(Sumber : detikcom)

Sisi Gelap Tahun Baru

Informasi

Eva Putriya Hasanah

  

Tahun baru seringkali menjadi momen refleksi bagi para pemuda di Indonesia. Di tengah euforia menyambut pergantian tahun, banyak di antara mereka yang merasa tertekan. Bagi sebagian pemuda, tahun baru bukan hanya sekadar pesta kembang api dan perayaan. 

  

Bergantinya tahun artinya akan bertambahnya usia seseorang. Namun ada sebagian orang yang masih berkutat pada pencarian pekerjaan, merasa masih hidup bergantung pada orang tua, dan bahkan merasa tidak berguna.

  

Fenomena ketakutan akan belum mapan di usia tua semakin menjadi perhatian di kalangan masyarakat. Ketika seseorang mendekati usia tua, tekanan untuk mencapai pencapaian hidup yang dianggap sukses seringkali meningkat. Hal ini dapat menimbulkan rasa cemas dan kekhawatiran akan masa depan yang belum pasti.

  

Fenomena cemas atau galau akan masa depan ini di kenal sebagai bagian dari quarter life crisis. Hal ini semakin sering muncul di kalangan mereka yang berusia sekitar 25 hingga 35 tahun. Pada usia ini, pemuda seringkali dihadapkan pada tekanan sosial, ekspektasi keluarga, dan tuntutan untuk mencapai kesuksesan dalam karier. Mereka merasa terjebak antara ekspektasi orang lain dan keinginan serta impian pribadi mereka. Hal ini seringkali menimbulkan kebingungan, kecemasan, dan ketidakpastian mengenai masa depan.

  

Peran Kondisi Saat Ini

  

Setiap generasi memiliki tantangannya masing-masing. Pemuda saat ini dihadapkan pada realitas yang tidak selalu cerah, terutama dalam mencari pekerjaan. Di Indonesia, tingginya persaingan di pasar kerja membuat banyak pemuda mengalami kesulitan dalam memasuki dunia kerja. Faktor-faktor seperti kurangnya pengalaman, persyaratan pekerjaan yang tinggi, dan kurangnya kesempatan bagi fresh graduate menjadi halangan utama dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

  

Selain itu, ketersediaan lapangan kerja yang sedikit juga berpengaruh khususnya bagi lulusan perguruan tinggi. Data yang di kutip oleh Republika menuliskan bahwa ada terjadi ketimpangan antara lapangan pekerjaan dengan jumlah lulusan. Lapangan pekerjaan yang tersedia setiap tahunnya hanya 300-400 ribu, sedangkan jumlah lulusan di Indonesia mencapai sekitar 1,2 juta. 

  

Jangan Merasa Bersalah, Tetaplah Berusaha!

  

Meskipun terjadi hal diatas, tahun baru juga dapat menjadi awal yang baik bagi pemuda untuk menghadapi tantangan-tantangan ini. Momen ini dapat dijadikan sebagai titik balik untuk merenungkan kembali tujuan hidup, memperbaiki diri, dan menemukan passion yang sesungguhnya. Dengan semangat baru di awal tahun, pemuda dapat mencari cara-cara kreatif untuk mengatasi kesulitan mencari pekerjaan, serta menghadapi quarter life crisis dengan bijak.

  

Tentu bukan hal yang mudah, namun dengan tekad dan keberanian, pemuda Indonesia dapat melewati masa-masa sulit ini. Tahun baru bukan hanya tentang harapan akan hal-hal baru, tetapi juga tentang kesempatan untuk berkembang, belajar, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga tahun baru menjadi momentum yang membawa keberuntungan dan kesuksesan bagi para pemuda Indonesia. Selamat tahun baru 2024!