(Sumber : www.nursyamcentre.com)

Mencermati Metode Penelitian dalam Jurnal

Kelas Metode Penelitian

Sebuah kebanggaan bagi saya diundang oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. HM. Zainuddin, MAg dalam acara pendampingan penulisan artikel jurnal terindeks Scopus, yang diikuti oleh para doctor pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Maliki Malang, yang diikuti oleh 15 orang, dan dibimbing langsung oleh Prof. Irwan Abdullah, PhD dari IA Foundation, Yogyakarta. Kebahagiaan saya tentu juga bisa bertemu dengan Prof. Irwan Abdullah, guru saya dan sekaligus promotor saya dalam penulisan Disertasi di Universitas Airlangga. Disertasi tersebut diterbitkan oleh LKiS, Yogyakarta dengan judul “Islam Pesisir” tahun 2005. Saya tentu banyak belajar juga dari Prof. Irwan terkait dengan bagaimana menulis artikel untuk jurnal internasional terindeks di Scopus. Bagaimana Menyusun paragrafnya, berapa paragraf yang diperlukan dan juga seluk beluk penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional. 

  

Karya ilmiah yang berupa artikel tentu sebaiknya berbasis pada kajian Islamic Studies meliputi: Kajian atas teks suci (The Sacred Texts), yaitu kajian terhadap al-Qur\'an dan hadis sebagai sumber pertama, yaitu sebagaimana yang dilakukan oleh para mufasir di dalam Islamic Studies. Misalnya tafsir nusantara karya: Buya Hamka (Tafsir al Azhar), Prof. Quraisy Syihab (Tafsir al Misbah), KH. Bisri Musthafa (Tafsir al Ibris). Tafsir di dunia Islam seperti: Rasyid Ridha (Tafsir al Manar), Muhammad Abduh (Tafsir al Maraghi) dan sebagainya. 

  

Selain itu juga berupa kajian atas Non Teks Suci (Non Sacred Texts), yaitu kajian terhadap tafsir dari mufassir sebagai sumber kedua. Sebagaimana dilakukan oleh para ahli Islamic studies yang mengkaji tentang karya para mufasir. Misalnya mengkaji Konsep Kematian dalam tafsir Al Maraghi, Konsep Kufur dalam Tafsir Al Kasyaf dan sebagainya. Kajian empiris, yaitu terfokus pada kajian-kajian yang bercorak empiris misalnya sosiologi tafsir, sosiologi Islam, Antropologi fiqh, sosiologi fiqh, Sosiologi hadits, Sosiologi Tasawuf, Sosiologi Tarekat, Antropologi Tarekat, dan sebagainya.

  

Sebagaimana diketahui bahwa visi dan misi UIN adalah untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dalam berbagai coraknya, misalnya interdisipliner, crossdisipliner, Multidisipliner dan transdisipliner. UIN Maliki Malang sudah memiliki simbol pohon ilmu (akarnya adalah ilmu alat: bahasa Arab, Bahasa Inggris, Ilmu alamiyah dasar, ilmu sosial dasar, Pancasila, kewarganegaraan), Batangnya adalah Ilmu keislaman, dan cabang dan ranting (sosiologi agama, psikhologi agama dan lain-lain).

    

Selain berpedoman pada pengembangan integrasi ilmu juga dapat berbasis pada ARKAN Kemenag, 2018-2028, yang meliputi: 1) Kajian Teks dalam agama-agama. 2) Syariah, Hukum dan Peraturan Perundang-undangan. 3) Negara, Agama dan masyarakat. 4) Keragaman dalam etnis, budaya, sosial  dan tradisi keagamaan. 5) Studi kawasan dan globalisasi. 6) Tradisi Pesantren dalam Konteks Masyarakat Indonesia. 7) Pengembangan Pendidikan. 8)  Sejarah, Arkeologi dan Manuskrip. 9)  Pengembangan ekonomi  dan bisnis berbasis syariah. 10) Isu jender dan keadilan. 11) Kesejahteraan sosial dalam masyarakat. 12) Lingkungan dan Pengembangan teknologi. 13) Pengembangan kedokteran dan kesehatan. Melalui ARKAN ini diharapkan akan terdapat distingsi dan ekselensi di dalam penelitian yang dikembangkan pada PTK di bawah Kemenag. Hanya saja belum terdapat di dalamnya misalnya tentang kajian komunikasi, dakwah di era Global yang sungguh dibutuhkan dewasa ini.

