(Sumber : Dokumentasi Penulis )

Moderasi Beragama Bagi Guru PAI di Era Artificial Intelligent

Opini

Indonesia akan memasuki  tahun Emas,  2045, genap 100 tahun kemerdekaan. Pada saat itu terdapat bonus demografi artinya semakin banyak generasi muda, dan semakin sedikit generasi tua dan anak-anak. Baik buruk Indonesia ke depan tergantung pada persiapan sekarang. Jika persiapannya baik, maka baiklah Indonesia dan sebaliknya. Indonesia ke depan sangat tergantung pada persiapan pendidikan yang berbasis moderasi beragama. Pendidikan moderasi beragama tergantung pada guru yang memahami dan melakukan tindakan moderasi beragama.

  

Ungkapan ini yang saya sampaikan pada saat saya memberikan pencerahan kepada para guru Pendidikan Agama Islam se Kecamatan Kerek, Tuban. Saya diundang oleh Ketua Yayasan Pendidikan Nailun Najah, H. Moh. Fauzan, SH, SPdI,  Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang menyelenggarakan acara “Pengembangan Moderasi Beragama Berbasis  Digital Untuk Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Di Kecamatan Kerek Tuban” kerja sama antara Direktur Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Dr. M. Munir, MA, yang acaranya diselenggarakan di Front One King Hotel Tuban.   

  

Telah terjadi perubahan sosial yang cepat. Mendadak IT, mendadak zoom, Google Meet, dan Google Classroom. Perubahan sosial yang tidak diduga. Tiba-tiba terjadi perubahan yang sangat cepat dan para guru harus menyesuaikan. Terjadi perubahan dari program pembelajaran konvensional ke program pendidikan berbasis teknologi informasi. Para guru tidak pandang usia harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang tidak terduga ini. Bayangkan orang tua yang tidak mempunyai internet, bahkan sekolah tidak langganan internet lalu tiba-tiba harus pembelajaran daring (dalam jaringan). Padahal sebelumnya menggunakan system luar jaringan (luring). Bisa dibayangkan bagaimana sekolah/madrasah, pimpinan dan guru harus pontang panting menyesuaikan diri. Belum lagi para muridnya yang juga harus mencari sinyal di  tempat-tempat yang memungkinkan.

  

Pada Era Revolusi Industri 4.0, maka terjadi perubahan atau bahkan lompatan tentang perkembangan teknologi. ERI 4.0 menghadirkan yang disebut sebagai Artificial Intelligent (AI), Augmented Reality (AR) dan Big Data (BD). AI dapat menggantikan peran manusia dalam banyak aspek kehidupan. China mengembangkan mobil tanpa sopir, Tesla mengembangkan helikopter tanpa pilot, China membuat perempuan pintar, dan sebagainya. AR dapat mengubah gambar sistem dalam tiga dimensi dalam realitas kekinian dan up to date. Menyanyi Rindu Rasul yang musiknya di Finlandia, penyanyi di Bandung dan pemain keybord di Jakarta. Big Data dapat menampung data dalam jumlah tidak terbatas yang kemudian dalam waktu sangat cepat dapat dipilah dan dikategorikan sesuai dengan keinginan. Data perbankan, data dalam WA, data dalam perusahaan dan sebagainya.

  

Untuk kepentingan ini, para guru harus selalu update pengetahuan dan informasi. Jangan menjadi guru seperti katak dalam tempurung. Harus menjadi guru yang mengajarkan pengetahuan yang baru dalam program pembelajaran. Institusi pendidikan harus peka dengan perubahan sistem pembelajaran, misalnya aplikasi-aplikasi pembelajaran. Upayakan agar lembaga pendidikan mengakses aplikasi pendidikan yang dianggap penting dan relevan. Komite pendidikan harus memberikan support terhadap institusi pendidikan, pimpinan, guru dan siswa agar mereka bisa mengikuti terhadap perubahan sistem pembelajaran baru yang lebih up to date. Pemerintah harus juga terus menjaga program pendidikan untuk Indonesia lebih baik di masa depan.

  

AI diciptakan oleh ilmuwan komputer, Prof. John Mc Carthy. Di dalamnya terdapat gabungan antara deep learning, machine learning dan natural language processing. AI adalah cabang ilmu komputer yang dapat dijadikan sebagai instrumen untuk pengembangan sistem komputer yang terkait dengan tugas manusia meliputi pengenalan suara, pengenalan wajah, pemrosesan bahasa alami dan pengambilan keputusan. Disebut juga sebagai kecerdasan buatan. Misalnya robot untuk menggantikan peran manusia atau asisten virtual, Layanan hiburan, pencarian di laman internet, GPS navigation, media sosial dan sebagainya.

