(Sumber : nursyamcentre.com)

Perekonomian Syariah yang Potensial, Khofifah ; Jangan Gaptek!

Informasi

Dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi begitu potensial dalam sektor industri ekonomi syariah dan keuangan syariah. Potensi tersebut dapat dioptimalkan dengan beberapa cara, yaitu digitalisasi sistem dan jaminan produk halal. Sebab digitalisasi sistem dan jaminan produk halal menjadi sangat penting untuk mewujudkan perekonomian syariah yang kuat dan maju.

 

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dalam Opening Ceremony Festival ekonomi Syariah Regional Jawa Menuju ISEF 2021(28/09). Ia mengatakan bahwa pasar produk halal sangat potensial yang perlu terus ditumbuh kembangkan. Hal itu dikarenakan halal sudah menjadi gaya hidup masyarakat global.

 

"Pasar produk halal Asia-Pasifik 62%, Afrika 15%, Timur Tengah 20%, dan Eropa-US 3%. Sedang, populasi muslim di tahun 2030 sebesar 2.158 M atau 26% dari populasi dunia," ujarnya.

 

Pandangan Dunia Terhadap Produk Halal

 

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengajak seluruh tamu undangan untuk melihat pandangan dunia terhadap produk halal. Dalam slide yang ditampilkan, tampak seluruh negara di dunia memiliki visi masing-masing yang menunjukkan tengah berkompetisi memanfaatkan potensi besar pangsa pasar ekonomi syariah dan keuangan syariah.

 

"Misalnya Tiongkok memiliki visi menjadi negara pengekspor baju muslim tertinggi ke Timur Tengah. Malaysia memiliki visi menjadi pusat industri halal dan keuangan syariah Global di 2020.  Sementara Brazil menjadi pemasok daging unggas halal terbesar ke Timur Tengah. Dan Australia menjadi pemasok daging sapi halal ke Timur Tengah," jelasnya.

 

Khofifah kembali menyampaikan bahwa ada Thailand juga memiliki visi menjadi dapur halal dunia. Demikian Korea memiliki visi menjadi destinasi Utama Pariwisata Halal. Sedang, Jepang menjadi Industri halal sebagai kontributor kunci di 2020. Tak hanya itu, Inggris memiliki visi menjadi Pusat Keuangan Syariah di Barat. Sementara Dubai menjadi Ibu kota Ekonomi Syariah.

 

"Hal-hal yang memang kita harus belajar. Ya belajar. Kalo sudah ada Arab Saudi, Tiongkok, Malaysia, Brazil, Australia, Thailand, Korea, Jepang, Inggris, Dubai. Maka, Indonesia sebagai apa?. Dan kita bisa berkomitmen dari mayoritas penduduk Indonesia, apa yang sebetulnya bisa dilakukan dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," tegasnya.

 

Terakhir Khofifah mengajak tamu undangan untuk melihat peringkat ekonomi islam global 2020-2021, ia menyatakan bahwa Indonesia sangat potensial. Misalnya, Indonesia berada di peringkat empat Top 10 Halal Food. Demikian Top 10 Modest Fashion, Indonesia berada di peringkat tiga.  Sementara, berada di peringkat enam Top 10 Muslim Friendly Travel. Selain itu, Indonesia masuk peringkat tujuh Top 10 Islamic Finance dan berada di peringkat enam Top 10 Farmacy & Cosmetic.

 

"Kekuatan Fashion dan Halal Food luar biasa. Demikian potensi wisata halal sangat luar biasa. Ini artinya sebuah potensi yang sudah terbangun luar biasa," ungkapnya.

 

Jangan Gaptek

 

Ia juga menyampaikan agar seluruh sektor ekonomi syariah dan keuangan syariah tetap optimis. Demikian menyarankan agar seluruh pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai basis dalam memajukan perekonomian.

 

"Sebagaimana kata Jack Ma bahwa di tahun 2030, 85% UMKM will be e-commerce. Sedang, 99% will be online. Itu artinya pelaku UMKM jangan gaptek kalo mau maju dan mau berjejaring," pungkasnya. (Nin)