Ekonomi kreatif belakangan ini menjadi salah satu solusi untuk tetap bertahan di tengah terus berkembangnya teknologi dan khususnya di tengah pandemi. Masyarakat dituntut untuk bisa kreatif dalam menghasilkan sebuah karya ataupun produk. Demikian halnya yang dilakukan oleh masyarakat desa Sukarara Lombok Tengah yang hingga kini masih terus mempertahankan dunia kreativitasnya. Kreativitas yang masih terus
Hansen Rusliani lahir 01 November 1982 menjadi salah seorang yang berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ” Pengaruh Religiusitas, Budaya Usaha, Motivasi Afiliasi, kepribadian ekstraversi, dan kelas sosial terhadap Keputusan Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Riau Kepri Syariah Tembilahan Kota”. Hal tersebut dibuktikan dengan jawaban-jawaban yang dilontarkan tampak sangat baik. Hingga Hansen dapat memperoleh predikat cumlaude.
“Kehadiran wabah penyakit Virus Covid-19 ini memang sudah didesain Tuhan sebagai bagian dari takdir atau ketentuan Tuhan yang azali sifatnya. Bukankah tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini tanpa sepengetahuan dan kepastian Tuhan di dalamnya.” Hal ini sebagaimana disampaikan Prof Nur Syam saat memberikan ceramah terkait dengan kegiatan khatmil Qur’an yang diikuti oleh
Hari Rabu, 23 Juli 2021 merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi Naharin Suroyya, mahasiswa program doctor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), sebab pada hari itu, Naharin bisa mempertahankan disertasi yang berjudul “Kontribusi Psikhoterapi Islam dalam Mengembangkan Prophetic Intelligent Pada Eks Pecandu Narkoba, Studi Multisitus di Pondok Pesantren Al Ghazali Kediri dan Pondok Pesantren
Mewabahnya virus corona atau yang disebut Covid-19 memaksa masyarakat untuk memulai gaya hidup baru yang lebih terjaga dan lebih aman terhadap kesehatan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Irjen Pol Ahmad Luthfi selaku Kapolda Jawa Tengah dalam kegiatan Webinar Nasional yang diadakan oleh sahabat-sahabat PMII Rayon Dakwah Dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Ampel Cabang Surabaya.
Disertasi ini menghasilkan temuan teoretis, yang saya sebut sebagai Etno-religio-matematika, yaitu kebiasaan atau tradisi para petambak dan perdagangan Bandeng yang menggunakan matematika berbasis pada budaya dan agamaâ€. Demikian ungkapan Promovendus Lilik Rahmawati dalam ujian disertasi tahap terbuka, Jum’at (9/7/21) di PPs UIN Sunan Ampel. Ujian disertasi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Aswadi, dengan penguji utama
Gaungan kalimat ‘Ukhuwah Islamiyah’ atau persaudaraan sesama umat muslim di media sosial belakangan ini terus berkembang. Sayangnya kenyataan yang terjadi di media sosial justru sebaliknya. Bukan lagi menjadi media sosial, melainkan media konflik massal. Terlihat kerap membanjir di media sosial khususnya twitter, seperti ujaran kebencian, mencaci-maki, memfitnah, mendiskriminasi, dan semacamnya yang dilemparkan, baik antar sesama
Angka kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 2,2 juta. Bahkan dalam hitungan 24 jam terakhir, pemerintah melaporkan terdapat penambahan kasus Covid-19 sebanyak 20.574 kasus baru. Hal ini sebagaimana dalam unggahan data sebaran Komite Penanganan Covid-19, tanggal 24 Juni terdapat sebanyak 20.574 kasus terkonfirmasi. Tanggal 23 juni terdapat sebanyak 15.308 kasus. Sementara, di tanggal 22
Mencapai puncak karir yang gemilang tentu tak lepas dari cerita perjalanan yang panjang. Tak sekedar perjalanan melainkan proses menempa diri hingga menemukan jati diri. The Winner of Sunsilk Hijab Hunt 2018 Fadila Yahya, alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya Prodi Pengembangan Masyarakat Islam kini menekuni karirnya menjadi influencer. Tak hanya itu,
Bermula dari keadaan ekonomi yang tak seperti orang menengah ke atas lainnya. Keadaan tersebut membuat sosok Subaidi owner mini market modern bermodel retail dengan brand CC Mart mengalami gejolak psikis yang luar biasa, yaitu dendam kemiskinan. Dendam kemiskinan sekaligus dilengkapi dengan kemauan kuat dan mental gila yang menjadi pendorong utama Subaidi akhirnya berhasil membangun CC
Mengajak anak untuk tidak bermain gadget secara berlebihan di era digital saat ini memang menjadi salah satu perkara yang tak mudah. Terlebih bagi anak yang telah kecanduan bermain gadget. Hal ini tak lepas karena karakteristik generasi saat ini, yaitu lebih senang bermain gadget daripada membaca. Hal ini sebagaimana disampaikan Dewi Savitri Dosen Psikologi Islam
Dhea Arista Safitri Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya Perempuan saat ini masih mengalami hambatan karena belum seutuhnya mendapatkan kesetaraan gender. Hal itu dikarenakan secara fisik laki-laki lebih kuat daripada wanita sehingga wanita dipandang sebagai makhluk yang lemah. Adanya budaya patriarki merupakan bentuk dominasi laki-laki di mana pria memiliki tingkatan lebih tinggi
