Relasi Spiritualitas, Gaya Hidup Sehat dan Kesehatan Mental
Riset SosialTulisan berjudul “The Relationship Between Spirituality, Health-Related Behaviour, and Psychological Well Being” merupakan karya Agniezka Bozek, Pawel F. Nowak dan Mateusz Blukacz. Artikel ini terbit di Frontiers in Psychology Journal tahun 2020. Tujuan dari penelitian tersebut adalah mengetahui relasi atau hubungan antara spiritualitas, gaya hidup sehat dan kesehatan mental. Data diperoleh melalui survey yang dilakukan kepada 595 mahasiswa dari enam universitas yang berbeda. Sejumlah 295 mahasiswa dari jurusan kesehatan fisik, fisioterapi, pariwisata dan rekreasi, sedangkan 300 mahasiswa berasal dari jurusan psikologi, pedagogi atau teologi. Analisis jalur (path analysis) dan regresi linier digunakan guna mengetahui model relasi antara ketiganya. Terdapat dua sub bab dalam review ini. Pertama, sekilas tentang spiritualitas, gaya hidup sehat dan kesehatan mental. Kedua, relasi spiritualitas, gaya hidup sehat dan kesehatan mental.
Sekilas Tentang Spiritualitas, Gaya Hidup Sehat dan Kesehatan Mental
Hampir 20 tahun lalu, penelitian dalam bidang psikologi terkait kesehatan mental mulai berubah, bukan lagi hanya sekadar pada gangguan mental. Penelitian terkait kesehatan mental dapat dilakukan dalam dua pendekatan. Pertama, pendekatan hedonistik yang terkait dengan kesenangan afektif dalam hidup seseorang. Kedua, pendekatan eudaemonistik yang terkait dengan seseorang memahami fungsi diri sehingga dapat mewujudkan potensi yang dimiliki.
Di dalam menjelaskan terkait spiritualitas, Bozek, Nowak dan Blukacz mengutip definisi dan teori dari beberapa tokoh. Terkait dengan definisi, mereka mengutip pernyataan Woods dan Ironson serta Hart. Menurut Woods dan Ironson dalam artikelnya yang berjudul “Religion and Spirituality in the Face of Illness: How Cancer, Cardiac and HIVV Patients Describe Their Spirituality/Religiosity” menyatakan bahwa spiritualitas adalah penarian kebenaran universal sekaligus kegiatan yang memungkinkan orang menemukan makna dan signifikansi dunia dan sekitarnya. Menurut Hart dalam bukunya yang berjudul “The Hidden Spring: The Spiritual Dimension of Theraphy” menyatakan bahwa spiritualitas adalah cara di mana individu memiliki keyakinan dalam hidup yang mengacu pada kehidupan setelah kematian. Spiritualitas juga dianggap sebagai realitas yang dinamis, terus menerus mengeksplorasi hal baru, dan berusaha mencari makna dari hidup secara lebih luas.
Terkait dengan teori yang digunakan pada penelitian tersebut, Bozek, Nowak dan Blukacz menggunakan teori milik Heszen Niejodek dan Gruszynska yakni Self-Reported Questionnaire sebagai subskala di mana faktor keseluruhan spiritualitas terdiri dari sikap religius berupa pengalaman keagamaan, pengaruh pilihan moral dan perilaku dan hubungan kepada Tuhan; sensitivitas etnis berupa nilai-nilai etika dan kepatuhan terhadap Tuhan; harmoni nerupa ketenangan di dunia, konsistensi internal dan kohesi dari berbagai aktivitas diri. Tingkat spiritualitas diukur dari 20 pernyataan dengan skala Likert lima poin dengan keterangan satu tidak pasti hingga lima dengan keterangan pasti.
Bozek, Nowak dan Blukacz mengutip definisi gaya hidup sehat dari Conner dan Norman. Di dalam bukunya yang berjudul “Predicting Health Behaviour”, keduanya menyatakan bahwa gaya hidup sehat merupakan setiap kegiatan yang dilakukan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Gaya hidup sehat biasanya terkait dengan aktivitas fisik dan diet.
