Halal Bihalal Institusional: Bangga Pada UIN Sunan Ampel
OpiniIslam itu bisa dihayati kebenarannya karena perilaku umatnya. Sebuah contoh di Inggris, ada seorang perempuan yang berpacaran dengan pemuda muslim, tetapi dikhianati. Lalu pacaran lagi dengan pemuda muslim juga dikhianati, sekali lagi pacaran dengan pemuda muslim juga dikhianati. Akhirnya dia berpacaran dengan pemuda atheis. Lelaki atheis ini begitu care dan bisa memberi kasih sayang kepada perempuan itu. Akhirnya perempuan tersebut mengikuti lelaki yang atheis. Jadi, menjadi muslim atau atheis itu justru ditentukan bukan karena kebaikan ajaran agama, tetapi pada perilaku umatnya. Begitulah paparan Prof. Mohammad Ali Aziz, yang selama bulan puasa berdakwah di Britania Raya.
Halal bi halal yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Ampel (UINSA) sungguh semarak. Dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat di UINSA, para guru besar, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dan juga para pensiunan. Semua hadir dengan kegembiraan. Bukan hanya karena yang memberikan ceramah adalah generasi muda Youtuber, Ning Umi Laila, akan tetapi memang sudah menjadi tradisi pada hari pertama masuk kantor pasca lebaran, maka dilakukan acara halal bihalal. Paket acaranya adalah Pembinaan Moderasi Beragama. Hadir Rektor, Prof. Akhmad Muzakki, MAg, Dipl. SEA, MPhil, PhD, dan seluruh jajaran Wakil Rektor, Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Senat Akademik, Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, MAg, Direktur PPs, Prof. Masdar Hilmy, MA, PhD., para Guru Besar, dosen dan tenaga kependidikan. Saya juga melihat banyak purna tugas, Pak Syahudi, Bu Shofiyah, Pak Sahuri, dan banyak lagi yang hadir dari para purna tugas itu.
Ada banyak percikan pemikiran yang menarik untuk direnungkan dan ditindaklanjuti, misalnya Rektor UINSA, Prof. Muzakki tentang kecenderungan akhir-akhir ini yang perlu untuk disikapi, yaitu: kampus sebagai academic industry. Kampus harus dimanfaatkan dalam kerangka menjadi institusi yang memproduk kaum akademisi, praktisi dan kaum profesional. Kampus bukan hanya sebagai pemberi ijazah tetapi harus menghasilkan orang yang memiliki keahlian dalam bidangnya. Selain itu kampus juga harus menjadi industri akademis, di mana berbagai hal yang terdapat di dalamnya harus selaras dengan upaya menciptakan dan membranding kampus dan alumninya untuk berinovasi dalam kemajuan.
Kemudian juga menghadapi perubahan sosial terutama era teknologi informasi dengan berbagai ciri khas di dalamnya. Institusi pendidikan harus menyesuaikan dengan tantangan baru perubahan sosial. Kampus harus memasuki era digital. Sebuah era yang mengharuskan kita semua memasuki era digitalisasi. Sebagai contoh, era sekarang adalah era Youtube, Twitter, Facebook, dan Instagram. Kita harus masuk pada era ini. Maka kampus harus memproduk konten-konten yang bersesuaian dengan hal tersebut. Ada contoh seorang Youtuber yang berasal dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Namanya Ning Umi Laila, yang sekarang sudah menjadi Youtuber andal. Viewer dan follower serta komen dan subscribernya sudah jutaan orang. Ini fenomena baru. Oleh karena itu, kurikulum kita juga harus disesuaikan dengan perubahan social yang cepat di era teknologi informasi ini.
Halal bi halal ini juga merupakan saat yang tepat untuk menjadikan warga UIN Sunan Ampel bangga atas kampus ini. Pada waktu menyanyikan lagu Indonesia Raya, di belakang teks lagu Indonesia Raya ditampilkan kemegahan bangunan Twin Towers UINSA di Jalan A. Yani. Rasanya sesuatu yang beyond believe. Rasanya seperti tidak yakin bahwa background itu adalah Gedung UINSA. Alangkah indahnya, alangkah gagahnya. Dan kita memiliki dua kampus, yang sama-sama berada di tempat yang sangat strategis. Satu di jalan A. Yani Surabaya, yang merupakan pintu masuk ke Surabaya dan keluar ke kota-kota lain. Jalan A. Yani merupakan jalan utama yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lain di Jawa Timur. Jika akan masuk ke Surabaya tentu bisa lewat di depan kampus UINSA. Yang satunya di dekat Bandara Internasional Juanda. Jika ada orang yang ke luar masuk Bandara Juanda, maka dipastikan akan melihat keindahan dan kemegahan kampus UINSA di Gununganyar. Dengan desain bangunan yang megah dan indah, maka siapapun akan mengagumi UINSA tersebut. Kala menyanyikan Hymne UINSA, mestinya ditampilkan kemegahan Gedung UINSA di Gununganyar. Biar lengkap kemegahan, keindahan dan marwah UINSA.
Kehebatan kampus tersebut tentu hasil kerja seluruh jajaran UINSA. Oleh karena itu tepat apa yang disampaikan oleh Prof. Ali dengan konsep empat K, yaitu: Kerja serius, Kerja keras, Kerja bersama dan Kerja ikhlas. Saya yakin bahwa empat prinsip ini sudah menjadi tekad bersama pimpinan UINSA, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan juga civitas akademika lainnya. Sesungguhnya bisa ditambah satu lagi Kerja Cerdas. Menjadi lima K.
Saya yakin, bahwa sekarang adalah era untuk menggenjot kinerja semua elemen dalam kerangka meraih mimpi bagi ekselensi UINSA. Ke depan UINSA harus menjadi PTN-BH, harus semakin banyak karya akademik dan citasi akademik yang luar biasa dan tentu adalah penguatan lembaga baik di level nasional maupun internasional. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Prof. Muzakki, bahwa tantangan kita makin banyak dan kita harus siap untuk melakukan perubahan mindset dan cultural set dalam kerangka meraih kemajuan di era perubahan sosial yang cepat.
Mimpi adalah cita-cita, cita-cita adalah setengah usaha dan setengah usaha adalah setengah keberhasilan. We are TEAM: Together Everyone Achieve More.
Wallahu a’lam bi al shawab.

