(Sumber : Detik.com)

Habis Inflasi Terbitlah Resesi dan Investasi Sebagai Solusi

Horizon

Oleh: Norfaidi Anwari

(Mahsiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

  

Presiden dan dua menteri telah memberikan informasi yang menaksir akan terjadinya resesi tahun depan, yaitu Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan. Hal ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai dampak yang akan terjadi ketika terjadi resesi, dan hal utama apa yang harus dilakukan lebih awal untuk menghadapi terjadinya tekanan krisis ekonomi. 

  

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati pada rapat paripurna yang diselenggarakan di Gedung DPR RI pada hari Kamis (29/09/2022) mengatakan bahwa: \"Di tahun 2023 akan terjadi resesi ekonomi global, dan negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat akan berpotensi menghadapi ancaman resesi tersebut, padahal seperti yang kita ketahui bahwa negara Eropa dan Amerika Serikat adalah negara yang berperan sebagai penggerak perekonomian dunia akan mengalami resesi tersebut\".

  

Resesi mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat yang lahir pada tahun sembilan puluhan, namun masih banyak dari kalangan masyarakat yang tidak mengerti arti dari resesi itu sendiri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengartikan resesi adalah suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara sedang memburuk, yang terlihat dari produk domestik bruto (PDB) negatif, pengangguran meningkat, dan pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif.

  

Resesi yang terjadi akan memiliki dampak yang negatif bagi perekonomian manusia. Hal ini dikutip dari Kompas.com, bahwa BBC menuliskan pada saat terjadinya resesi beberapa orang mungkin mengalami kehilangan pekerjaan (PHK), lebih sulit mendapatkan promosi, hingga sulit memperoleh kenaikan gaji untuk membantu mengatasi kenaikan harga.

  

Dampak resesi terbagi menjadi dua, yaitu dampak untuk perusahaan dan pemerintahan. Dalam sudut pandang perusahaan, bisnis berpotensi bangkrut saat terjadi resesi. Ketika terjadi resesi, maka daya beli masyarakat pun akan menurun dan pendapatan perusahaan akan semakin kecil. Kondisi ini yang dapat mengancam kelancaran arus kas.  

  

Perang harga lantas menjadi opsi perusahaan agar terhindar dari kebangkrutan. Namun, Langkah ini membuat keuntungan akan menurun dan harus ditambal dengan melakukan efisiensi. Sedangkan dampak untuk pemerintah, resesi membuat pendapatan negara dari pajak dan non pajak menjadi lebih rendah. Ini dapat terjadi karena penghasilan masyarakat menurun hingga harga properti yang anjlok dan akhirnya memicu rendahnya jumlah PPN ke kas negara. Ketika pendapatan negara sedang merosot, pemerintah tetap dituntut membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya karena jumlah pengangguran yang meningkat. Akibatnya, pinjaman ke bank asing akan meningkat juga.

  

Ketika informasi mengenai resesi disampaikan, maka masyarakat membutuhkan sebuah solusi. Hal ini dikutip dari Tempo.com, bahwa pernyataan tentang Perencanaan keuangan sekaligus presiden International Assosiation of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia, yaitu Aidil Akbar Madjid. Ia menyarankan kepada masyarakat untuk menghindari menabung di bank di tengah menguatnya ancaman resesi tahun depan. Aidil mengatakan resesi akan membuat tabungan masyarakat di bank tergerus akibat tingginya inflasi.

  

“Jadi kalau uang kita masukkan ke rekening perbankan, dia akan kalah lawan inflasi,” kata Aidil saat dihubungi, Rabu, 28 september 2022.

  

Menurut Aidil, resesi atau turunnya perekonomian dunia dipicu oleh masalah inflasi atau naiknya harga-harga. Saat menghadapi, ia berpendapat, sebaiknya masyarakat mulai beralih menyimpan dananya ke produk-produk investasi. Instrumen investasi yang tak akan terdampak inflasi dan bisa menjadi pilihan adalah emas, tanah, hingga saham.

  

Oleh karena itu, ketika resesi global terjadi akibat adanya inflasi di tahun yang akan datang, maka investasi menjadi saran untuk masyarakat indonesia. Investasi merupakan salah satu jalan keluar, karena resesi tidak akan berpengaruh terhadap instrumen investasi. Adapun investasi yang bisa dijadikan pilihan oleh masyaratkat ialah, seperti emas, saham, tanah, dana hybird, dan properti. Lima opsi ini merupakan ide dari Enterpreneur, Kamis (26/9/2019), sebagai solusi bagi masyarakat kalangan bawah dan atas untuk menghadapi terjadinya resesi global di tahun 2023.