Alasan Kampus Islam Sulit Menjadi Pilihan?
HorizonOleh Okta Destra Rowanda
Mahasiswa S1- Manajemen UINSA
Sebagai mahasiswa saya sering mengamati realitas kehidupan berbagai kampus yang ada di sekitar saya, baik kampus umum maupun yang berbasis Islam. Dari sudut pandang saya, kampus berbasis Islam saat ini masih tertinggal jauh dengan kampus umum lainnya, karena di kampus umum mahasiswa lebih bisa mengekspresikan dirinya lebih jauh, dan juga kampus berbasis Islam tidak banyak bekerja sama dengan program-program pemerintah yang besar, contohnya seperti Kampus Merdeka. Kampus Merdeka merupakan program pemerintah yang sangat membantu mahasiswa, dengan adanya kampus merdeka mahasiswa bisa mengasah kemampuannya dan bisa terjun langsung di dunia kerja, namun sayangnya mahasiswa di kampus yang berbasis Islam jarang sekali ada program tersebut. Ini adalah contoh dari kekurangan atau alasan mengapa kampus berbasis Islam masih kurang menjadi kampus favorit dikalangan masyarakat umum. Alasan mengapa kampus Islam tidak bisa mengikuti beberapa program besar pemerintah adalah karena kampus islam berada dibawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bukan dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Alasan lainnya adalah akreditasi yang diberikan kampus Islam masih kurang unggul dibandingkan kampus umum, kebanyakan kampus umum disetiap prodi sudah memiliki akreditasi yang unggul, sedangkan dikampus Islam tidak semua prodi akreditasinya unggul. Akreditasi adalah hal yang sangat berpengaruh besar terhadap kepercayaan masyarakat untuk memilih sebuah pilihan kampus, jika akreditasinya kurang unggul maka masyarakat juga kurang berminat untuk mendaftar dikampus tersebut. Akreditasi dari sebuah kampus juga membawa dampak besar nantinya pada saat kita melamar suatu pekerjaan, hal tersebut menjadi pertimbangan perusahaan untuk merekrut karyawannya. Jadi hal tersebut juga menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak memilih kampus Islam sebagai tempat mereka menimba ilmu.
Begitu juga melihat pada realitas lapangan kerja, perusahaan akan mencari atau merekrut karyawan dari lulusan kampus-kampus ternama saja, contohnya freeport, banyak karyawan freeport mencari lulusan dari kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sedangkan lulusan dari kampus Islam sangat di pandang sebelah mata, jarang sekali perusahaan-perusahaan besar menerima lulusan dari kampus Islam. Hal tersebut membuat lulusan dari kampus Islam harus lebih ekstra dalam mencari pekerjaan. Meskipun belum tentu juga lulusan dari kampus umum akan selalu lebih sukses dari lulusan kampus islam, karena semua itu tergantung bagaimana seorang pribadi tersebut berusaha.
Reputasi dari suatu kampus juga merupakan hal penting untuk menjadikan kampus tersebut menjadi favorit. Kebanyakan kampus Islam memiliki reputasi yang kurang maju dan masih terlalu terikat dengan keagamaan yang cenderung kaku dan tidak terbuka pada ilmu pengetahuan sehingga kurang menekan ilmu umum yang berkompetitif yang dibutuhkan Perusahaan.(Pardede, n.d.)
Sulitnya lulus dari kampus Islam juga menjadi momok terbesar bagi masyarakat untuk memilih kampus Islam. Banyak sekali pernyataan-pernyataan yang simpang siur mengenai kelulusan mahasiswa kampus islam, seperti harus hafal al-Qur’an dan mengerti bahasa arab untuk syarat lulus dari kampus Islam, yang mana hal tersebut bukan lah hal yang mudah untuk orang yang bukan lulusan pondok pesantren. Sehingga hal tersebut membuat seseorang yang bukan dari pondok pesantren akan ragu untuk memilih kampus Islam menjadi pilihan mereka.
Kampus Islam hanya akan menjadi pilihan bagi mereka yang lulus dari pesantren dan mereka yang mencari kampus dengan biaya murah, karena dikampus islam biasanya memberikan biaya yang cukup terjangkau, ketika kampus lainnya diadakan uang Gedung, kampus islam negeri tidak dikenakan biaya uang gedung. Namun fasilitas yang diberikan juga tidak selengkap kampus umum lainnya.
Namun bukan berarti kampus Islam tidak dapat bersaing dengan mahasiswa kampus umum lainnya. Mengingat Islam adalah agama mayoritas di Indonesia bisa menjadikan peluang besar untuk kampus Islam sebagai pilihan masyarakat. Potensi ini bisa diraih salah satunya dengan cara memperbarui kurikulum dan menaikkan standartnya sesuai dengan apa yang ada kampus umum lainnya, lalu menciptakan program-program yang tidak kalah majunya dengan kampus umum lainnya akan menjadikan lulusan kampus Islam tidak dipandang sebelah mata dengan masyarakat.

