dr. Ahmad Fudhalli Prof. Nur Syam adalah cendekiawan yang tidak hanya menulis tetapi juga “menghidupkan†Islam melalui narasi yang menggugah. Salah satu buku yang mengulas tarekat Sattariyah—sebuah tradisi spiritual yang mengakar dalam sejarah perlawanan Pangeran Diponegoro—mengangkat kembali kenangan kita pada hubungan agama, budaya, dan perjuangan melawan yang tersisa. Dalam karya tersebut, Islam diposisikan bukan
Pada suatu kesempatan, saya bertemu Beliau dalam satu undangan dalam pembukaan Program Doktor Pendidikan Agama Islam pada Universitas Kiai Abdullah Faqih, di Pondok Pesantren Mambaush Shalihin Suci Gresik. Acara ini menghadirkan para Guru Besar dari UINSA dan UIN Maliki Malang. Yaitu Prof. Dr. HM. Ridlwan Nasir, Prof. Mas’an Hamid, Prof. Abdul Haris, Prof. Djunaidi Ghoni,
Sama sekali di luar pikiran saya, bahwa Prof. Ridlwan Nasir akan meninggalkan kita semua, khususnya keluarga besar UINSA dan keluarga besarnya. Berita itu datang dengan mendadak. Saya memang terlambat mengetahuinya. Sesungguhnya pesan di dalam WAG UINSA Jaya dan UINSA Damai serta WAG lain sudah menyampaikan kabar duka tentang kewafatan Prof. Ridlwan Nasir, akan tetapi saya
Saya dihubungi oleh Pak Jamal Ghofir, Wakil Rektor I IAINU Tuban untuk berpartisipasi dalam acara Resepsi 36 Tahun IAINU Tuban yang akan diselenggarakan pada Hari Kamis, 26/12/2024 di Aula IAINU Tuban. Acara ini juga menghadirkan para professor yang asli kelahiran Tuban, tetapi berkarir di berbagai perguruan tinggi Islam. Yaitu Prof. Dr. Masykuri Bakri, MSi, Guru
Rahmi Hartati Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani, yang lebih dikenal sebagai Guru Sekumpul, adalah salah satu tokoh ulama yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dakwah Islam di Kalimantan Selatan, khususnya di suatu wilayah yang dijuluki Kota Intan, Martapura. Pemikiran dan metode dakwahnya telah membawa perubahan besar dalam pendidikan
Sungguh sebuah kebanggaan bagi saya atas kehadiran Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M. Eng., dalam diskusi buku saya yang berjudul “Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia: Perspektif Sosiologi Pengetahuan.†Saya nyaris tidak percaya, bahwa Prof. Jazidie membaca keseluruhan tulisan saya di buku tersebut. Meskipun yang disorotinya adalah Bab I, Bab III dan Bab IX. Tiga ini
Oleh: Abdul Wasik, M.HI (Mahasiswa Program Doktoral UINKHAS Jember Prodi Studi Islam Dan Dosen IAI At Taqwa Bondowoso) Fikih SDGs dan Ketimpangan Sosial adalah konsep yang mencoba mengintegrasikan pendekatan fikih Islam dengan agenda pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mengatasi ketimpangan sosial. Baca jugaBelajar Dari Suami Zainab Putri Tertua Rasulullah Pengantar: Fikih
Sesungguhnya di dunia ini tidak ada orang yang benar seratus persen dan tidak ada orang yang salah seratus persen. Pasti akan tergerak di antara ekstrim kebenaran dan ekstrim kesalahan. Manusia hidup dengan mengayuh di antara kebaikan dan kesalahan. Orang bisa berada di dalam ruang kebenaran karena factor internal maupun eksternal dan orang juga bisa berada
Oleh: MUHAKI Mahasiswa Program Doktoral DSI Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Islam dan fenomena Kiai Blater di Madura adalah fenomena sosial-religius yang cukup unik dan menarik. Di Madura, istilah Blater merujuk pada tokoh masyarakat yang berani, tangguh, dan memiliki pengaruh sosial kuat. Blater tidak selalu identik dengan tokoh bajing (preman), tetapi identik dengan sosok
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Salah satu kebanggaan sebagai seorang akademisi, adalah di saat memberikan orasi pada acara Wisuda Sarjana yang diselenggarakan oleh sebuah institusi pendidikan tinggi. Hal inilah yang juga saya rasakan pada saat saya diundang oleh Rektor Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojokerto, yang menyelenggarakan wisuda sarjana pada Hari Sabtu, 16/11/2024 di
Saya diundang oleh Ibu Rektor Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojoketo, Dr. Hj. Nuning Khurrotul Aini, S.Pd.I, S.T, M.Si untuk memberikan Orasi Ilmiah pada Wisuda XXIII pada tahun 2024. IAI Uluwiyah hari ini, 16/11/2024 menyelenggarakan Wisuda Sarjana sebanyak 106 orang wisudawan dan wisudawati. Acara Wisuda Sarjana diselenggarakan di Padepokan Cahaya Putra (PCP) Trawas Mojokerto. Acara
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Salah satu di antara kebahagiaan saya adalah saat saya dipercaya untuk memberikan pencerahan bagi para kolega, sahabat dan terutama para mahasiswa yang sedang gandrung akan pengembangan ilmu pengetahuan. Itulah yang saya dapatkan kala diundang oleh Prof. Dr. Moh. Mukri, MAg selaku Rektor UNU Biltar dan juga Prof. Dr. Babun