  

AI memiliki kelebihan sebagai instrumen untuk melakukan analisis secara efisien, dan pengambilan keputusan. Melalui kaitannya dengan big data, maka AI akan dapat melacak kategorisasi atau klasifikasi data atau pemrosesan data dengan sangat cepat sehingga secara efektif dapat dilakukan penarikan kesimpulan. AI bisa bermanfaat untuk pendidikan dengan memanfaatkan kelebihannya di dalam proses belajar mengajar. AI dapat bekerja nonstop tanpa henti. Jika manusia hanya bisa bekerja maksimal 7,5 jam perhari, maka AI bisa bekerja selama 24 jam selama tujuh hari berturut-turut. Manusia bisa mengalami risiko kesalahan, maka AI dikenal sebagai instrumen yang tidak bisa mengalami kesalahan. Bisa membantu mengatasi keletihan dan kecermatan. AI dapat digunakan untuk kepentingan pekerjaan yang berbahaya bagi manusia. Di medan perang atau ditempat yang rawan kecelakaan. 

   

AI dapat membantu efektivitas dalam pengambilan keputusan terutama di dalam hal-hal yang rumit dan membutuhkan analisis atas data yang kompleks. AI dapat membantu aktivitas sehari-hari, misalnya robot untuk melakukan pekerjaan rumah. AI dapat menggantikan manusia dalam menyelesaikan pekerjaan yang berulang-ulang dengan meminimalisir resiko kesalahan.


Baca Juga : Mazhab-Mazhab dalam Bahasa Arab

  

Berdasarkan  Alvara Riset Center  diketahui bahwa di antara para pengguna AI dapat ditipologikan sebagai berikut: 1) AI Enthusiast, mereka memiliki pemahaman yang baik terhadap AI dan percaya bahwa AI bermanfaat untuk manusia, mereka juga pioner dalam menggunakan AI. 2) AI Adopter, mereka sedikit terlambat dalam menggunakan AI, tapi masih percaya kebermanfaatan AI. 3) AI Skeptisism, mereka menilai AI lebih banyak negatifnya dibanding sisi positifnya. (nursyamcentre.com,  05/12/24)

  

Dari tipologi di atas juga dipaparkan tentang penggunakan aplikasi pada masing-masing tipologi sebagai berikut: Tipologi AI Enthusiast menggunakan ChatGPT 63,3%, Luminar.ai 5,2%, Gemini 14,3%, Copilot 3,9%, lainnya 16,9% dan tidak satupun 26,0%.  Pada tipologi AI Adopter menggunakan ChatGPT 35,6%, Gemini 9,0%, Luminar.ai 2,5%, Copy.ai 8,6%, lainnya 9,0% dan tidak satupun 46,2%. AI skepticism menggunakan ChatGPT 10,1%, Gemini 5,4%, Copy.ai 2,0%, Luminar.ai 2,0%, tidak satupun 1,3% dan Copilot 1,3%. (nursyamcentre.com, 05/12/24). 

  

Memang ada madharat tetapi juga ada manfaat AI untuk manusia. Manfaat  untuk pendidikan, misalnya adalah  untuk membuat smart content, yaitu:  aplikasi yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi yang terkait misalnya ramalan cuaca, informasi terbaru, peringatan atau alarm. Melalui Smart Content juga bisa dijadikan sebagai aplikasi yang menyajikan informasi terbaru mengenai pembelajaran, buku baru, bahan ajar baru dan sebagainya.

  

AI dapat digunakan untuk Voice Assistant yang dapat digunakan oleh siswa untuk mencari informasi tambahan dari guru mengenai pembelajaran yang telah dilakukan. Voice Assistent dapat menggantikan membaca dengan suara yang didengarnya. AI dapat digunakan untuk Presentation Translator. Dengan menggunakan aplikasi ini, maka di saat guru menjelaskan dalam bahasa asing, maka AI dapat menterjemahkannya di dalam bahasa Indonesia. Atau  melalui aplikasi ini, maka siswa dapat belajar secara mandiri tentang apa yang dijelaskan gurunya dengan program terjemahan. AI dapat digunakan sebagai mentor virtual, yaitu instrumen yang dapat digunakan untuk belajar secara mandiri atas program pembelajaran yang dilakukan oleh guru atau sumber belajar lainnya dengan mendengarkan bahan-bahan pembelajaran yang disiapkan melalui aplikasi AI. 

  

Google Classrom dapat  digunakan untuk pembelajaran on line yang memungkinkan guru dapat mengajar dan memberikan tugas melalui kelas virtual. Kahoot,  memungkinkan guru membuat kuis di dalam pembelajaran sehingga bisa menjadi permainan yang menarik. Guru dapat membuat kuis, jajag pendapat atau survei tentang pembelajaran. Dengan Edmodo,  guru dapat membuat kelompok  kelas, memberi tugas,  berbagi materi pembelajaran, untuk siswa dan bahkan orang tua. Remind, yaitu  aplikasi yang digunakan untuk mengingatkan siswa dan orang tua tentang tugas yang harus diselesaikan oleh siswa. Quizlet adalah  aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam mengingat atau menghafal atas pembelajaran yang didapatkan. Guru dapat membuat kartu kata, test dan permainan. 

  

Pembelajaran moderasi beragama dapat dilakukan melalui program separated curriculum, artinya dicantolkan di dalam mata pelajaran yang relevan. Oleh karena itu, dengan  menjadikan Teknologi AI, maka dimungkinkan bahwa program pembelajaran akan lebih efektif. Para guru PAI harus menjadi contoh  guru yang professional dalam kerangka menggunakan AI untuk kepentingan pembelajaran. 

  

Wallahun a’lam bi al shawab.