(Sumber : nursyamcentre.com)

Memajukan Perekonomian Umat, Tiga Fondasi ini Dapat Diterapkan

Informasi

Betapa penting memajukan perekonomian syariah melalui pemberdayaan umat dalam perspektif Islam. Ekonomi syariah dibangun dengan beberapa asas dan fondasi. Hal ini sebagaimana disampaikan Gus Kautsar Pengasuh PP Al Falah Ploso Kediri dalam acara Festival Ekonomi Syariah 2021, ia mengatakan bahwa ekonomi syariah begitu penting. Misalnya, dalam hal jual-beli yang berbasis pada syariah Islam terdapat beberapa syarat, yaitu salah satunya adalah kelayakan orang yang melakukan transaksi.

 

"Misalnya orang gila, anak, dan bayi itu tentu tidak bisa. Sementara syarat berikutnya, yaitu apapun yang digunakan untuk transaksi jelas manfaatnya," ucapnya dalam siaran streaming kanal Youtube Bank Indonesia Jawa Timur, (30/08).

 

Demikian Fondasi ekonomi syariah dibangun atas asas keadilan dan tidak adanya penipuan. Sebagaimana disampaikan Gus Kautsar bahwa pada prinsipnya harus mengedepankan keadilan dan disertakan dengan   cara yang benar.

 

"Jangan sampai seseorang menguasai barang orang lain dengan cara yang tidak benar. Prinsip harus ada adil. Jangan sampai kita mempunyai mental menguasai barang orang lain dengan menghalalkan semua cara. Bahkan  kita menggunakan dasar-dasar palsu dan membawanya ke pengadilan untuk kemudian menguasai harta orang lain. Padahal kita tahu itu bukan hak kita," terangnya.

 

Saling Menguntungkan

 

Adapun fondasi ekonomi syariah selanjutnya, yaitu kerja sama atau usaha yang dibangun atas asas saling menguntungkan. Seperti halnya disampaikan Gus Kautsar sudah seharusnya membangun kerja sama atau usaha yang tidak merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Misalnya, sebagai seorang pimpinan harus mempunyai sifat jujur terhadap orang yang dipimpinnya. Sebab demikian yang dapat disebut pemimpin yang baik.

 

"Menjadi pemimpin itu memang tak mudah. Jadi orang yang terbaik dalam kacamat syara', yaitu ia yang mampu membangun pribadinya secara menarik dan memang layak bagi orang tertarik kepadanya. Apalagi orang tersebut diberi kesempatan untuk memimpin. Menjadi pemimpin di bidang apapun. Harus lebih-lebih menjadi pribadi yang menarik. Karena kadang-kadang orang kalo sudah di atas, sering kali memiliki watak semena-mena," ujarnya.

 

"Seorang pemimpin harus mampu menjadi jalan solusi bagi orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus mampu turun ke bawah menjadi jalan solusi bagi bawahan yang dipimpinnya," tambahnya.


Baca Juga : Fatwa KH. Hasyim Asy'ari, Penggerak Utama Peristiwa Besar Bangsa Indonesia

 

Sedekah

 

Selain pentingnya ekonomi syariah yang dibangun atas asas dan fondasi sesuai dengan ajaran Islam, ada hal yang tak kalah penting daripada hal tersebut, yaitu pemberdayaan umat. Celetuk Gus Kautsar, ia mengatakan bahwa saat berbicara tentang persoalan ekonomi kerap kali tak sedikit menyigung persoalan agama. Padahal sebaliknya, dalam ekonomi syariah yang perlu dipahami oleh masyarakat adalah adanya konsep berbagi atau bersedekah.

 

"Mental kita adalah berbagi. 'wa ahsin kama ahsanallah 'alaik'. Jika sampean menjadi pimpinan mendapatkan kesempatan, ya harus mampu membangun niat dan pikiran, yaitu semoga apapun yang saya lakukan ini bernilai istimewa di mata Allah swt. Namun, jika kalian ingin menikmati hasil jerih payah kalian, Monggo. Tapi, jennengan semua harus mempunyai mental berbuat amal baik, yaitu bersedekah," tuturnya.

 

Memberi Bantuan Modal, Alat, Atau Medan

 

"Demikian orang bersedekah harus melihat siapa yang diberi sedekah. Misalnya bertemu dengan salah seorang yang kalo dilihat, orang tersebut mampu berniaga. Maka tugas kalian harus mampu mencarikan modal sampai mampu mengangkat perekonomian mereka. Sementara, ketika bertemu dengan kelompok yang memiliki kreativitas, maka yang harus diberikan adalah alat dan medannya. Itu namanya sedekah. Sedang, jika bertemu sama orang yang kerja tidak bisa dan kreativitas tidak ada, ya sudah yang penting dikasih makan dan jangan sampai kelaparan," tambahnya.

 

Terakhir Gus Kautsar menyampaikan bahwa sudah seharusnya umat Islam memiliki mental untuk memberi manfaat kepada orang banyak.

 

"Bukan mempunyai mental untuk sesuap nasi. Bukan hanya bisa mengenyangkan diri sendiri, melainkan mengenyangkan banyak orang," tegasnya.

 

"Seorang saudagar yang sukses yang mempunyai mental yang luar biasa. Memiliki kepekaan, kepedulian, dan kejujuran. Maka orang tersebut di sisi Allah itu istimewa. Dia bersama As-siddiq dan As-suhada," tutupnya. (Nin)