(Sumber : Fisip Undip)

Ad Social Scientific Rank: Perubahan Cepat Peringkat Dosen

Opini

Saya pernah menulis pada akhir  tahun 2022 tentang pemeringkatan dosen Ilmu Sosial di Indonesia berdasarkan peringkat yang dibuat oleh AD Scientific Rank. Topik yang saya bahas adalah “Pemeringkatan 100 Ilmuwan Sosial: AD Scientific Index” (6 November 2022). AD Scientific Rank adalah  sebuah lembaga pemeringkatan yang dianggap memiliki kapasitas untuk merumuskan peringkat dosen di seluruh dunia berdasarkan bidang-bidang ilmu pengetahuan, misalnya ilmu sosial dan humaniora, serta sains dan teknologi.

  

Jika saya menulis kembali tentang peringkat dosen ini bukan dimaksudkan untuk mempertontonkan tentang berapa peringkat saya dalam jajaran dosen ilmu sosial di Indonesia, akan tetapi semata-mata untuk mengisi kehidupan bahwa ada nama dosen UIN Sunan Ampel yang pernah menghuni jajaran 100 dosen ilmu sosial di Indonesia, meskipun lampiran kedua. Melalui tulisan ini diharapkan agar para dosen memiliki keinginan untuk memperkuat citasinya karena hal ini begitu penting bagi dosen di seluruh dunia. 

  

Tentu ada yang melakukan rekayasa agar citasinya semakin banyak, misalnya dengan meminta kepada para mahasiswa  agar mencitasi karyanya dan ada yang menggunakan pola saling mencitasi atas karya masing-masing. Upaya-upaya seperti ini tentu saja tidaklah menyalahi kode etik profesi dosen, selama  yang dijadikan referensi tersebut relevan dengan subyek yang dikaji atau pokok persoalan yang diteliti. 

  

Sepengetahuan saya, bahwa karya akademik, terutama buku yang banyak dicitasi oleh mahasiswa adalah karya dosen yang terkait dengan buku teks atau daras. Berdasarkan atas pengamatan sementara yang saya lakukan, buku-buku teks yang mendapatkan citasi banyak, misalnya buku tentang metodologi penelitian. Atau buku teks yang terkait dengan jurusan, prodi atau fakultas. Makanya, dosen yang banyak menulis buku teks dengan standart akademik yang memadai tentunya akan banyak menjadi rujukan.

  

Saya tentu bersyukur meskipun sempat tidak mengajar selama 6 tahun 7 bulan, akan tetapi citasi saya masih relative memadai, meskipun tidak tergolong luar biasa. Standart-standar saja. Berdasarkan rekaman Google Scholar, maka citasi untuk karya-karya saya sebanyak 2309 dengan indeks-h sebanyak 18 dan indeks-i10 sebanyak 28. Pada tahun 2018 terdapat sebanyak 1449 citasi, dengan indeks-h sebanyak 16 dan indeks-i10 sebanyak 21. Jika dilihat dari perkembangan high index ternyata hanya meningkat 2 angka dan dari indeks-i10 hanya 7 angka.  Satu di antara kelemahan saya adalah nyaris tidak pernah meminta kepada bimbingan saya baik untuk disertasi maupun tesis agar mencitasi karya-karya saya. Selain itu, saya juga tidak banyak menulis buku teks atau daras yang bisa menjadi ladang bagi kenaikan citasi. Di antara buku yang termasuk buku daras hanyalah Islam Pesisir, Model Analisis Teori Sosial, dan Madzhab-Madzhab Antropologi. Selain itu merupakan buku dengan subyek kajian yang spesifik. 

  

Kemudian berdasarkan SINTA Kemendikbud, maka jumlah kutipan saya sebanyak 2194, dengan indeks -H sebesar 17 dan indeks-i10 sebanyak 28.  Pada tahun 2017, kutipan untuk karya saya sebanyak 1579 dengan Indeks -h sebanyak 16 dan indeks -i10 sebanyak 22. Memang terdapat perbedaan antara indexing yang dilakukan oleh Google Scholar dengan SINTA Kemendikbud. 

  

Berdasarkan indeks dan peringkat yang lebih komprehensif, AD Social Scientific Rank, maka perubahan itu terjadi sedemikian cepat. Pada pertengahan tahun 2022, maka saya termasuk 100 ilmuwan sosial yang dinilai dengan ranking atas, tetapi pada lembaran kedua, yaitu peringkat 14. Tetapi pada  akhir tahun 2022, maka nama saya ada di lembar pertama 100 orang ilmuwan sosial dengan peringkat 99. Sebuah kenaikan dalam lembar ranking meskipun peringkatnya berada di bawah. Namun demikian, pada awal tahun 2023, maka peringkat saya kembali ke 100 ilmuwan pada peringkat atas, ranking 13, akan tetapi pada lembar kedua. Kenaikan dari peringkat pada lembar pertama atau kedua ditentukan oleh banyaknya citasi terutama pada indeks-h, yaitu dari 17 menjadi 18 dan kenaikan pada indeks -i10 sebanyak   28 dan citasi secara umum. 

  

Gambaran secara utuh dari pemeringkatan AD Scientific Rank ada yang berbasis ilmu sosial dengan berbagai cabang ilmunya dan  ada yang khusus berbasis cabang ilmu, misalnya cabang sosiologi, psikhologi dan sebagainya. Dilihat dari cabang ilmu Sosiologi, maka terdapat sebanyak 68 orang dosen dalam 1 negara dan 45 universitas. Setiap dosen akan dinilai dari aspek citasinya, yaitu citasi total, citasi dalam indeks -H dan indeks -i10. Kemudian dibandingkan dengan indeks tersebut dalam 6 tahun terakhir. 

  

Dari pemeringkatan tersebut, saya berada dalam angka 14 dari 68 dosen sosiologi dengan rincian: rank institusi 3, rank nasional 1895, rank Asia 82230, dan dunia 456285. Total high indeks 17, kemudian 6 tahun yang lalu 15, indeks i10 sebanyak 27 dan 6 tahun lalu 19. Total citasi sebanyak 2223 dan 6 tahun terakhir 1410. Sedangkan dari pemerinkatan ahli di bidang ilmu sosial,  saya berada pada peringkat 13 pada lembar kedua pada awal tahun 2023, dengan rincian sebagai berikut: AD scientific Index peringkat 13, Institusi 3, Nasional 1895, Asia 82582, dunia 456285, high index 17, dan 6 tahun terakhir 16, index i10 sebanyak 28 dan 6 tahun terakhir 19. Total indeks 2223, dan 6 tahun terakhir 1410. 

  

Berdasarkan pengamatan atas pemeringkatan ini, maka dapat dipahami bahwa perubahan yang terjadi pada pemeringkatan terjadi sangat cepat, tentu terkait dengan banyaknya citasi yang diperoleh oleh ilmuwan sosial. Saya merasakan betapa cepatnya perubahan tersebut. Dar peringkat 99 di lembar pertama kemudian dalam beberapa bulan berubah menjadi peringkat 13 pada lembar kedua. Jadi dalam beberapa bulan terjadi penurunan sebanyak 14 peringkat. Oleh karena itu perlu upaya agar para ilmuwan sosial harus juga pintar dalam menulis buku, menulis artikel dan juga menyosialisasikan tulisannya untuk para kolega, para ilmuwan dan mahasiswa.

  

Wallahu a’lam bai al shawab.