Tuesday, July 28 2026

Category: Horizon

Oleh : Agung Wijayanto     Suatu hari seorang sahabat bernama Abdullah Ibnu Umar Ibnu Syuraikh atau yang selama ini kita kenal sebagai Abdullah Ibnu Ummi Maktum datang menemui Baginda Nabi Muhammad SAW. Ia adalah seorang sahabat yang berbeda dengan para sahabat yang lainnya karena kondisinya  yang buta sejak lahir. Meskipun begitu, tekad dan keteguhannya dalam

Oleh: Dr. Abdul Main, M. Hum. (Widyaiswara BDK Surabaya)    Hari Rabu tanggal 16 Desember 2020, saya menerima WhatsApp dari sahabat saya, Imron Rosyadi, yang mengirimkan artikel Prof. Nur Syam berjudul “In Memoriam Cak Bambang Subandi”.  Artikel itu mengabarkan berpulangnya Bambang Subandi ke rahmatullah dan mengulas beberapa sisi tentang almarhum semasa hidupnya disertai pesan-pesan moral

Oleh: Samsuriyanto (Dosen Studi Islam pada International Undergraduate Program, ITS Surabaya)    Syaikh Yusuf Khatir Hasan al-Suriy (t.th.:24) dalam Asalib al-Rasul fi al-Dakwah wa al-Tarbiyyah berpendapat bahwa dalam berdakwah, Rasulullah SAW selalu mengutamakan prinsip humanity (kemanusiaan). Sayyid Musa Sadr (2011: 37) dalam “Islam, Humanity and Human Values” menegaskan bahwa manusia dalam pandangan Alquran sangat terhormat

Oleh: Titik Triwulan Tutik Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara, UIN Sunan Ampel Surabaya    Suluk secara harfiah berarti menempuh (jalan) dalam kaitannya dengan agama Islam dan sufisme, kata suluk berarti menempuh jalan (spiritual) untuk menuju Allah. Menempuh jalan suluk (bersuluk ) mencakup sebuah disiplin seumur hidup dalam melaksanakan aturan-aturan eksoteris agama Islam (syari’ah) sekaligus

Oleh Bambang Subandi (Prodi Manajemen UINSA Surabaya)    KH. Hasyim Asya’ari dalam kitab Arba‘in-nya menuliskan:    Baca jugaAku Seperti Yang Dulu?‘Abdul Malik bin ‘Amr telah bercerita kepada kami, Katsir bin Zaid telah bercerita kepada kami, dari Dawud bin Abi Shalih. Ia berkata, “Pada suatu hari Marwan keluar istana. Tiba-tiba ia mendapati seorang lelaki yang menundukkan

Oleh: Bambang Subandi (Prodi Manajemen Dakwah UINSA Surabaya)     Budaya khas masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Sebagai negara agraris, sistem gotong royong mutlak dibutuhkan dalam kegiatan bercocok-tanam. Dari kegiatan ini, penggunaan gotong royong dikembangkan dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan, semacam pendirian rumah, penyelenggaraan kenduri, upacara hari besar keagamaan, upacara pernikahan, upacara kelahiran dan kematian, bahkan proses

Masyarakat Jawa cukup akrab dengan berbagai macam ritual atau upacara adat. Hal tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat Jawa adalah masyarakat yang religius. Dalam hal ini, setiap kegiatan yang dilaksanakan pasti tidak lupa membuat sesaji yang tersemat makna simbolik. Salah satu tradisi yang sampai saat ini masih cukup lestari dilaksanakan khususnya di Jawa Timur dan Jawa

Oleh: Bambang Subandi Prodi Manajemen Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya    Pengajian kitab kuning menjadi komponen utama dalam pesantren. Komponen lainnya adalah kiai, masjid, bangunan pondok, dan santri. Kitab kuning memiliki jenjang pengajaran: Ula, Wustho, dan ‘Ulya. Doktrin pertama sebelum pengajian kitab kuning adalah penghormatan terhadap ilmu yang bermanfaat melalui kajian kitab Ta’limul Muta’allim. Doktrin

Oleh: Bambang Subandi Prodi Manajemen Dakwah UINSA Surabaya    Budaya khas masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Sebagai negara agraris, sistem gotong royong mutlak dibutuhkan dalam kegiatan bercocok-tanam. Dari kegiatan ini, penggunaan gotong royong dikembangkan dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan, semacam pendirian rumah, penyelenggaraan kenduri, upacara hari besar keagamaan, upacara pernikahan, upacara kelahiran dan kematian, bahkan proses pembelajaran

Oleh: Bambang Subandi Prodi Manajemen Dakwah UINSA Surabaya    Budaya khas masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Sebagai negara agraris, sistem gotong royong mutlak dibutuhkan dalam kegiatan bercocok-tanam. Dari kegiatan ini, penggunaan gotong royong dikembangkan dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan, semacam pendirian rumah, penyelenggaraan kenduri, upacara hari besar keagamaan, upacara pernikahan, upacara kelahiran dan kematian, bahkan proses pembelajaran

Eva Putriya Hasanah (Mahasiswa Magister KPI PPs UIN Sunan Ampel Surabaya)     Kebijakan politik seharusnya dapat berjalan selaras dengan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Sebab, lingkungan hidup berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak. Begitu juga dengan kebijakan-kebijakan yang termuat dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang menjadi kontroversi baru-baru ini. Banyak protes dan penolakan yang muncul

Eva Putriya Hasanah (Mahasiswa Magister KPI PPs UIN Sunan Ampel Surabaya)     Kebijakan politik seharusnya dapat berjalan selaras dengan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Sebab, lingkungan hidup berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak. Begitu juga dengan kebijakan-kebijakan yang termuat dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang menjadi kontroversi baru-baru ini. Banyak protes dan penolakan yang muncul

1 23 24 25 26 27