(Sumber : nu online jatim)

Kebahagiaan Sering Terlupakan

Horizon

Oleh: H. Imron Rosyadi 

  

Pagi hari ketika saya membaca buku yang sangat bagus, judul buku "Fi Zhilalil Mahabbah" (dibawah naungan cinta) yang ditulis oleh Syekh Abdul Hadi Hasan Bahti. Dalam buku tersebut memberikan inspirasi khusus kepada kita dalam berbuat baik kepada sesama manusia, terlebih kepada kedua orang tua. 

  

Orang tua adalah manusia yang sangat mendapatkan perhatian khusus dalam ajaran Islam. Penghormatan anak terhadap kedua orang tua adalah sangat wajar, hal ini disebabkan karena upaya yang telah dilakukan oleh orang tua dalam menyenangkan hati kita sebagai anak, menenangkan jiwa kita, dan dapat mengurai segala persoalan hidup kita, apapun kesedihan kita dapat menjadi obat dalam jiwa kita, bukan harta benda yang dapat menjadikan ketenangan dalam hidup kita, jawabannya adalah orang tua yang sungguh luar biasa bisa memberikan inspirasi dalam segala hal. 

  

Bentuk kasih sayang orang tua kita tak dapat dinilai dengan berapa besar uang yang kita miliki, berapa tinggi jabatan kita, akan tetapi kehadiran orang tua menjadi hal yang tak dapat diucapkan dengan kata-kata. Karena dasar jasa - jasa orang tua terhadap kita sebagai anaknya, maka sudah seharusnya kita bisa memberikan perhatian khusus dan dapat membalasnya dengan berbuat baik kepada orang tua kita. Tentu membutuhkan kesabaran dan penuh kasih sayang.

  

Saat orang tua kita sudah berusia lanjut, maka membutuhkan perawatan kita, tidak jarang mereka orang tua menguji kesabaran kita dengan berbagai hal, karena tubuh orang tua sudah mulai melemah, sifat orang tua kita sudah mulai kembali seperti anak berusia lima tahun, ia bahkan tidak jarang jika orang tua kita mulai rewel, minta ini dan itu, bahkan terkadang kita diuji dengan apa yang sesungguhnya tidak masuk akal, tinggal bagaimana kita sebagai anak, apakah tetap bisa bersabar atau sebaliknya.

  

Kisah berbakti kepada orang tua terdapat beberapa kisah Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS. Konsep birrul walidain yang terkandung dalam Al Qur\'an Surat Ash-Shaffat ayat 102-107 yaitu: konsep keimanan, kepatuhan kepada kedua orang tua, konsep kesabaran dan konsep kesabaran untuk dapat mencintai kepada kedua orang tua.

  

Secara garis besar dalam konsep tersebut dijelaskan bahwa, jika kita sebagai anak agar terjaga dari kesedihan, permasalahan hidup, apapun yang menjadikan kita sedih, maka bahagiakan orang tua, dengan membahagiakan orang tua tentu kita mendapatkan kebahagiaan yang datangnya tidak terduga, bahkan tidak masuk akal, semua itu adalah bagian dari berbuat baik kita kepada orang tua kita. Lawan kata dari al-birr (hak kedua orang tua) al-\'uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan hak 

  

Pendapat Husain Zakaria, ia menjelaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah berbuat baik, apapun yang dapat menyenangkan orang tua kita, mulai dari perkataan yang membuat ia senang, sikap yang menjadi ia damai, dan apapun yang dapat menjadikan orang tua kita tersenyum.

  

Hal ini sering kali dilupakan oleh kebanyakan orang, padahal perintah untuk berbuat baik kepada orang tua lebih dulu atau datang setelah perintah beribadah kepada Allah SWT. Berbakti kepada kedua orang tua lebih mulia dari jihad (berjuang di jalan Allah SWT. Berbakti kepada kedua orang tua menjadi kunci kebahagiaan untuk kita semua.

  

Untuk itu, Islam merupakan agama yang agung, salah satu bukti keagungan Islam yaitu memerintahkan bagi pemeluknya untuk selalu berbuat baik kepada orang lain terlebih kepada kedua orang tua kita, sekalipun sudah wafat, apalagi masih hidup bersama kita, maka jangan disia-siakan jika orang tua kita masih bersama kita untuk selalu dan dapat membahagiakan sebagai kunci kebahagiaan kita dalam segala aktivitas kehidupan kita.