Sebuah Formula Menghadapi Dampak Covid-19
InformasiPandemi Covid-19 berdampak hingga ke beberapa sektor, salah satunya sektor perekonomian.Perekonomian di Indonesia kini menurun. Tak dapat dipungkiri hal tersebut juga berdampak pada banyaknya pekerja yang akhirnya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan. Misalnya, perusahaan Gojek yang baru saja memangkas alias melakukan PHK 430 karyawan, dikutip dari Kompas,com, Rabu (24/06/20). Selain itu, perusahaan Gojek juga menghentikan sejumlah layanan, seperti Go-Massage, Go-Clean, Go-Life, dan Go Food Festival. Hal ini terjadi karena faktor perilaku masyarakat yang berubah di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat jadi lebih berwaspada untuk melakukan aktivitas yang melibatkan kontak fisik.
Antisipasi dan penanganan dampak Covid-19 secepat mungkin perlu dilakukan, baik oleh pemimpin negara, pemimpin perusahaan, dan pelaku usaha untuk tetap memperkuat perekonomian dan juga meringankan masyarakat yang terdampak. Dilansir dari Liputan 6, (10/05/20), KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa terdapat salah satu cara untuk menghadapi pandemi Covid-19 yaitu dengan menggunakan pendekatan fikih Islam.
“Hampir semua negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan. Salah satu cara yang dapat menjadi nacuan dalam menghadapi Covid-19 adalah peran fikih Islam yang diharapkan dapat memberi pencerahan. Selain itu, fikih Islam juga memiliki karakter solutif dan meringankan penetapan kebijakan,” jelasnya.
Wakil Presiden Republik Indonesia tersebut menilai bahwa fikih Islam dapat memberi solusi dan sumbangsih pemikiran untuk mengatasi pandemi Covid-19. Sebab, menurutnya fikih Islam memang ditujukan untuk memberikan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat seluruh dunia. Sebagaimana kaidah fikih yang sempat dilontarkan Ma’ruf Amin saat debat Capres-Cawapres 2019, yaitu tasharruf al imam ala ar ra’iyah manuthun bi al maslahah, yang artinya kebijakan pemimpin untuk rakyatnya bertumpu pada prinsip kemaslahatan.
Menurut Greg Fealy seorang peneliti politik dari Australian National University menyatakan, prinsip-prinsip yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan Ma’ruf Amin terbagi menjadi tiga hal, yaitu kebijaksanaan, keluwesan, dan moderatisme.
Menurut Robert Jeffrey Sternberg Professor Psikologi, kebijaksanaan adalah kemampuan seseorang dalam menilai dan memahami suatu permasalahan yang ada dengan menemukan solusi alternatif, serta pemecahan permasalahan dengan menjaga keseimbangan antara diri sendiri, orang lain, dan berbagai aspek kehidupannya. Selain kebijaksanaan, seorang pemimpin perlu memiliki karakter yang luwes atau fleksibel dalam memecahkan suatu permasalahan. Menurut Joy Paul Guilford Psikolog asal Amerika, luwes atau fleksibel adalah salah satu karakteristik seseorang yang memiliki kemampuan berpikir kreatif. Luwes atau fleksibel merupakan kemampuan seseorang dalam memecahkan permasalahan dengan berbagai macam pendekatan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Terakhir, dalam pemecahan masalah juga diperlukan moderatisme. Menurut Yusuf Al-Qardhawi seorang cendekiawan Muslim asal Mesir, modernitas juga dapat disebut at-tawazun yang artinya menjaga keseimbangan. Dalam konteks ini, seorang pemimpin dapat bersikap seimbang dalam mengambil keputusan dalam setiap permasalahan, yaitu dengan mengedepankan asas adil dan proporsional kepada masing-masing pihak tanpa berlebihan.
Meski demikian perusahaan Gojek telah memberi beberapa kompensasi kepada seluruh karyawan yang di-PHK, yaitu berupa pesangon dengan minimum gaji empat pekan, pembayaran gaji selama periode pemberitahuan, equity arregement atau hak kepemilikan saham yang akan dihapus, perpanjangan asuransi kesehatan, perlengkapan inventaris berupa laptop, dan perpanjangan program bantuan karyawan, dan program outplacement atau program untuk mencari pekerjaan baru.

