(Sumber : nursyamcentre.com)

Menengok Perilaku Toleransi Beragama di Perayaan Natal

Informasi

Hari ini tepat 25 Desember 2021 seluruh umat Kristiani tengah merayakan Hari Natal 2021. Umat Kristiani kerap merayakan Hari Natal bersama keluarga di rumah masing-masing. Demikian masing-masing  umat Kristiani  juga mengikuti ibadah misa secara daring dan tatap muka di Gereja terdekat dengan di bawah penerapan prokes yang disiplin.

 

Perayaan Hari Natal identik dengan menghias pohon cemara dengan berbagai pernak-pernik, saling bertukar kado, berkumpul dengan keluarga besar sambil menyantap hidangan khas Natal. Karenanya Hari Natal menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun di beberapa negara.

 

Natal berasal dari bahasa Inggris kuno, yakni Cristes Maesse yang berarti Misa Kristus. Hal ini merujuk pada tradisi Katolik dengan melakukan upacara khusus untuk merayakan Yesus. Hari Natal menjadi hari libur agama dan budaya dengan perayaan kelahiran Yesus, dilansir dari CNN Indonesia, (24/12).

 

Dukungan Parkir Masjid Istiqlal

 

Begitu pun pelaksanaan ibadah misa tatap muka digelar secara terbatas di Gereja Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dilansir dari Kompas.com,(24/12). Namun sebelum ibadah misa tatap muka dilaksanakan terdapat suatu kejadian yang cukup menyita perhatian. Lantaran hal tersebut  dilakukan oleh imam besar masjid Istiqlal kepada umat Kristiani yang menunjukkan akan semangat moderasi dan toleransi beragama. Demikian dijiwai oleh pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai negara dengan kekayaan budaya dan tradisi yang ada.

 

Imam besar masji Istiqlal memberi izin kepada jemaah misa Natal 2021 untuk memarkirkan kendaraannya di Masjid Istiqlal. Keleluasaan parkir di Masjid Istiqlal mempermudah jemaah yang hendak mengikuti misa tatap muka. Sebab lokasi antar Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal yang berdampingan. Bahkan dinilai oleh Humas Katedral dan Keuskupan Agung Jakarta Susyana Suwadie bahwa dukungan dari imam besar tersebut sejalan dengan tema Natal 2021.

 

"Dan itu (dukungan Masjid Istiqlal) mendukung tema tahun ini yaitu 'Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan'. Mendukung tema tahun ini di mana persaudaraan semakin erat yang terjalin antara kami," ujar Susyana, dilansir dari Kompas.com, (25/12).

 

Mengucap Selamat Natal

 

Demikian perihal mengucap Selamat Natal diperbolehkan selama dalam bentuk menjaga persaudaraan sesama manusia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas bahwa ucapan Selamat Natal dalam konteks persaudaraan manusia tak menjadi persoalan jika tak dikaitkan dengan ranah teologis.

 

"Kita cukup dengan menghargai apa yang umat agama lain lakukan dengan membiarkannya dan tidak berbuat keributan. Biarkan mereka lakukan apa yang mereka yakini, sedang kita focus pada apa yang kita yakini. Itu intinya," kata Robikin dalam siaran pers, Jakarta, dilansir dari Tempo.co, (23/12).