(Sumber : www.nursyamcentre.com)

Jaga Negeri, Narkoba di Sekeliling Kita

Opini

Mengerikan. Itulah salah satu ungkapan yang muncul kala menyaksikan peristiwa sebanyak 463 tersangka narkoba yang ditangkap oleh Polda Riau yang melakukan gelar operasi selama 22 hari, dengan bukti-bukti kepemilikan sabu-sabu, ekstasi dan juga uang hasil penjualan narkoba. Mereka terdiri dari pengguna, pengedar, kurir dan bandar narkoba serta pengendali dengan latar belakang kehidupan bermacam-macam. Ada PNS, pegawai swasta, buruh, mahasiswa, pengusaha, polisi, pelajar  dan juga petani. Mereka ini mengedarkan narkoba yang didapatkannya dari jalur laut. Ada sebanyak 42 kg sabu-sabu, 52.000 ekstasi dan Rp325 juta rupiah hasil penjualan narkoba. (Kompas Riau, 15/03/2021).

  

Ternyata narkoba memang sudah menjadi tindakan kejahatan yang  massive dengan sasaran yang makin bervariasi. Jika di masa lalu sasaran narkoba, secara umum adalah public figure, seperti artis maka sekarang sasarannya semakin tersegmentasi dalam berbagai pekerjaan dan profesi. Polisi dan mahasiswa serta PNS terjerat di dalam tindakan penyimpangan dengan menjadi pengguna, kurir atau bahkan pengedar. Hal ini menandakan bahwa narkoba bukan lagi tindakan criminal yang biasa tetapi sudah luar biasa.

  

Narkoba merupakan kejahatan yang memiliki efek luar biasa. Sering kali didengar bahwa narkoba akan merusak masa depan seseorang. Narkoba memang memiliki pasar eksklusif. Harganya sangat mahal dan memang menyasar terhadap orang-orang khusus, biasanya public figure. Para artis, atau orang-orang terkenal menjadi sasarannya. Semula terkadang memang coba-coba. Tetapi kemudian menjadi kecanduan. Dalam kasus beberapa artis yang terpapar narkoba, maka terkadang digunakan untuk menambah percaya diri pada tahap awal, akan tetapi lama kelamaan akan menjadi pecandu. Beberapa comedian dan juga artis terkenal pernah mengalami masalah dengan narkoba ini. 

  

Bisnis narkoba memang dikendalikan secara rapi. Tidak jarang dikendalikan dari luar negeri. Dan bahkan juga bisa dikendalikan dari balik terali besi. Bisnis ini memiliki jaringan yang sangat kuat dan sangat rahasia. Itulah sebabnya, jika tidak dilakukan berbagai upaya untuk melakukan razia dan penelusuran yang ketat, maka jarang terbongkar mafia narkoba. Namun demikian dengan mendengarkan pemberitaan di TV Kompas sebagaimana terjadi di Riau, maka sebenarnya ada sesuatu yang harus dikaji ulang, sudah sedemikian masifkah perdagangan narkoba di negeri ini. Apalagi yang terjaring dalam operasi tersebut adalah anak-anak muda yang ke depan akan menjadi tulang punggung Indonesia.

  

Fakta misalnya para polisi yang berpesta narkoba, kejadian para mahasiswa yang berpesta narkoba, para artis yang terjaring dalam operasi narkoba dan lainnya mengindikasikan bahwa di negeri ini sebenarnya sudah terdapat suasana darurat narkoba. Para bandar narkoba bisa memanfaatkan siapa saja yang potensial untuk dijadikan sebagai kurir, pemakai dan pelaku criminal dalam jaringan perdagangan narkoba. Bisa saja yang dijadikan kurir adalah orang yang sedang mengalami masalah ekonomi, atau bahkan juga orang yang tergiur dengan keuntungan yang didapatkannya. Makanya, ada peluang seseorang menjadi pelaku perdagangan narkoba ini.

  

Indonesia memang rawan terjadi proses perdagangan narkoba. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbuka untuk keluar masuknya orang dan barang. Jalur laut merupakan jalur yang mudah ditembus oleh perdagangan gelap narkoba. Jalur sepanjang pantai barat dan timur Sumatera yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia merupakan jalur yang bisa ditembus oleh para bandar narkoba dari negeri-negeri tetangga. Demikian pula jalur yang berbatasan dengan Thailand dan Filipina. Tidak semua wilayah pantai terjaga dengan rapi dan kuat, sehingga terdapat celah untuk terjadinya transaksi perdagangan narkoba. Bandar-bandar narkoba dari Malaysia, Thailand dan Filipina bisa memasuki kawasan Indonesia melalui jalur laut. Di dalam negeri juga sudah terdapat sejumlah bandar dan kurir yang siap antar ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Pekanbaru dan sebagainya. Jika kemudian polisi berhasil menangkap ratusan orang yang terkait dengan narkoba, dipastikan bahwa jalur yang digunakan adalah jalur lautan. 

  

Narkoba bisa menyasar kepada siapa saja. Kepada tetangga kita, keluarga kita, anak-anak kita, siswa kita, mahasiswa kita dan siapa saja yang potensial terkena pengaruh perdagangan narkoba.  Oleh karena itu, kita semua harus mewaspadai lembaga pendidikan kita, misalnya: sekolah umum, sekolah umum  berciri khas keagamaan dan lembaga pendidikan tinggi kita. Kewaspadaan ini harus dilakukan sebab perdagangan narkoba dilakukan dalam kesenyapan. Jika tidak terendus dengan cara-cara khusus maka dipastikan tidak akan bisa dilacak secara faktual.

  

Di dalam konteks ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan: pertama, menjaga rumah tangga. Benteng yang terkuat adalah rumah tangga. Kita semua harus menjaga agar keluarga kita tidak terjerat masalah ini. Kedua, menjaga lembaga pendidikan dalam berbagai jenjang dan jenisnya. Lembaga pendidikan juga harus terlibat secara aktif untuk membentengi anak-anak didik agar tidak terjerat dengan problem serius bangsa ini. Ketiga, Para orang tua, para guru, para dosen dan segenap masyarakat harus membentengi generasi muda dari pengaruh narkoba. Demikian pula para ulama, kyai dan tokoh agama juga harus melibatkan diri dengan Gerakan Anti Narkoba (GAN). Keempat, keterlibatan lingkungan sosial dalam aksi GAN. Setiap lingkungan sosial harus menyadari bahwa perdagangan narkoba sudah sedemikian massif, sehingga lingkungan sosial harus dijaga sedemikian kuat. Haruslah dibentuk gugus tugas GAN yang dipimpin oleh tokoh masyarakat. Kelima, memperkokoh nilai-nilai solidaritas sosial, kesetiaan sosial, kepekaan sosial, dan keselamatan sosial berbasis pada ajaran agama yang sudah diyakini kebenarannya. Setiap agama mengajarkan tentang jangan menggunakan narkoba atau perilaku terlarang. Makanya, semua elemen masyarakat harus menjaganya  secara bersama.

  

Generasi senior sekarang tentu memiliki tanggungjawab untuk mewariskan negeri ini kepada para generasi yuniornya. Agar jangan terjadi kesalahan dalam pewarisan negeri ini kepada generasi berikutnya,  maka dipastikan bahwa generasi yang akan datang   adalah orang-orang yang benar dan bertanggung jawab atas kelestarian negeri ini. Dan tumpuan untuk itu tidak lain adalah kalau negeri ini terbebas dari narkoba yang sangat membahayakan bagi generasi pelanjut bangsa.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.