Yudisium Online Perdana FDK UIN Sunan Ampel Surabaya
InformasiFakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Ampel baru usai melangsungkan yudisium secara online via Zoom, Selasa (28/07/2020). Saat ini FDK merupakan kali pertama melangsungkan yudisium secara online. Dengan diikuti sejumlah 121 calon wisudawan dan wisudawati yang terbagi dalam lima program studi, yaitu Ilmu Komunikasi (ILKOM), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan Manajemen Dakwah (MD). Demikian yudisium online kali ini diikuti oleh jajaran dekanat, dosen-dosen, dan staff akademik. Namun, yudisium secara online kali pertama ini mendapat berbagai respon dan reaksi dari mahasiswa FDK.
Salah satunya, respon datang dari calon wisudawati bernama Chelsea Sivana prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), ia mengatakan bahwa yudisium online kali ini, membawanya pada pengalaman baru dan berbeda. Sementara lain, ia juga merasakan problem tertentu selama yudisium online."Seru, karena aku baru pertama kali merasakan pertemuan secara online. Selain itu, beda aja rasanya antara pertemuan online sama pertemuan secara langsung. Iya kalau online itu terkadang terhambat sinyal kalau sinyalnya nggak nyampe otomatis harus log in lagi," ucapnya.
Berbeda dengan Chelsea, Novrin Warbain calon wisudawati Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) justru mengatakan bahwa yudisium secara online kali ini menjadi sebuah momen yang kurang asyik. Walau demikian, ia tetap menikmati momen yudisium secara online tersebut. "Ya galau sih, bosen juga. Tapi ya nikmatin aja. Galaunya nggak bisa nikmatin momen langsung, seperti ketemu temen dan merayakan langsung. Bosennya karena melihat yudisium secara virtual, kan kita nggak bisa ngomong juga, cuma bisa ngelihat doang!," ujarnya.
Sementara, Aulia Rini asal Mojokerto calon wisuwadati prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik se-prodi dan juga se-fakultas membawanya pada pengalaman yudisium secara online kali pertama yang kurang nyaman. Hal ini disebabkan karena susahnya sinyal internet di daerah ia bertempat tinggal. Namun, ia tetap menikmati momen kali pertama yudisium online tersebut.
"Ternyata nggak enak banget ya yudisium online, terlebih rumah berada di daerah agak terpencil yang susah sinyal. Apalagi saat itu, aku selalu keluar masuk Zoom, bahkan sampai waktu detik-detik disuruh sambutan. Sebenarnya sedikit kesel dan deg-degan takut nggak bisa masuk Zoom. Tapi, akhirnya Alhamdulillah lancar," tuturnya.
Kerja Tim yang Bagus
Dr. H. Abd. Halim, M.Ag selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengatakan bahwa persiapan yudisium online telah dipersiapkan dengan melakukan beberapa hal, seperti menyiapkan meeting Zoom yang berkomunikasi dengan Pusat Teknologi Informasi Dan Pangkalan Data (PUSTIPD), membuat rundown acara, bekerja sama dengan Dakwah Tv, rapat offline dengan sejumlah ketua prodi dan dekanat, serta rapat online dengan sejumlah mahasiswa yang akan yudisium.
"Sebenarnya kerja tim yang bagus yang dilakukan secara offline dengan seluruh kaprodi dan dekanat untuk penyelenggaraan yudisium secara online. Demikian juga mengkomunikasi hal tersebut dengan mahasiswa untuk mengetahui kondisi daerah tempat tinggal mahasiswa terkait kondisi sinyal. Tapi, iya itu tadi semuanya masih terkendala dengan sinyal," ucapnya saat diwawancara oleh crew Nur Syam Centre via telepon, Selasa (28/07/20).
Lulusan yang Optimis Bukan Pesimis
Sementara, dalam kesempatan kali ini, Halim menyampaikan beberapa pesan penting untuk lulusan FDK. Demikian beberapa pesan tersebut dinyatakannya sebagai pesan yang kerap disampaikan kepada mahasiswa saat yudisium.
"Pertama, sampaikan kabar gembira atas kelulusan serta ucapkan terima kasih pada orang tua yang telah berjuang dan berkorban untukmu, serta gurumu yang telah memberimu ilmu. Kedua, berikan manfaat yang sebanyak-banyaknya saat di masyarakat nanti. Sebab, manfaatmu tidak diukur dari hal yang bersifat normatif, yaitu ijazah. Ketiga, menjadi agen yang memberi informasi yang mencerahkan dan menebarkan paham Islam yang rahmatan lil alamin. Keempat, selalu jalin silaturrahmi dengan guru-guru," ucapnya.
Demikian juga disampaikan oleh Halim, beberapa pesan sebagai pengingat dan pendorong untuk lulusan FDK agar tetap terus bersemangat dalam mengantisipasi dan menyongsong era Pandemi, ia mengatakan bahwa lulusan FDK harus tetap optimis dan tak pernah berpikir pesimis.
"Dalam situasi dan kondisi yang seperti apapun dan sesulit apapun lulusan dakwah harus tetap pada prinsip Islam, yaitu tidak ada kata pesimis apalagi apatis. Mahasiswa harus bisa menjawab segala problem dan tantangan yang ada. Mahasiswa harus kreatif. Mahasiswa harus berkreasi, misalnya berdakwah berbasis digital, seperti dakwah melalui media online, dakwah menggunakan video animasi, dan lain sebagainya. Terpenting selalu optimis. Dan juga tak lupa selalu stay safe, stay health, dan menaati protokol kesehatan," pungkasnya.(Nin)

