad Shiddiq Jember, pada 10 Maret 2023 di Hotel GreenSA Surabaya, maka juga disampaikan hal mendasar terkait dengan bagaimana agar PTKIN itu bisa berada di dalam peringkat yang baik di level nasional maupun internasional. Di antara yang harus menjadi perhatian adalah mengenai publikasi ilmiah, citasi, dan kerja sama internasional dan nasional di tengah program MBKM.
Dinyatakan oleh Prof. Nur Syam, bahwa “Citasi kita masih rendah sebab belum mentradisi budaya menulis yang kuat di antara para dosen. Dosen kita masih cenderung budaya retoris dibanding budaya tulis. Misalnya perlu digagas “one year one article one book” melalui program gerakan dosen menulis. Perubahan mindset dosen menulis ini merupakan tantangan yang sangat besar bagi PTKIN agar Citasi PTKIN bisa terangkat. Tanpa “pemaksaan” seperti ini, maka akan sulit mengejar target peningkatan citasi di PTKIN.
Tantangan kerja sama dengan DUDI juga masih rendah. Di tengah MBKM, sesungguhnya PT diberikan kelonggaran untuk membangun kolaborasi dengan DUDI dalam kerangka pemenuhan kewajiban MBKM. Program MBKM sebenarnya juga relevan dengan konsep program link and match, yaitu upaya untuk membangun dunia Pendidikan yang memiliki relevansi dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Mari kita perhatikan upaya Kemendikbudristek dalam MBKM, yaitu: Lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dala. Kampus, program studi berstandar internasional, kelas yang kolaboratif dan partiispatif, dan program studi bekerjasama dengan mitra kerja kelas dunia. Semua ini berbasis pada tiga yaitu: kualitas lulusan, kualitas kurikulum dan kualitas dosen pengajar. Berdasarkan survey terhadap para pimpinan PT atas manfaat MBKM 99 persen puas, dosen 98 persen puas dan 98 persen mahasiswa puas.
Prof. Nur Syam menegaskan: Oleh karena itu diperlukan upaya untuk membangun ekosistem publikasi, ekosistem kerja sama atau kolaborasi dan ekosistem program pembelajaran berbasis konvergensi tri dharma Perguruan Tinggi. Bagi PTKIN diperlukan beberapa hal, yaitu pertama, Ekosistem publikasi bisa dilakukan dengan upaya untuk memperbanyak penelitian berkualitas. Melalui penelitian tersebut, kemudian diarahkan agar bisa terpublikasi menjadi buku dan diekstrak menjadi artikel untuk publikasi di jurnal apapun statusnya. Kedua, perlu mengembangkan konvergensi Tri Darma PT. Perlu dirumuskan satu konsep yang seragam untuk seluruh PTKIN dalam konteks konvergensi tri darma perguruan tinggi.
Ketiga, Mengembangkan ekosistem kerja sama dilakukan dengan PTKIN secara aktif. Dimulai dari kerja sama antar PT, antar institusi dan kemudian jejaring internasional, baik dunia PT maupun DUDI. Kerja sama antar universitas di luar negeri tentu bisa dilakukan, misalnya untuk studi-studi keislaman dengan PT di Timur Tengah. Sedangkan untuk studi umum tentu dapat bekerja sama dengan PT di Asia atau lainnya. Kerja sama bisa dilakukan dalam program pembelajaran, misalnya proses pembelajaran, riset dan pengabdian masyarakat. Di masa lalu, pemerintah Kanada dan Australia aktif menyelenggarakan kerja sama di bidang pembelajaran dan pengabdian masyarakat.
Prof. Nur Syam memberikan contoh bahwa: Untuk memperoleh peringkat Webometric sebenarnya harus memenuhi standart, yaitu presence. Yaitu keberadaan web PT yang tidak mengalami discontinue dan terus menerus terisi dan dikelola secara memadai. Kemudian, Visibility atau web content impact dengan bobot 50 persen. Artinya bahwa semakin banyak konten yang dimiliki oleh PT akan semakin baik. Lalu, transparency atau openness dengan bobot 10 persen. Yang juga penting adalah excellence dengan bobot 40 persen, artinya web tersebut berisi tulisan berbobot dengan citasi yang tinggi. Selain ini juga harus diperhatikan tentang konten web (jumlah halaman web dan file), visiblilitas dan publikasi yang dibuktikan dengan banyak catatan referensi (link, catatan kaki, kutipan situs) yang berasal dari web kampus. diperlukan gerakan secara lebih massive untuk mendorong agar dosen PTKIN untuk terlibat dalam menggelembungkan kekayaan file PT, misalnya dengan membuat blog yang terkonek dengan web PTKIN. Diperlukan gerakan menulis, baik artikel ilmiah populer maupun artikel ilmiah akademis.
Sebagai kesimpulan disampaikan bahwa: Selain gerakan menulis juga diperlukan gerakan citasi PTKIN. Semakin banyak citasi yang diperoleh dosen semakin bagus peringkat PTKIN. Gerakan citasi ini diperlukan untuk melihat bagaimana peringkat dosen di dalam dunia akademik sesuai dengan ilmu pengetahuan yang digelutinya. Cara yang dilakukan adalah dengan mensosialisasikan tulisan atau karya ilmiah para dosen kepada sesama kolega atau mahasiswa. Strategi untuk menggelembungkan citasi adalah dengan menulis buku teks atau buku ajar, yang diajarkan pada mahasiswa. Mahasiswa kemudian mencitasi untuk karya akademis, baik skripsi, tesis maupun disertasi. Karya-karya tersebut harus masuk di dalam repositori PTKIN. Repositori itu menjadi sumber kekayaan file.
Wallahu a’lam bi al shawab.

