(Sumber : www.nursyamcentre.com)

Hujan Itu Berkah, Bukan Musibah

Horizon

Oleh : Aulia Rini Fitriatul Khasanah

  

Dibalik semua kejadian di muka bumi ini pasti ada hikmah yang terkandung. Apapun yang Allah turunkan bukanlah suatu hal yang sia-sia. Banyak orang yang hanya melihat kerugian yang ditimbulkan tanpa mencari hikmah dari setiap kejadian. Contoh kecilnya saja adalah permasalahan persepsi tentang hujan. 

  

Ada dua macam tipe orang dalam menanggapi turunnya hujan. Pertama yaitu orang yang mensyukuri hujan, dimana ia akan berdoa memohon keberkahan dan kebermanfaatan dari hujan tersebut. Aisyah r.a berkata, “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan; ‘Allahumma shoyyiban nafi’an (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat)’.” (H.R. Bukhari). Kedua, yaitu orang yang tidak menghendaki hujan, karena berbagai macam alasan, seperti yang sering dikatakan orang ketika hujan turun, “Aduh! Hujan lagi, hujan lagi! Pakaianku basah lagi! Gara-gara hujan, rapatku jadi batal!” 

  

Nah guys, perlu kita ketahui bahwa Rasulullah SAW telah berpesan agar jangan selalu menjadikan makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa sebagai kambing hitam jika kita mendapatkan sesuatu yang tidak kita sukai. Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman, “Manusia menyakiti Aku, dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti.” (H.R. Muslim). Dari penjelasan tersebut, termasuk tipe yang manakah kita?

  

Kebanyakan dari umat manusia memang selalu menganggap bahwa hujan adalah suatu hal yang sangat merepotkan. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Qaaf [50] ayat 9, “Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” Bukankah sudah jelas ayat tersebut menyebut bahwa hujan adalah suatu keberkahan yang diturunkan Allah ke bumi? Banyak sekali manfaat hujan bila kita ingin menelisiknya. Salah satu keberkahan dan manfaat hujan yaitu dimana semua makhluk di muka bumi baik manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan sangat memerlukan air untuk keberlangsungan hidup. Allah berfirman dalam Q.S Al Anbiya’ [21] ayat 30, “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

  

Namun, bagaimana bila hujan yang turun membawa musibah? Nah, dari sini ada hikmah yang bisa kita ambil dari pertanyaan tersebut. Hujan adalah pembawa berkah, tidak ada dalam al-Qur’an menjelaskan bahwa hujan pembawa musibah. Musibah atau pun kejadian buruk yang didapat manusia selama ini sebenarnya adalah dari perbuatan manusia itu sendiri.  Ummu Salamah r.a menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika timbul maksiat pada umatku, maka Allah akan menyebarkan adzab kepada mereka. Aku (Ummu Salamah) berkata, “Wahai Rasulullah! Apakah tidak ada waktu itu orang-orang shaleh?” Beliau menjawab, “Ada.” Aku bertanya lagi, “Apa yang Allah akan perbuat kepada mereka?” Beliau menjawab, “Allah akan menimpakan kepada mereka adzab sebagaimana ditimpakan kepada orang-orang yang melakukan maksiat, kemudian mereka akan mendapatkan ampunan dan keridhaan dari Rabb-nya.” (H.R Ahmad). 

  

Walaupun ketika hujan terjadi banjir maupun musibah lainnya, keberkahan ini tetap ada. Karena hujan seperti inilah kita selaku muslim bisa selalu instropeksi untuk mengingat kesalahan apa yang sudah kita perbuat, semakin meningkatkan iman dan taqwa kita pada Allah SWT, serta menjadikan kita untuk selalu menjaga dan merawat alam. Karena, di zaman sekarang banyak tangan jahil manusialah yang telah memporak-porandakan alam dan menjadikan ekosistem tidak serasi.  Datangnya hujan ibarat datangnya harta pada kita. Bila sebelumnya kita tak memiliki uang tiba-tiba dalam sekejap diberi kekayaan berlimpah-ruah namun kita tidak bisa mengontrol dan mengelolanya dengan baik, maka harta yang kita miliki bisa jadi musibah.

  

Tidak ada setetes air hujan yang membasahi bumi ini kecuali atas kehendak Allah SWT. Jadi, jangan selalu menyalahkan hujan ya guys! Karena jika itu kita lakukan, sama halnya kita menyalahkan apa yang telah ditakdirkan Allah kepada kita dan alam. Seharusnya, kita sebagai orang Islam justru memanjatkan do’a ketika hujan turun. Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang shalat dilaksanakan, dan (3) Saat hujan turun.” [H.R. Bukhari].

  

Maka dari itu guys, bila ada teman/saudara/keluarga kita apabila hujan datang bukannya memanjatkan do’a tetapi malah mengumpat ataupun mencaci-maki hujan, maka selayaknya kita selaku saudara muslim yang paham, tugas kita adalah mengingatkannya.