Wednesday, July 29 2026

Author: Eva Putriya Hasanah

Dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi begitu potensial dalam sektor industri ekonomi syariah dan keuangan syariah. Potensi tersebut dapat dioptimalkan dengan beberapa cara, yaitu digitalisasi sistem dan jaminan produk halal. Sebab digitalisasi sistem dan jaminan produk halal menjadi sangat penting untuk mewujudkan perekonomian syariah yang kuat dan maju.   Hal ini sebagaimana disampaikan

Seiring terus berkembangnya zaman, teknologi pun ikut terus berkembang begitu canggih. Hingga segala pekerjaan di era yang kerap disebut Revolusi Industri 4.0 dapat terselesaikan dengan tepat dan cepat. Demikian Revolusi Industri 4.0 juga berdampak pada berbagai lini industri, seperti layanan transportasi, industri ritel, industri keuangan, industri asuransi, dan industri kesehatan.   Hal ini sebagaimana disampaikan

Seiring terus berkembangnya arus globalisasi yang begitu pesat, seiring itu pula pola hidup dan gaya hidup masyarakat pun mengalami perubahan. Satu sisi mengalami perubahan ke arah positif, sementara sisi lainnya ke arah negatif. Perubahan ke arah negatif, ditandai dengan munculnya berbagai macam bentuk konflik sosial dan kejahatan baru di ruang publik dan ruang digital.  

Di era digital saat ini siapapun bisa bicara soal agama. Meskipun tak memiliki latar belakang ilmu pengetahuan agama. Hal tersebut menjadi salah satu yang mengakibatkan terpecah-belahnya otoritas agama.   Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Lilis Fauziah Balgis Komisi Perempuan MUI Bogor, beberapa dari peluang dan tantangan dakwah di era digital, yaitu siapapun bisa berbicara soal

Konflik antar umat beragama tak terjadi secara kebetulan. Melainkan, terdapat beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Demikian hal ini disampaikan oleh Dr Azhari Akmal Tarigan bahwa hubungan kerukunan umat beragama yang berjarak dan berkonflik disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu globalisasi, ketidakadilan dunia, dan Hak Asasi Manusia (HAM).   “Salah satunya masih dipicu karena adanya gerakan sosial yang

Komunikasi ibarat tali yang dapat memperkuat kerukunan antar umat beragama. Demikian moderasi beragama sebagai jembatannya untuk mewujudkan kerja sama demi terciptanya keharmonisan antar sesama. Tren sinergitas pun  menjadi tren kerukunan beragama masa kini yang dapat dilakukan.   Hal ini sebagaimana disampaikan Hamid Syarif Ketua FKUB Provinsi Jawa Timur dalam acara Focus Group Discussion yang mengusung

Wajah agama ibarat mata uang yang memiliki dua sisi. Sisi pertama agama bisa membawa pesan rahmat, cinta kasih, kedamaian dan persaudaraan sejati. Sementara, sisi yang kedua sebaliknya, agama bisa menjadi sumber konflik, permusuhan, saling mempertentangkan, dan menghancurkan.   Hal ini sebagaimana disampaikan Dr Azhari Akmal Tarigan Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Kota Medan bahwa wajah

Peluang dakwah di ruang digital masih didominasi oleh para da’i laki-laki. Sementara, para da’i perempuan masih tergolong minim. Hal ini sebagaimana disampaikan Dr. Lilis Fauziah Komisi Perempuan MUI Bogor mengatakan bahwa jumlah da’i perempuan belum sebanyak da’i laki-laki. Masih kurang dari 10% yang tampil di media mainstream.   “Perempuan dalam mengakses internet dan digital mencapai

Anggapan seorang laki-laki yang selalu harus bersifat kuat secara fisik, emosional, dan agresif secara perilaku dapat berbahaya. Kondisi seperti ini yang disebut dengan Toxic Masculinity. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Prof Alimah Qibtiyah Guru Besar Kajian Gender Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bahwa maskulinitas bukan hanya tentang berperilaku seperti ‘laki-laki’. Melainkan, juga

Seiring terus berkembangnya zaman, relasi sosial gender terus mengalami perubahan. Demikian pada generasi awal relasi sosial gender tumbuh hanya sebagai sebuah relasi kepemilikan antara satu dan lainnya, yakni antara perempuan dan laki-laki.    Hal ini sebagaimana disampaikan Nur Rofiah Dosen UIN Syarif Hidayatullah yang juga sebagai pengajar di Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta, dalam

Prof Nur Syam menceritakan pengalamannya sebagai promotor ujian yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana (PPs) UIN Sunan Ampel (UINSA), Jum\’at, 04/08/202. Dirinya merasa ujian tersebut sangat khusus, sebab ujian ini dilaksanakan bersamaan waktunya dengan kepergiannya ke Jakarta bersama keluarga. Ujian dilakukan dengan Zoom meeting dalam perjalanan dari Semarang ke Cirebon. Karena di dalam perjalanan, maka terkadang

Di tengah kembali melonjaknya kasus Covid-19 di bumi pertiwi, baik kota ataupun desa, mengakibatkan tak sedikit masyarakat mengalami rasa cemas. Terlebih saat mendengar siaran demi siaran korban Covid-19 dalam sehari yang tiada henti. Padahal menjaga kesehatan mental juga tak kalah pentingnya dari menjaga kesehatan fisik di tengah masa pandemi.   Hal ini sebagaimana disampaikan oleh

1 4 5 6 7 8 18