Perjalanan Umrah: Azam Travel Haji dan Umrah Berfokus Pelayanan (Keempat)
OpiniJanganlah merasa kemudaan sebagai variable penting di dalam pelaksanaan upacara haji atau umrah. Ada banyak yang usianya muda tetapi karena tidak terlatih melakukan olah raga, khususnya jalan kaki, maka di saat melakukan upacara thawaf untuk mengelilingi ka’bah dalam tujuh putaran dan dilanjutkan dengan upacara Sa’I dari bukit Shafa ke Marwah juga dalam tujuh kali putaran, maka kaki bisa saja kram atau kaku. Akan tetapi orang tua yang sering melakukan olah raga, khususnya jalan kaki, maka perjalanan itu tidak menjadi hambatan.
Kawan-kawan dari daerah yang kebanyakan para petani, maka tidak merasakan kendala di dalam upacara-upacara haji atau umrah karena terbiasa jalan kaki di sawah atau ladang. Biasa saja. Yang paling rentan adalah para pegawai negeri atau swasta yang selalu duduk seharian di kantor dan tidak melakukan jalan kaki. Rasanya, dipastikan akan mengalami kendala pada saat melakukan ibadah thawaf dan sa’i.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa factor usia bisa menjadi kendala. Namun juga tidak bisa digeneralisasikan. Dalam pengamatan saya, misalnya Kiai Ibad yang usianya 80 tahun, akan tetapi dengan nyaman melakukan ibadah thawaf dan sa’i. Beliau memimpin sendiri jamaah umrah yang mengikuti perjalanan Umrah dalam paket Azam Tour and Travel yang bermaskas di Pesantren Uluwiyah Mojosari Mojokerto. Perizinannya didapatkan sewaktu saya masih berada di Kementerian Agama Pusat.
Sekarang Azam Tour and Travel ini sudah eksis untuk memberangkatkan haji dan umrah. Sebelum Covid-19, Azam Tour and Travel bahkan pernah memberangkatkan sebanyak 300 jamaah, dan kisaran tiap memberangkatkan jamaah umrah sekurang-kurangnya 50 orang. Kali ini memberangkatkan sebanyak 45 orang. 15 orang melalui pesawat Garuda, dan 30 orang melalui pesawat Lion. Yang Lion dari Surabaya langsung ke Jeddah dan yang Garuda transit Jakarta dan baru ke Jeddah.
Hal yang membuat senang karena jamaah umrah tersebut ditempatkan di Movenvick Hotel, sebuah hotel bintang V, dan sejajar dengan beberapa hotel lainnya, misalnya Zam Zam Hotel atau Le Meridien Hotel. Memang yang dijadikan sebagai tempat pemondokan adalah hotel-hotel yang sangat dekat dengan Masjidil Haram. Azam Tour and Travel telah memberangkatkan sebanyak 12.000 jamaah haji, 5.820 Jamaah Umrah dengan standart Kepuasan Jamaah sebesar 99 persen. Biro Travel ini didirikan pada tahun 2018. Dan telah memiliki pengalaman yang cukup panjang di dalam menajemen pemberangkatan haji dan umrah. Sebelumnya pada 2016 sudah terlibat di dalam konsorsium pemberangkatan Jamaah haji dan umrah, maka di kala didapatkan izin dari Kementerian Agama, maka secara otomatis sudah memiliki pengalaman yang panjang.
Salah satu visi utama pendiri Azam Tour and Travel, Kiai Zainul Ibad adalah untuk melayani umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah Haji dan Umrah secara baik dan benar. Dengan visi seperti itu, maka yang disasar oleh Biro travel ini adalah bagaimana agar ibadah haji dan umrah masyarakat Islam akan semakin baik. Makanya manasik haji dan umrah menjadi target penting di dalam pembimbingan jamaah.
Sebagai biro travel Haji dan Umrah yang sudah mengalami banyak pengalaman, maka koordinasi dengan tim di Surabaya, Jakarta dan Arab Saudi memang benar-benar dioptimalkan. Berdasarkan pengamatan Bu Nyai Zainul Ibad, ternyata banyak jamaah haji dan umrah yang pengetahuan ibadahnya sangat sedikit. Itulah sebabnya, di dalam Biro Travel Haji dan Umrah Azam benar-benar diperhatikan pemahaman dan pengamalan ibadah haji atau umrahnya. Kiai Ibad dan Bu Nyai Ibad sendiri yang memimpin jamaah umrah. Dalam kasus umrah sekarang ini, terbagi dua kloter Garuda dan kloter Lion, maka Kyai Ibad yang memimpin jamaah umrah via Garuda dan Bu Nyai yang memimpin jamaah via Lion. Mereka berdua yang memimpin thawaf, Sa’i bahkan city tour.
Azam Tour and Travel, juga sangat concern dalam pelayanan. Misalnya untuk pelayanan hotel, maka selalu dipilihkan hotel yang sangat dekat dengan masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pada keberangkatan Umrah tanggal 30 Januari sampai 10 Pebruari 2024, maka dipilihlah Hotel Movenpick. Hotel ini sangat dekat dengan Masjidil Haram, dan bahkan karena jumlah jamaah Umrah yang membludak, maka halaman depan Hotel ini digunakan untuk shalat jamaah. Bagi yang malas pergi ke Masjidil Haram, maka cukup menanti pelaksanaan shalat rawatib di halaman hotel.
Sebagai hotel Bintang lima, Movenvick Hotel memang bagus secara fisikal dan pelayanannya. Di lantai dasar terdapat sangat banyak gerai yang menjajakan berbagai jenis barang. Misalnya parfum, pakaian, emas, kitab, jam tangan, asesori, bahkan kafe. Karena tempatnya di Hotel Berbintang, maka jangan disamakan dengan barang-barang di pinggir jalan atau pasar. Barangnya berasal dari produk perusahaan bermerek. Jam tangan bermerek, atau emas dengan desain halus dan prospektif menjadi luar biasa. Dosen agak susah untuk membelinya.
Pelayanan makannya juga sangat baik. Campuran antara makanan Timur Tengah dan juga Asia. Di Lantai M1, tempat sajian makanan, kelihatannya memang disediakan makanan khusus untuk orang Indonesia dan Malaysia. Bangsa serumpun ini memang memiliki cita rasa makanan yang nyaris sama. Sama-sama menyukai makanan bersantan seperti ikan ayam, daging sapi atau kikil dan kepiting. Dan yang tidak pernah dilupakan adalah makanan kurupuk. Rasa makan menjadi makin nikmat dengan kurupuk tersebut. Soup, sayuran, buah-buahan, salad, pudding dan juga pudding coklat. Minuman teh, kopi dan susu juga tersedia dengan cukup. Berbagai jenis roti juga menjadi menu tambahan sarapan pagi.
Faktor akomodasi, transportasi dan konsumsi merupakan tiga variable penting dalam penyelenggaraan ibadah umrah. Jika ketiganya dipenuhi oleh Biro travel Haji dan Umrah maka dipastikan bahwa kepuasan pelanggan akan didapatkan.
Wallahu a’lam bi al shawab.

