(Sumber : Inspirasi Berwawasan Edukasi)

Pemeringkatan Perguruan Tinggi: Relevansi dan Urgensi

Opini

Beberapa hari yang lalu, sempat terungkap di media social tentang beberapa  perguruan tinggi ternama di dunia yang menanggalkan peringkat internasional, karena dianggap tidak fungsional bagi perguruan tinggi dimaksud. Ketepatan bahwa yang melakukannya adalah perguruan tinggi yang sudah memiliki reputasi internasional dan memang telah menjadi destinasi banyak orang yang ingin belajar di perguruan tinggi tersebut. Bagi mereka peringkat internasional yang dirilis oleh beberapa lembaga pemeringkatan internasional tersebut tidak memiliki makna bagi institusi pendidikan tingginya.

  

Dewasa ini, persoalan pemeringkatan PT telah menjadi tradisi. Artinya, bahwa pemeringkatan PT tersebut menjadi ukuran kemajuan yang dicapai oleh sebuah lembaga pendidikan. Makanya, banyak pimpinan PT yang mendorong agar PT yang dipimpinnya masuk dalam peringkat terbaik PT di dunia internasional. Standart yang dijadikan ukuran oleh lembaga pemeringkatan lalu dipenuhi agar menghasilkan ranking yang baik bagi PT di bawah kepemimpinannya. 

  

Para pimpinan PT merasa bahwa dengan telah memasuki ranking dunia tersebut,  maka telah terjadi kemajuan yang seirama dengan perkembangan PT yang modern dan berskala internasional. Makanya, pemahaman tentang pemeringkatan internasional menjadi sangat fundamental dalam pengembangan kemajuan PT. Semakin banyak peringkat internasional, maka semakin berkualitas institusi pendidikan dimaksud. 

  

Memang dorongan untuk masuk dalam institusi pendidikan berkelas dunia atau disebut sebagai World Class University (WCU) telah merasuki seluruh mindset pimpinan perguruan tinggi. Para rektor dapat menggunakan pencapaian WCU sebagai tolok ukur akan keberhasilan kepemimpinannya. Dan pencapaian target WCU tersebut salah satunya adalah hasil pemeringkatan internasional sebagaimana yang menjadi konsern dari intitusi peringkat dunia, misalnya Webometrics berbasis pada seberapa kuat web yang dimiliki oleh PT. 

  

Memang banyak PT yang sedang memasuki ranah internasionalisasi. Bahkan program internasionalisasi menjadi bagian tidak terpisahkan dari visi dan misi PT dimaksud. Jika kita amati tentang visi dan misi pengembangan lembaga pendidikan tinggi,  maka dipastikan bahwa ada visi dan misi yang secara eksplisit menggambarkan mengenai visi dan misi internasionalisasi. Jika mengacu pada konten visi dan misi PT maka dipastikan terdapat gambaran tentang area visi dan misi yang terkait dengan pengembangan jejaring internasional. Tidak hanya pemeringkatan, tetapi juga kelas-kelas internasional yang dikembangkannya. Semakin banyak jejaring kerja sama internasional dalam banyak program, maka semakin tinggi peringkat baik nasional maupun internasional. Bahkan untuk pengakuan BAN PT atau LAM, maka jejaring internasional menempati posisi strategis. 

  

Jika dewasa ini terdapat semacam kritik atas lembaga pemeringkatan internasional tentang institusi pendidikan tinggi, maka sesungguhnya merupakan koreksi atas penting atau tidaknya lembaga pemeringkatan dan peringkat yang diberikannya. Tentu bagi perguruan tinggi yang sudah memiliki pengakuan atau rekognisi social dan pendidikan internasional, seperti  University of Zurich (UZH) dan Utrecht University, kemudian di China Renmin University of China, Nanjing University dan Lanzhou University,  maka mengundurkan diri dari dunia pemeringkatan Internasional tentunya hal yang sangat wajar. PT-PT ini sudah survive dengan dirinya sendiri tanpa harus terikat dengan dunia pemeringkatan internasional. PT di dunia maju seperti Eropa, Amerika dan China tentu memiliki basis pemikiran  tentang makna pemeringkatan PT tersebut bagi kualitas dan pengembangan PT yang tidak signifikan. Bisa jadi,  mereka tidak memerlukan pemeringkatan disebabkan pada kenyataannya bahwa   kemajuan dan perkembangan  PT itu sudah sangat baik. Tata Kelola, program pembelajaran, pemanfaatan IT untuk pengembangan PT, dan impak PT pada kehidupan social masyarakat sudah tidak diragukan. Misalnya alumni Utrecht dipastikan sudah berkualitas, sehingga tanpa peringkat yang bertele-tele,  maka PT tersebut sudah unggul. 

  

Hal ini tentu berbeda dengan perguruan tinggi di negara berkembang, yang status pemeringkatan tersebut penting sebagai basis pengukuran kinerja. Misalnya Webometric, dan 4ICU akan dapat dijadikan sebagai basis pengembangan karya akademis dosen dan mahasiswa yang akan berdampak bagi kemajuan PT dimaksud. Kemudian misalnya Times Higher Education Supplement (THES), QS World University Ranking, Shanghai Academic Ranking of World University (ARWU), yang memberikan pemeringkatas atas PT dalam kancah global tentu dapat menjadi ukuran sejauh mana peringkat PT dalam tataran internasional. 

  

PT di Indonesia, saya kira masih perlu untuk terlibat di dalam pemeringkatan internasional. Ada beberapa pertimbangan yang bisa dijadikan sebagai patokan dalam konteks peringkat internasional, yaitu: pertama, sebagai ukuran kinerja PT dalam kompetisi dengan PT lain. Melalui peringkat ini, maka memacu gairah pengembangan PT melalui keinerja yang terukur dan jelas. Kedua, PT akan dapat merancang masa depan, misalnya empat tahun ke depan tentang sector mana yang harus diperkuat, dan sector mana yang harus dipertahankan. PT dapat melakukan akselerasi atas kelemahan yang didapatkannya atas pemeringkatan dimaksud. Ketiga, melakukan evaluasi atas kinerja PT dalam kaitannya dengan aspek mana yang perlu dilanjutkan dan mana yang harus diakselerasi. Melalui peringkat tersebut akan diketahui pada bagian mana yang diperlukan untuk diperbaiki. Keempat, rekognisi  internasional akan dapat memberikan gairah bekerja sama secara lebih mendasar dan terukur. Tidak hanya untuk kepentingan internal PT tetapi juga kepentingan keluar bagi stakeholder. Kelima, upaya kinerja secara berkelanjutan. Melalui pemeringkatan internasional, maka akan didapati upaya secara terus menerus, memelihara dan meningkatkan upaya yang sudah baik.

  

Dengan demikian, PT di Indonesia khususnya PTKIN tetap harus mengikuti atau terlibat di dalam pemeringkatan internasional agar kita mendapatkan feedback atas upaya bersama di dalam memajukan PT.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.