Kisah Fat Cat Gamer Asal China yang Kematiannya Curi Perhatian
InformasiEva Putriya Hasanah
Kisah "Fat Cat" merujuk pada kisah tragis seorang gamer muda asal China bernama Pang Mao, pemuda berusia 21 tahun, yang juga dikenal dengan sebutan Fat Cat. Pada bulan April 2024, Pang Mao ditemukan meninggal bunuh diri setelah melompat dari jembatan Sungai Yangtze di Chongqing. Kisah ini menjadi viral di media sosial China dan menuai banyak perhatian.
Pang Mao nekat mengakhiri hidupnya setelah mengalami putus cinta. Ada dugaan bahwa putus cinta ini menjadi penyebabnya mengambil keputusan tragis tersebut. Kisah cintanya dengan seorang wanita bernama Tan Zhu menjadi pusat perhatian dalam tragedi ini. Fat Cat pertama kali bertemu dengan Tan Zhu melalui game online, dan mereka mulai menjalin hubungan. Fat Cat sangat mencintai Tan Zhu dan mereka berpacaran selama dua tahun.
Tan Zhu, yang lebih tua dari Fat Cat, diketahui telah memanfaatkan hubungannya dengan Fat Cat untuk keuntungannya sendiri. Selama dua tahun berpacaran, Fat Cat telah mengorbankan banyak hal demi Tan Zhu, termasuk waktu, tenaga, dan uang. Fat Cat bahkan rela meninggalkan pekerjaannya dan mengumpulkan uang sebanyak Rp1 miliar untuk Tan Zhu.
Sebelum mengakhiri hidupnya, Fat Cat menyampaikan kesedihannya di akun Douyinnya, mengungkapkan perasaan sedih dan keputusasaan setelah peristiwa tersebut. Kisahnya yang menyentuh hati segera menjadi viral dan memantik reaksi simpati dari ratusan ribu hingga jutaan orang di berbagai platform media sosial.
Kisah Fat Cat telah membuat banyak orang terkejut dan sedih. Banyak orang berbondong-bondong mendatangi jembatan dan sungai tempat Pang Mao bunuh diri. Tak sedikit yang membawa bunga dan makanan yang diinginkan oleh Pang Mao, seperti makanan dari restoran McDonald's. Melalui media sosial, pengguna seperti akun @mjxiboy dan @avarina_sisy berbagi cerita dan menyampaikan rasa sedih mereka setelah mendengar kisah Fat Cat. Kisah tragis Fat Cat ini mencuri perhatian banyak warganet, termasuk di China itu sendiri. Bahkan, Presiden China Xi Jinping menetapkan hari kematiannya sebagai "hari lelaki setia sedunia".
Sebuah Pelajaran dari Kisah Fat Cat
Kisah Fat Cat mengingatkan kita akan bahaya tekanan yang dapat ditimbulkan oleh hubungan yang tidak sehat. Fat Cat menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk membuat kekasihnya bahagia, tetapi hubungan mereka tetap tidak seimbang dan tidak saling menghargai.
Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, seringkali kita cenderung memberikan ekspektasi yang terlalu tinggi. Hal ini dapat membawa dampak negatif pada diri sendiri, seperti melupakan dan tidak mencintai diri sendiri. Memberikan batasan dalam hubungan berarti mengenali dan menghormati batas-batas pribadi kita sendiri adalah sebuah hal yang sangat penting. Ini berarti tidak mengorbankan diri sendiri atau menempatkan kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaan diri sendiri. Ketika seseorang memberikan ekspektasi yang terlalu tinggi pada orang lain, orang itu mungkin akan kecewa dan merasa tidak dihargai ketika harapan nya tidak terpenuhi.
Pentingnya memberikan batasan dalam hubungan juga berkaitan dengan menjaga kesehatan mental dan emosional. Ketika seseorang tidak memberikan batasan dalam hubungan, mereka mungkin akan mengalami stres, kecemasan, dan kelelahan yang berkepanjangan. Sehingga dengan memahami dan menghormati batas-batas diri sendiri, seseorang dapat menghindari situasi yang merugikan dan menjaga kesehatan mental.

