(Sumber : Dokumentasi Penulis )

Perjalanan Umrah: Mekkah dan Madinah Kota Dunia (Bagian Kesembilan)

Opini

Adakah kota di dunia yang seramai dua kota di Arab Saudi, Mekkah dan Madinah? Saya kira tidak ada. Dua kota ini menjadi ikon kota paling ramai di dunia, sebab keduanya adalah kota tempat ibadah umat Islam diselenggarakan. Kota yang menjadi pusat ibadah di dalam agama Islam. Kota ini menjadi pusat ibadah  di kala musim haji. Ada sebanyak empat sampai lima juta orang yang melakukan ibadah haji dalam waktu yang bersamaa, dan di waktu lainnya menjadi tempat tujuan umrah yang juga didatangi oleh umat Islam dari  berbagai negara di seluruh dunia.

  

Mekkah dan Madinah merupakan kota yang paling sibuk pada waktu bulan haji atau bulan Dzulhijjah setiap tahun dalam bulan Qamariyah. Selain itu juga menjadi kota tujuan ibadah umrah yang juga disebut sebagai haji kecil. Setiap umat Islam pasti mendambakan untuk mendatangi dua kota ini. Dua kota suci yang memiliki rekam sejarah yang sangat panjang. Kota Makkah didirikan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, yang merupakan kakek moyang nabi-nabi. Dua orang putra Nabi Ibrahim, Ismail dan Ishaq, menjadi cikal bakal bagi kelahiran agama-agama Semitis yang dibangsakan kepada Nabi Ibrahim AS. Agama Yahudi datang dari keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Sarah melalui Nabi Ishaq, demikian pula agama Nasrani juga datang darinya. Sedangkan Islam datang dari keturunan jalur Hajar kemudian Nabi Ismail AS dan sampai  Nabi Muhammad SAW. 

  

Umat Islam dipastikan memimpikan untuk datang ke tanah suci. Dua kota, Mekkah dan Madinah, memang memiliki kekhasannya masing-masing. Mekkah terdapat ka’baitullah atau Rumah Allah Yang Suci, lambang kesatuan ibadah bagi umat Islam, menjadi pusat peribadatan haji, sedangkan Madinah terletak makam manusia Suci, Nabi Muhammad SAW. 

  

Dalam level umrah, saya menyaksikan sendiri keramaian kota Mekkah dan juga keriuhrendahan kota Madinah. Semua menggambarkan bahwa kedua kota ini memang menjadi pusat ibadah bagi umat Islam. Ada keyakinan bagi umat Islam, siapa yang bisa mengunjungi kedua kota ini akan mendapatkan keutamaan dalam pahala shalat yang akan diganjar dengan 100.000 kali dalam satu kali shalat berjamaah. 

  

Makkah al mukarramah dapat diartikan sebagai kota yang mulia. Kota Mekkah memiliki jarak 70 KM dari Jeddah yang berada di tepi Laut Merah. Kota Mekkah semenjak lama menjadi rebutan para penguasa di sekitarnya dan akhirnya dapat direbut oleh Bani Saud  pada tahun 1925 dan akhirnya mendirikan Kerajaan Saudi Arabia. Hingga hari ini, Mekkah dan Madinah menjadi bagian penting dari Kerajaan Saudi Arabia, dan kerajaan ini mendapatkan sebutan sebagai khadimul Haramain, atau penjaga dua kota suci Makkah dan Madinah. Di Kota Mekkah terdapat bangunan tertinggi keempat, yaitu Menara Abraj Al Bait, dan luas bangunan Masjidil Haram merupakan bangunan terluas ketiga di dunia. Di Mekkah terdapat bangunan termahal di dunia dengan bangunan Masjidil Haram senilai 100 Milyar dolar Amerika dan Menara Abraj Al Bait senilai 15 Milyar dolar AS. 

  

Kota kedua yang menjadi situs penting bagi umat Islam adalah Kota Madinah. Di kota inilah terdapat Makam Nabi Muhammad SAW beserta beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW. Di antara yang dimakamkan berdampingan dengan Nabi Muhammad SAW di Kompleks Masjid Nabawi yaitu Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Situs inilah yang menjadikan Madinah sebagai kota yang didambakan oleh umat Islam untuk dikunjungi. 

  

Jika musim haji, maka kota ini menjadi tujuan untuk shalat arba’in atau shalat selama 40 kali berjamaah di Masjid Nabawi. Pahala sekali shalat jamaah sebanyak 100.000 kali lipat pahalanya tentu menjadi daya tarik sendiri bagi umat Islam. Jamaah haji, khususnya dari Indonesia dipastikan akan hadir di Masjid Nabawi untuk mengamalkan sunnah Nabi tersebut. Demikian pula jamaah umrah juga menyempatkan datang ke Masjid Nabawi untuk napak tilas kepada para ulama dan jamaah haji sebelumnya. Jika melakukan umrah dan belum berjamaah di masjid Nabawi, maka dianggap kurang afdhal atau kurang utama. 

  

Kota Madinah, sebelumnya bernama Kota Yatsrib. Kota ini menjadi pusat kekuatan Islam semenjak Nabi Muhammad SAW sampai kepada para khalifah sesudahnya, Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Ustman dan Sayyidina Ali. Dan kemudian menjadi kota utama bagi kekuasaan Islam di masa lalu. Di kota ini terdapat tiga masjid kuno, yaitu Masjid Quba, Masjid Nabawi dan Masjid Qiblatain. Kota ini juga dikenal sebagai kota yang menjadi tujuan ibadah atau  rekreasi spiritual yang kedua setelah Makkah Al Mukarramah. Selain itu,  kota Madinah pada zaman Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai kota yang dihuni oleh penduduk berbagai macam keyakinan seperti agama Yahudi, Nasrani dan juga Majusi.

  

Kota Makkah dan Madinah adalah kota yang menjadi lambang keagungan dan kebesaran Islam. Di dua kota ini terdapat situs tertua di dunia, yaitu Ka’baitullah, yang menjadi pusat peribadatan umat Islam. Jika kita shalat menghadap kiblat, Baitullah, bukan berarti kita itu menyembah batu hitam yang terletak di tengah Masjidil Haram, akan tetapi sesungguhnya adalah lambang kesatuan energi umat Islam. Ka’bah adalah wujud empirisnya, dan Allah adalah wujud substansinya. Kala kita menghadap ke Ka’bah maka hakikatnya adalah membangun kesatuan energi dengan Allah SWT. Energi spiritual itu yang sangat penting. Jadi hakikat arah mana wajah kita dihadapkan, ke utara, selatan, timur dan barat, maka hakikatnya atau substansinya adalah mengabdi kepada Allah SWT. 

  

Wallahu a’lam bi al shawab.