  

Karya dalam jurnal ilmiah tentu harus memiliki metodologi yang relevan dengan tema, isi dan kajiannya. Ada beberapa artikel yang dibahas di dalam tulisan ini antara lain: artikel dengan  Judul: “Funeral Processes During The COVID-19 Pandemic: Perceptions Among Islamic  Religious Leaders in Indonesia” oleh Dr. Nurhayati dan Dr. Tri Bayu Purnama. Artikel ini terbit dalam: Https://doi.org/10.1007/s10943-021-01418-z. 01 September 2021. Metode Penelitian yang disajikan yaitu:  Study Setting, studi kasus kualitatif untuk memahami tentang persepsi dan respon pemimpin agama tentang penanganan penyintas Covid-19, dan pandangan keluarga pasien Covid-19 dan pemimpin masyarakat atas pemakaman jenazah terinfeksi Covid-19. Participan: usia 40-70 tahun, semua partisipan adalah lelaki, yang memiliki pendidikan yang tinggi, ada ahli fiqih dan  dan filsafat, lalu ahli dakwah dan pendidikan. Selain juga ada yang ahli sosiologi dan antropologi, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup dan wawancara mendalam. Data Collection: pengumpulan data dilakukan melalui wawancara sekitar 30-45 menit yang direkam secara digital. Data yang didapat lalu ditrainggulasikan dengan para sarjana, anggota masyarakat dan para pemimpin. Research Instrument: interview terstruktur terhadap para pemimin organisasi disusun dengan menggunakan tiga klasifikasi. Pertama dalam kaitannya dengan demografi,  termasuk usia, gender, pendidikan tertinggi,  dan organisasi keislaman. Kedua, menggambarkan persepsi terkait dengan monitoring atas penyintas di dalam situasi yang emergen, penanganan atas tubuh mayat yang meninggal karena Covid-19. Ketiga, mengkaji pandangan  para ahli tentang penanganan mayat Covid-19 berdasar atas fatwa ulama terkait dengan penanganan mayat Covid-19. Penelitian ini juga mengkaji tentang  proses pemakaman berdasar atas protokol kesehatan untuk meminimalisasi penyebaran virus. Serta juga dipertanyakan tentang potensi solusi untuk menangani proses pemakaman penyintas covid-19 dan di antara solusinya adalah melalui pendekatan nilai kearifan lokal, nilai sosial dan nilai budaya. Data Analysis: wawancara melalui telephon yang direkam, lalu ditranscrib, dan dikelompokkan dalam manual coding dan dianalisis dengan thematic analysis. Transkrip wawancara dan catatan interviewer yang bercorak subyektif kemudian dimasukkan ke dalam open coding.  

  

Kemudian artikel dengan judul “Becoming the state-funded madrasah or retaining autonomy: the case of two Madrasahs in Kelantan” oleh Hilman Latif, Anidah Rabani, Mohd. Fauzi Kamaruddin, dan Rozikan. Artikel ini terbit dalam Jurnal QIJIS, Vol. 9, Number 1, 2021. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan beberapa kasus pada pondok pesantren. Meneliti pondok di Kelantan, Madrasah Rahmaniyah dan Darul Anuar. Mengidentifikasi faktor antara lain: proses dan relasi yang menentukan atas kemampuan pondok untuk survive dan menjaga legasinya.  Menggunakan Focus Group Discussion terhadap kepala pondok dan madrasah dan guru yang dipilih. Terhadap wawancara terstruktur dikategorikan atas enam hal, yaitu: sejarah pondok, sumber daya dan administrasi, pengalaman belajar dan capaiannya, kekuatan dan kelemahan, jejaring sosial dan dampaknya pada masyarakat serta proyeksi masa depan. Rerata wawancara selama 47 menit. Wawancara tersebut direkam dan ditranskrip. FGD diikuti oleh sebanyak 10 orang dengan mempertimbangkan orang yang mengetahui perkembangan terkini. Termasuk strategi perencanaan ke depan. Focus group memberikan gambaran tentang situasi terkini termasuk dalam konteks kemampuan ekonomi institusi dan  ketersinambungan keuangan sekolah/pondok. Setelah interview kemudian dilakukan analisis termasuk:  dokumen, catatan arsip, pengamatan dan artifac. Data kemudian diorganisasikan, diterjemahkan dalam  tema-tema yang elevan dengan tujuan penelitian. Di antaranya terkait dengan keputusan dan strategi finansial yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keterikatan para guru dengan sejarah pondok, keinginan untuk mempertahankan warisan para pendiri madrasah, dan tingkat tekanan ekonomi yang dirasakannya. 

