(Sumber : Carscoops)

Rolls Royce Black Badge Ghost Ekleipsis: Hanya Untuk Kaum Super Kaya

Opini

Jika anda Aparat Sipil Negara (ASN) atau Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), maka jangan bermimpi untuk naik mobil dengan jenis ini apalagi membelinya. Untuk menghafal namanya saja sudah susah apalagi menaiki atau membelinya. Mobil Rolls Royce ini  hanya diproduksi sebanyak 25 unit dan memang diciptakan untuk membangun imaj sebagai mobil eksklusif dan di dunia hanya ada sangat sedikit  orang yang bisa memilikinya. Konon kabarnya mobil ini sudah habis dipesan oleh orang-orang kaya atau super tajir di dunia. Peluncuran mobil ini dilakukan tepat ketika terjadi gerhana matahari, sehingga dapat memberikan kesan keajaiban dunia yang diekspresikan di dalam mobil hebat tersebut. Sayangnya tidak disebutkan berapa harganya. Mungkin agar tidak terjadi kecemburuan social. 

  

Mobil ini hadir diinspirasikan oleh Gerhana Matahari Total (GMT), sehingga seluruh desain eksterior dan interiornya dibuat dengan pencahayaan sebagaimana cahaya kala terjadi GMT.  Para seniman dan teknisi dari Rolls Royce mengekspresikan interior dan eksteriornya dengan inspirasi GMT sehingga asesorinya menggambarkan tentang gabungan antara warna hitam dan cahaya yang muncul dalam GMT. Fenomena alam inilah yang kemudian dituangkan dalam menciptakan mobil Rolls Royce yang super canggih dan eksotik. 

  

Tidak usah dibayangkan bagaimana desainnya. Berdasarkan gambaran di dalam Majalah Batik Air, maka interior mobil ini terbuat dari bahan-bahan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Sorotan utamanya adalah versi animasi dari starlight headliner. Melalui area hitam di tengah dikelilingi 940 bintang dan 192 bintang lainnya yang tersebar lebih jauh. Setiap kali pintu ditutup, maka akan menunjukkan warna-warni bintang dimaksud. Kala driver menyalakan mesin mobil, maka cahaya indah tersebut akan bisa dinikmati selama 7 menit dan 31 detik, yang menggambarkan terjadinya GMT terpanjang. 

  

Di dunia ini memang terdapat 1% orang kaya yang tingkat kekayaannya luar biasa. Bahkan lebih besar dari APBN Indonesia tahun 2023. Ada di antara mereka yang kekayaannya itu lebih dari Rp4.000 trilyun. Orang seperti ini tentu dengan sangat mudah untuk membeli mobil apapun dengan harga berapun. Orang yang sudah khatam urusan ekonominya, artinya sudah tidak memiliki beban ekonomi yang menyusahkan. Orang yang kaya seperti ini tentu tidak lagi berpikir tentang bagaimana uang tersebut digunakan tetapi bagaimana uang tersebut beranak pinak sebagaimana konsep ekonomi kapitalis. Uang terus menjadi modal, dan modal menjadi modal berikutnya atau bagaimana uang berakumulasi menjadi modal. 

  

Berdasarkan data 10 orang kaya di dunia dari Indonesia, maka Robert Budi Hartono memiliki kekayaan sebesar Rp393,67 T, Low Tuck Kwong hartanya sebesar Rp385,86 T, Michael Hartono dengan kekayaan sebesar Rp376 49, Prayogo Pangestu Rp148,41 T, Sri Prakash Lohia dangan harta sebanyak  Rp101,54 T, Taher dan Keluarga Rp82.8 T, Chairul Tanjung dengan harta 73,42 T, Lim Haryanto Wijaya Sarwono dengan harta sebesar Rp67,17 T, Djoko Santoso dengan kekayaan sebanyak Rp65,61 T dan Dewi Kam dengan total kekayaan sebanyak Rp62,49 T. 

  

Bandingkan dengan kekayaan 10 orang di dunia, Elon Musk memiliki harta sebanyak Rp4.080 T, Bernard Arnault dan keluarga sebesar 2.984 T, Jeff Bezos sebesar Rp2.367 T, Larry Ellison sebesar Rp2.209 T, Warren Buffett sebesar Rp1.816 T, Larry Page sebesar Rp 1.813 T, Mark Zuckerberg sebesar Rp1.741 T, Sergey Brin sebesar Rp1.471 T, Bill Gates sebesar Rp1.711 T dan Steve Ballmer sebesar Rp1.566 T. 

  

Fenomena hanya terdapat 1% orang yang kaya dan super kaya tersebut  terdapat pada seluruh negeri di dunia. Mereka adalah penikmat system kapitalisme yang sesungguhnya hanya menguntungkan sejumlah kecil orang kaya.   Mereka  dapat memanfaatkan system kapitalisme untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya melalui dukungan yang kuat dari penguasaan ekonomi dunia.

  

Fenomena hanya terdapat 1% orang kaya yang memiliki asset 99% tersebut yang meresahkan Joseph E. Stiglitz, dengan dua bukunya yang sangat terkenal, yaitu The Great Divided and The Prize of inequality. Dua buku ini memberikan warning bagi ketimpangan social yang diakibatkan oleh system ekonomi kapitalis yang bisa menimbulkan masalah social. Jika system ekonomi kapitalis tidak memberikan solusi atas ketidakadilan global, bukan tidak mungkin akan menyebabkan krisis dan akan berakibat atas konflik social. Berkat pikiran yang cemerlang ini, maka Stiglitz akhirnya mendapat hadiah nobel dalam bidang ekonomi dan perbaikan dalam system kapitalisme yang dikenal sebagai kapitalisme yang layak. 

  

Mobil yang sangat sulit untuk menghafalkan namanya, pokoknya Rolls Royce terbaru itu, tentu bukan lagi menjadi barang mewah bagi orang terkaya di dunia. Apalagi jika hartanya di atas Rp1.000 T. Bagi orang terkaya di Indonesia juga pasti bisa membelinya. Tetapi untuk 25 unit Rolls Royce ini dipastikan pembelinya adalah mereka yang disebut orang-orang super kaya yang hartanya tidak lagi mampu dinalar oleh dosen sekalipun. 

  

Akhirnya, di tengah system kapitalisme global ternyata juga memberikan inspirasi untuk menciptakan inovasi-inovasi di dalam berbagai jenis produk. Bisa saja berupa mobil mewah, tas mewah, jam tangan mewah dan perhiasan mewah. Semua menggambarkan dari klas mana orang yang memakainya. Dipastikan bahwa tampilan orang dengan asesori seperti ini adalah kaum high class atau bahkan super high class, yang dengan hartanya bisa membeli apa saja yang diinginkannya.

  

Tetapi bagi agamawan, yang tentu agak sulit untuk membeli kemewahan, lalu berceramah: “semua itu adalah perhiasan dunia, yang tidak abadi dan bisa saja justru menyengsarakan kelak di akhirat.” Lebih lanjut lalu dinyatakan: “hiasilah dunia ini dengan amalan shalihan yang dipastikan akan menjadi jaminan untuk memperoleh kebahagiaan abadi di akhirat.”

  

Wallahu a’lam bish  shawab.