In Memoriam Pak Syahudi Siradj, Drs., Msi: Dosen yang Disiplin
Salah satu kekeliruan saya yang utama adalah tidak datang untuk berkunjung ke rumahnya pada waktu saya sudah kembali ke Surabaya, pasca beberapa lama hidup di Jakarta. Saya tidak tahu apakah karena faktor kesibukan atau keletedoran atas guru dan kolega sewaktu bersama-sama membangun dan mengembangkan Fakutas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1987-2011. Saya adalah murid beliau dan kemudian menjadi kolega akrab pada Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel.
Pak Syahudi, Bu Ninin dan saya adalah tiga sekawan yang di masa lalu menjadi pengendali mutu skripsi di Fakultas Dakwah. Kami nyaris tidak pernah bersama untuk menguji skripsi, karena tugas kami bertiga adalah menjadi penyangga kualitas skripsi. Para dosen bersepakat jika skripsi sudah saya tandangani atau Pak Syahudi tandatangani atau Bu Ninin tandatangani tentu sudah memenuhi syarat kualitas layak untuk diabsahkan. Tentu kami bersyukur atas kepercayaan ini. Jangan dikira bahwa menjadi tim penyelaras kualitas skripsi itu tidak penting. Suatu tindakan yang sangat penting.
Bukan sama sekali tidak pernah memperhatikan Beliau. Pada bulan Syawwal yang lalu kawan-kawan, Bu Shofi, dan beberapa kawan bersilaturrahmi ke rumahnya, dan mereka menyatakan Pak Syahudi sangat sehat. Alhamdulillah. Berita tentang kesehatan Beliau tentu saja menyenangkan bagi yuniornya termasuk saya.
Pak Syahudi ahli dalam bidang bimbingan dan konseling Islam, Pak Fadhly ahli dalam Komunikasi Dakwah, dan Pak Suryadi Hasyim ahli dalam psikologi Islam. Para dosen yang sekarang eksis pada halikatnya memiliki genealogi keilmuan yang dapat dilacak dari beliau tersebut. Saya tentu senang dapat menjadi asistennya Pak Fadly Hadi, setelah saya menjadi CPNS di Fakultas Dakwah. Saya mengajar tim teaching dalam mata kuliah “penulisan karya ilmiah popular”. Saya dapat menjadi penulis ilmiah popular tentu karena kerja sama dengan Beliau.
Pak Syahudi adalah seorang dosen yang memiliki etos kerja yang tinggi. Beliau itu keras dalam mendidik. Jika menguji skripsi beliau sangat disiplin. Jika seorang mahasiswa tidak memenuhi standart yang telah disepakati, maka jangan harap untuk ditandatangani. Beliau sangat menjunjung tinggi disiplin dalam penulisan karya ilmiah. Bahkan ada yang menyebutnya dosen killer. Sebenarnya bukan killer untuk membunuh tetapi berupaya agar mahasiswa dapat menulis skripsi dengan baik dan benar.
Meskipun saya itu muridnya, akan tetapi pernah menjadi koleganya. Saya banyak belajar dari Beliau tentang konsistensi dan kedisiplinan. Saya belajar dari beliau dari kesungguhan upaya untuk menjadikan mahasiswa sebagai orang yang berkualitas. Terakhir jabatannya adalah sebagai Wakil Dekan pada Fakultas Dakwah, pada saat Pak Drs. Imam Sayuti Farid, SH., sebagai dekan dan sebelumnya juga menjadi Wakil Dekan bidang Akademik pada masa Pak KH. Drs. Abdul Jabbar Adlan. Pada waktu Pak Prof. Salahuddin Hardy, sebagai Dekan, maka Beliau menjadi Ketua Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), yang kala itu, saya masih calon pegawai diangkat oleh Pak Prof. Salahuddin Hardy sebagai Pjs. Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Dari sinilah kerja sama yang sedemikian erat itu dapat saya lakukan. Secara langsung saya berguru pada Beliau untuk menjadi pejabat dalam level yang sangat prestisius. Di PT lain, ketua jurusan merupakan jurusan yang dijabat oleh Guru Besar. Ketua jurusanlah yang akan mengarahkan ke mana jurusan itu dibawa. Sebagai jurusan baru, maka memerlukan upaya yang sangat kuat. Saya ingat di jurusan KPI dan BPI, maka sering dilakukan berbagai diskusi dengan para pakar. Untuk jurusan BPI, misalnya sering mendatangkan para pakar dari IKIP Malang (sekarang UM), seperti Prof. Rasyidan dan Prof. Munandir.