Pada penelitian tersebut, para peneliti menggunakan empat pendekatan milik Juczynski terkait kategori gaya hidup sehat. Pertama, asupan makanan yang biasa dikonsumsi. Kedua, profilaksis yakni mematuhi rekomendasi terkait aturan hidup sehat. Ketiga, sikap positif yakni menghindari emosi yang berlebihan, stres dan situasi yang menyebabkan depresi. Keempat, praktik pro-kesehatan seperti kebiasaan tidur, relaksasi dan aktivitas fisik.
Guna menjelaskan definisi dan teori terkait kesehatan mental, Bozek, Nowak dan Blukacz mengutip dari WHO, sedangkan teori yang digunakan adalah milik Krok dan Ryff. Menurut WHO, sehat merupakan keadaan fisik, mental dan sosial yang sejahtera yakni terbebas dari penyakit atau tidak lemah. Kesehatan mental mencakup berbagai hal termasuk keyakinan terhadap diri sendiri, penerimaan diri, keyakinan bahwa hidup memiliki makna. Pada penelitian tersebut, kuesioner yang disebarkan diadopsi dari penelitian Krok dan Ryff dengan pendekatan konsep eudemonistik. Kuesioner tersebut berisi 42 item dengan enam sub skala yakni penerimaan diri, pertumbuhan pribadi, tujuan hidup, hubungan baik dengan orang lain, lingkungan dan otonomi. Enam sub skala tersebut dinilai dengan tujuh poin dengan keterangan angka satu sangat tidak setuju sampai tujuh dengan keterangan sangat setuju.
Relasi Spiritualitas, Gaya Hidup Sehat dan Kesehatan Mental
Berdasarkan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa spiritualitas dan gaya hidup sehat berhubungan dengan kesehatan spiritual. Spiritualitas menunjukkan hubungan positif dengan gaya hidup sehat dan kesehatan mental. Relasi spiritual dan gaya hidup sehat lebih kuat dalam pikiran manusia. Kestabilan spiritual dari waktu ke waktu berpengaruh pada kekuatan karakter seseorang. Artinya, spiritualitas dapat memperkuat kesehatan mental. Fakta di atas sesuai dengan hasil dari penelitian Giannone dan Kaplin yang berjudul “How Does Spiritual Intelligence Relate to Mental Health in a Western Sample?” tahun 2020 bahwa pemikiran eksistensial, produksi makna, dan intervensi spiritual berhubungan dengan kesehatan mental.
Spiritualitas dan gaya hidup sehat memiliki peran penting dalam menentukan kesehatan mental. Fokus pada kesehatan fisik dan tubuh atau kesehatan psikososial dan pikiran menentukan kesejahteraan mental. Namun, klaim semacam ini membutuhkan banyak penelitian, terutama dengan pendekatan berbagai jenis gaya hidup yang berkaitan dengan kesehatan. Temuan penelitian ini melengkapi literatur bahwa gaya hidup sehat berhubungan dengan kesehatan mental.
Kesimpulan
Penelitian Bozek, Nowak dan Blukacz menemukan bahwa terdapat relasi kuat antara spiritualitas, gaya hidup sehat dan kesehatan mental, namun spiritualitas memiliki hubungan yang lebih kuat terhadap kesehatan mental. Artikel ini menjelaskan posisinya melalui hasil penelitian yang didapatkan yakni spiritualitas memperkuat kesehatan mental dan gaya hidup sehat juga berkaitan dengan kesehatan mental. Penulisan artikel dilakukan dengan sangat terstruktur dan sangat rinci, terutama terkait metode, data dan hasil yang didapatkan. Termasuk, empat keterbatasan studi yang di miliki dengan rekomendasi yang ditawarkan. Alhasil, penelitian ini sangat recommended sebab para pembaca disuguhkan dengan runtutan penelitian dan hasil yang sudah jelas.

