Khaul Prof. Ahmad Imam Mawardi: Mengenang Jasa dari yang Telah Pergi
KhazanahUniversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel sungguh kehilangan dosen yang sangat berbakat, Prof. Dr. H. Ahmad Imam Mawardi, MA. Beliau dipanggil kembali oleh Allah SWT di saat masih sangat muda. Masih banyak pekerjaan dan cita-cita yang diimpikannya, namun demikian Allah SWT telah memanggilnya untuk memasuki alam barzakh, atau alam kubur, untuk persiapan menuju alam akhirat.
Pada hari Ahad, 20 Agustus 2023, saya diundang untuk menghadiri acara khaul dua tahun wafatnya Prof. Dr. Ahmad Imam Mawardi, MA Dosen pada Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya. Beliau dosen yang aktivis organisasi keagamaan dan aktivis social keagamaan. Sebagai dosen yang bertalenta hebat dan juga penceramah agama yang jempolan. Yang menjadikan keunggulannya adalah kemampuan menulisnya yang hebat dan kemampuan orasinya juga luar biasa. Saya berkeyakinan bahwa Prof. Imam Mawardi adalah sosok dosen yang komplit.
Acara khaul ini dihadiri oleh Prof. Dr. HM, Ridlwan Nasir, MA (Guru Besar Program Doktor Institut Agama Islam KH. Abdul Chalim), Prof. Dr. Masdar Hilmy, MA (Direktur PPs UINSA), Prof. Dr. Mohammad Taufik (Dosen UM), Prof. Dr. Harisuddin (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Khas Jember), Prof. Masruhan (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UINSA), Prof. Dr. Puji Handayanti, (Warek II UM Malang), Dr. Sirajul Arifin (Dekan FEBI UINSA), Dr. Ilhamullah Sumarkhan (Dosen PPs UINSA) dan sejumlah kolega, sahabat, para wali santri, dan masyarakat serta keluarga besar Prof. Imam Mawardi. Jumlah hadirin berkisar pada angka 1000 orang.
Yang memberikan taushiyah adalah Prof. Dr. HM. Ridlwan Nashir, MA sedangkan saya mewakili para sahabat, kawan dan hadirin sebagai testimoni kolega Prof. Imam Mawardi. Di dalam kesempatan tersebut saya sampaikan tiga hal, yaitu: pertama, khaul Prof. Imam Mawardi sebagai mengenang kemampuan intelektualitas dan kapasitas akademiknya. Saya menyatakan bahwa Prof. Imam Mawardi itu sebagai sosok yang memiliki kelebihan dibanding yang lain. Ketika Beliau wafat, maka rasanya UINSA kehilangan tiga orang sekaligus. Kehilangan dosen dengan kemampuan Bahasa Inggris yang luar biasa. Maklum Beliau belajar magister di Mc Gill University of Canada. Tempat belajar Islamic Studies yang andal. UINSA juga kehilangan dosen ahli berbahasa Arab. Prof. Imam adalah santri tulen, yang belajar sangat lama di pesantren, sehingga penguasaan teks klasik juga sangat baik. UINSA juga kehilangan dosen dengan kemampuan ceramah yang hebat yang sesungguhnya mampu membentuk branding UINSA di tengah masyarakat.
Prof. Imam Mawardi juga menorehkan prestasi sebagai lulusan tercepat pada program doctor di UINSA. Beliau hanya memerlukan waktu satu tahun delapan bulan untuk menyelesaikan program pembelajarannya. Sebuah rekor yang akan sangat sulit untuk dipecahkan oleh para peserta program doctor di UINSA. Saya kira capaian Pak Imam Mawardi ini akan abadi sebab tidak ada lagi mahasiswa yang bisa lulus disertasi dalam waktu yang sedemikian cepat. Disertasinya juga sangat baik, dan berhasil diterbitkan oleh institusi penerbitan nasional, ELKIS Yogyarkarta. Fiqih Aqalliyat memang area pembahasan fiqih yang menarik dan orisinal.
Kedua, Prof. Imam Mawardi adalah pengabdi lembaga pendidikan dan masyarakat yang luar biasa. Beliau adalah sosok yang mengabdi kepada lembaga pendidikan. Hal itu terbukti dengan lahirnya Pesantren Kota Alif Lam Mim di Kebonsari Surabaya. Pesantren ini tentu menjadi saksi atas karya beliau sebagai seorang pengabdi pendidikan yang luar biasa. Melalui pesantren yang hebat ini, maka akan melahirkan agen-agen Islam Moderat atau Islam Ahlu Sunnah wal Jamaah. Mereka yang nyantri di pondok ini pasti ke depan akan menjadi orang yang akan terus menegakkan panji-panji Islam moderat atau Islam rahmatan lil alamin. Mereka yang akan melestarikan pemahaman dan pengamalan beragama yang berseirama dengan Islam yang telah diwariskan oleh para ulama, para waliyullah, yang mewariskan Islam moderat bagi kita semua.
Pada pesantren ini diajarkan mengenai kebangsaan, keislaman dan kemoderenan. Orang Indonesia yang beragama Islam dan yang modern. Di Pesantren ini diajarkan tentang Pancasila sebagai landasan ideologis bangsa, diajarkan tentang pentingnya negara dalam coraknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), UUD 1945 dan mencintai kebinekaan. Inilah yang menjadikan Pesantren Kota Alif Lam Mim karya Prof. Iman Mawardi ini berselaras dengan tujuan bernegara, yaitu mencetak manusia Indonesia yang beragama yang moderat dan memiliki jiwa yang modern.
Ketiga, Prof. Imam Mawardi telah melahirkan anak biologis yang akan menjadi penerus untuk mengembangkan pesantren Alif Lam Mim, selain itu juga melahirkan anak ideologis, yaitu kader-kader Islam yang akan membela dan mempertahankan Islam ala ahli sunnah wal jamaah, yang mencintai negaranya, yang mempertahankan dasar Ideologi bangsanya, Pancasila dan mencintai kebinekaan bangsa. Sungguh kehadiran Prof. Imam Mawardi dalam jajaran pengembangan pendidikan pesantren tidak diragukan.
Oleh karena itu kita semua yang hadir ini telah menjadi saksi bahwa Prof. Ahmad Imam Mawardi adalah orang yang sangat baik. Yang mewariskan kebaikan, menjadi teladan dalam kebajikan. Jika ada orang yang terputus amalnya sesudah wafat, maka Prof Imam Mawardi tidak akan merasakannya, sebab jariyahnya dalam pendidikan luar biasa, ilmunya yang bermanfaat juga sangat baik dan anak-anak keturunannya juga menjadi orang yang melanjutkan perjuangannya. Kita semua menyatakan Prof. Imam Mawardi adalah ahli Surga.
Wallahu a’lam bi al shawab.