Meskipun usianya sudah tidak terbilang muda, akan tetapi semangatnya untuk belajar tidak pernah padam. Beliau melanjutkan studi Pascasarjanya di Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) dalam prodi psikhologi. Di antara dosennya adalah Prof. Dr. Sumadi Suryabrata dari UGM, seorang pakar di bidang ilmu psikhologi yang sangat kuantitatif. Bahkan menurut Prof. Sumadi, bahwa hanya penelitian kuantitatif yang cocok untuk penelitian psikhologi. Makanya, Pak Syahudi juga menjadi ahli statistik, terutama dalam analisis SPSS.
Yang terakhir Beliau sempat hadir dalam acara halal bil halal yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dan bertemu dengan para purnatugas dan dosen FDK. Sayangnya saya tidak hadir karena berada di Tuban dalam acara yang sama. Sebelumnya saya sempat bertemu pada wafatnya Mbak Ninin (Prof. Dr. Suhartini) di rumah duka. Satu, yang saya catat bahwa Beliau itu memiliki postur tubuh yang stabil. Tidak gemuk dan tidak kurus. Satu yang dapat dipelajari bahwa Beliau itu orang yang menjaga asupan makanannya. Badannya tidak kelihatan kurus atau gemuk sampai saat saya bertemu dengannya.
Saya kaget, pada waktu saya di Melaka, ternyata telah berseliweran message tentang Beliau wafat. Saya baca WA Pak Arief, di dalam WAG Humas FDK bahwa: “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Bapak Drs. Syahudi Siradj, MSi (dosen purna FDK) hari ini pukul 14.00. Semoga almarhum mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin yra”. Lalu berseliweran pesan-pesan doa dan ikut berbela sungkawa dari murid-muridnya. Dan sebagaimana biasa, saya menyatakan: “Ya Allah. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya menyaksikan Baliau orang yang sangat baik. Balasan atas kebaikannya adalah surga. Lahu al fatihah”.
Beliau memang sudah wafat, tetapi ilmunya masih eksis di dalam diri murid-muridnya. Inilah keutamaan menjadi guru, meskipun sudah wafat tetapi sedekah ilmunya tidak akan hilang. Murid yang baik adalah murid yang tidak pernah memanggil bekas gurunya dengan sebutan hanya nama. Murid yang baik akan menempatkan gurunya dalam jajaran orang yang perlu dihormati. Dalam ungkapan Madura: Baba, Bubu, Guru, Ratuh. Konsep ini yang sekarang tergerus oleh sikap arogan manusia di tengah perubahan sosial yang cepat dan tidak terkendali.
Sesuai dengan NIP, Beliau lahir pada tanggal 04 Mei 1952 dan wafat pada 03 Oktober 2026. Usia beliau adalah 74 tahun. Beliau menjadi PNS mulai tahun 1980. Beliau menjadi dosen bersamaan waktunya dengan Pak Drs. Fadly Hadi (alm) dan Pak Drs. Suryadi Hasyim (alm). Ketiganya adalah dosen-dosen di Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel yang terlibat di dalam mengembangkan Fakultas Dakwah. Ada satu lagi Drs. Mushonnif Marsholy (alm) yang dikenal sebagai dosen grafika dakwah. Mereka kalau tidak salah seangkatan.
Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari Pak Syahudi, saya biasa memanggil dengan sebutan Pak Hud dan Beliau memanggil saya dengan panggilan Nung, dan yang kita pelajari dari Beliau adalah ketulusan, kedisiplinan, ketekunan dan keikhlasannya dalam mengamalkan ilmunya. Selamat menuju kehidupan di alam Barzakh Pak Hud, saya yakin murid-murid panjenengan akan tetap mengenangmu sebagai sosok guru yang akan terus dihormati. Lahu al fatihah…
Wallahu a’lam bi al shawab.
You may also like

Professorial Inaguration Ceremony: Prof. Muhammad Zakki

Kewajiban Mengembangkan Integrasi Ilmu

Dari Kampus Untuk Bangsa: UIN Sunan Kudus