  

Tulisan lain adalah “Islamic Newspeak: The Use of Islamic Terms as a form of Cultural Hegemony in Political Communication by Fundamentalist Group in Indonesia” oleh Lestari Nurhajati, Adam J. Fenton, yang terbit dalam Journal of  Indonesian  Islam, Vol. 14, No. 02,  2020. Menggunakan pendekatan qualitatif dengan paradigma konstruktivistik-kritis dengan analisis wacana sebagaimana metode yang dikembangkan oleh Norman Fairclough. Dinyatakan bahwa terdapat tiga dimensi untuk mengalisis wacana, yaitu: teks, praktek wacana dan  wacana sosial. Hal yang dianalisis adalah teks Arab, Khilafah, Jihad dan habib yang digunakan di kalangan FPI dan HTI. Istilah ini banyak digunakan di media sosial. Dalam pandangan Fairclough, bahwa analisis wacana dapat dilakukan dengan tiga pola yaitu teks, praktek teks (produksi teks) dan teks sosial (praktek sosial budaya). Data yang digunakan berbasis pada definisi teks (jihad, khilafah, habib), lalu praktek wacana (teks dan produksi teks) sebagaimana dimaknakan oleh institusi yang diwakili oleh orang FPI dan HTI serta praktek sosial budaya atau konteks sosial dari kata-kata tersebut di dalam masyarakat.

  

Artikel lainnya adalah “The Influence of Personality, Motivation and Social Class Toward Customers  decision in choosing Bank Riau Kepri Shariah Tembilahan Kota” oleh  Hansen Rusliani, Nur Syam, Nurkholis Setiawan, Suryani, Iskandar Ritonga. Artikel ini terbit di dalam Internastional Journal of Innovative Science and Research Technlogy, Volume 6, Issue 5, May 2021. Kajian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menguji korelasi antara variabel bebas (personality), motivasi dan klas sosial dengan  variabel terikat (pemilihan Bank Syariah). Personality (ectraversion) = XI, Motivasi (Afiliation) = X2, Klas Sosial =X3, Pemilihan Bank Syariah = Y. Menggunakan teknik  sampling (nasabah Bank Syariah sejumlah 205 orang) lalu dilanjutkan dengan multivariate analisis. Minimum Ukuran sampel adalah 5-10 kali dari jumlah estimasi parameter. Ada sebanyak 41 item (estimasi parameter), sehingga Besar Sampel yang digunakan adalah berkisar antara 205-410. melalui Structural Equation Modelling (SEM) ditetapkan besar sample 205 orang. Untuk menjawab problem penelitian maka digunakan SEM untuk menjelaskan korelasi antara variabel bebas (personalitas, Motivasi dan klas sosial) terhadap variabel terikat (pengambilan keputusan). Untuk menjamin kesahihan dan keterpercayaan instrumen maka digunakan uji validitas dan reliabilitas. Menggunakan analisis SEM dengan tahapan uji asumsi, uji kesesuaian model, uji validitas dan reliabilitas konstruk, uji hubungan struktural dan uji hipotesis.

  

Menjadi profesor adalah membawa kebanggaan secara individual, keluarga dan institusi, pastikan bahwa terdapat semangat untuk menjadi profesor, pastikan dukungan keluarga dan lembaga, pastikan ada pemihakan institusi melalui program terstruktur dan sistematis, dan kita semua bisa. Hanya persoalan waktu.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.