(Sumber : liputan6.com)

Ferdy Sambo dan Marwah Kemerdekaan

Opini

Salah satu di antara kehebatan masyarakat Indonesia adalah keberhasilannya untuk menjadi merdeka dengan upayanya sendiri, yang kemudian memperoleh dukungan negara-negara sahabat untuk menjadi negara merdeka. Dukungan politis ini penting dalam rangka mendampingi perjuangan fisik dan diplomasi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh kemerdekaan bangsa. 

  

Para founding fathers negeri ini telah memberikan hasil kerja kerasnya yang berupa kemerdekaan, yang tidak hanya merdeka tetapi juga mewariskan kesatuan dan persatuan bangsa melalui cakupan wilayah yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Rote. Sebuah cakupan wilayah negara kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 17.000 pulau dengan 1340 suku bangsa dan 718 bahasa. Sebuah negara dengan cakupan luas yang luar biasa, dan heterogenitas yang tinggi. Semua ini dihasilkan dari kekuatan rasa toleransi, solidaritas dan tenggang rasa dan pemikiran prediktif masa depan yang sangat futuristik.

  

Kita sekarang sedang hidup di era transparansi. Artinya hidup di era keterbukaan dalam segala area kehidupan. Melalui media sosial, maka segala sesuatu akan sangat mudah diketahui orang lain. Kasus-kasus yang terkuak di televisi, surat kabar dan media sosial adalah contoh betapa sekarang ini sedang terjadi pada era keterbukaan yang luar biasa. Melalui media sosial, sebuah peristiwa akan menjadi milik publik. Opini publik akan bisa terjadi karena fenomena yang viral di media sosial. 

  

Kasus yang mendera dan menciderai terhadap rasa kebangsaan, misalnya adalah peristiwa pembunuhan yang terjadi di kalangan penegak hukum.  Peristiwa terbunuhnya Joshua, seorang polisi dalam kasus yang menyeret Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo (49 tahun), Jenderal Bintang dua di jajaran kepemimpinan POLRI tentu merupakan contoh bagaimana aparat pemerintah melakukan tindakan yang bisa menggerogoti kewibawaan kemerdekaan. Peristiwa ini terjadi dalam waktu berdekatan dengan Peringatan Kemerdekaan, 17 Agustus 2022. Pemberitaannya menjadi trending topik di televisi, radio, surat kabar, media online dan media sosial. 

  

Kasus seperti ini telah menjadikan kewibawaan kemerdekaan tergerus. Kewibawaan negara merdeka tentu dipengaruhi oleh faktor aparat pemerintah di dalamnya. Ketika para aparat negaranya bersih, maka negara juga akan menuai kebaikan. Dan jika aparat pemerintahnya rusak, maka image negara itu juga akan rusak. Secara konseptual dapat dinyatakan bahwa tinggi dan rendahnya kewibawaan negara melalui pemerintah sangat tergantung kepada baik atau buruknya aparat pemerintah dimaksud. Semakin banyak kasus negative yang menimpa aparat pemerintah, maka semakin besar peluang kewibawaan pemerintah tergerus menuju jurang kerusakan. Dan sebaliknya semakin banyak prestasi aparat pemerintah di dalam dunia birokrasi, maka semakin besar peluang kewibawaan pemerintah menjadi meningkat.

  

Kasus Sambo menjadi salah satu yang menyebabkan semakin menguatnya persepsi public tentang kekerasan di negeri ini. Kekerasan yang dilakukan oleh aparat hukum atau aparat keamanaan tentu akan menuai penilaian yang sangat negative di mata publik. Apalagi kasus ini juga berkait kelindan dengan kasus lain, seperti kasus korupsi dan gratifikasi yang dilakukannya, dan juga perlindungan terhadap tindakan menyimpang, misalnya para bandar narkoba dan  perjudian. 

  

Era sekarang ditandai dengan semakin menguatnya trial by press. Keterbukaan dalam pemanfaatan teknologi informasi yang ditandai dengan semakin melubernya informasi melalui media sosial, dengan pemihakan-pemihakan yang jelas pada ketidakadilan, perlakuan menyimpang  dalam dunia birokrasi dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara terhadap rakyat begitu mudah menjadi informasi yang viral di media massa, sehingga menebarkan opini publik yang dahsyat. 

  

Kasus yang melilit Ferdy Sambo yang semula tertutup dan sedapat-dapatnya ditutup, akhirnya terkuak setelah menjadi informasi yang viral di media social. Apa yang secara sengaja ditutup meskipun dengan rapat akhirnya terbuka dan nyata dalam dunia social. Sekarang informasi di seputar Sambo sudah terkibaskan kabut-kabut penutupnya, sehingga menjadi terang benderang. Hal yang semula tertutup kemudian terbuka dengan benderang. Ada rekayasa yang sudah didesaian sedemikian rapi, seperti penghilangan CCTV, bercak darah dan tembakan yang direkayasa akhirnya terkuak, bahkan juga peran-peran social yang selama ini tidak diketahui oleh public akhirnya menjadi terbuka. Sudah ada lima orang yang menjadi tersangka, yaitu: Ferdy Sambo, Putri Candrawati (stri),  Richard Elliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.  (detiknews, 19/09/2022).  

  

Kasus ini secara langsung tentu menjadi aib atas perayaan kemerdekaan. Pelakunya yang seharusnya menjadi pelindung orang kecil, masyarakat dan negara ternyata justru menjadi pelaku kekerasan yang  di luar nilai kemanusiaan. Kemanusiaan yang seharusnya menjadi bingkai dalam pelayanan masyarakat justru yang terjadi sebaliknya. Dan hal ini membawa konsekuensi bagi melemahnya kewibawaan kemerdekaan Indonesia.

  

Oleh karena itu, proposisi yang menyatakan bahwa “kewibawaan negara ditentukan oleh praktik penyelenggaran negara oleh aparatnya”, dan proposisi lainnya yang berbunyi: “kebaikan dan kewibawaan pemerintah ditentukan oleh perilaku aparatnya. Semakin baik perilaku aparatnya semakin berwibawa pemerintah dan semakin jelek perilaku aparatnya semakin rendah kewibawaan pemerintah”.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.