Santri di Tengah Trend Konten Tiktok
HorizonOleh: Nurani Ahda (02040721026)
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya
Era saat ini kita menyebutnya sebagai era digital, dari mulai bidang pendidikan, bidang bisnis, bidang kesehatan, dan berbagai bidang lainnya secara bertahap sudah mulai terdigitalisasi. Pertimbangan yang paling utama adalah efektifitas masyarakat untuk menyelesaikan segala urusan. Sebagian besar sistem teknologi digital tidak bisa lepas dari internet. Menurut data rangkuman We Are Social, dalam setahun mulai dari 2015 hingga 2016, ada kenaikan sekitar 15% pengguna internet di Indonesia. Sementara menurut APJII atau singkatan dari Asosiasi Penyelenggara jasa Internet Indonesia mengatakan bahwa 48% dari 88,1 juta orang pengguna internet itu merupakan masyarakat pengonsumsi internet harian. Bila dilihat dari jumlah penduduk di Indonesia yang berjumlah 200 juta orang, ada sekitar 30 persen penduduk yang menjadi langganan setia untuk mengakses media sosial.
Banyak sekali media sosial yang berkembang di Indonesia, dari mulai facebook, twitter, instagram, youtube, Tiktok, dan lain-lain. Sebagian besar pengguna yang aktif dari media sosial tersebut adalah anak muda sehingga dunia anak muda sangat mudah dikendalikan oleh trend yang ada di media sosial, terlebih untuk saat ini media sosial yang sedang ramai dan digandrungi anak muda adalah Tiktok. Tiktok sendiri adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik dari Tiongkok yang diluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming. Para pemilik akun bisa leluasa mengirimkan video apa pun yang mereka ingin bagikan dengan durasi maksimal 5 menit.
Tiktok memiliki algoritma yang apabila pengguna sering menonton atau memencet tombol hati di sebuah video bertemakan 'A' misalnya, maka yang akan seriing muncul di beranda aplikasi juga akan sering berkaitan dengan tema 'A' tersebut. Sehingga, jika digunakan dengan baik maka apa yang akan tersaji di sana berkenaan dengan hal-hal baik dan sebaliknya. Algoritma seperti ini menjadikan si pemilik akun secara tidak langsung mulai menggambarkan kepribadiannya dalam bentuk konten-konten yang muncul pada beranda platform Tiktok yang dimilikinya. Maka bisa dikatakan media sosial ini memanjakan pemilik akun dengan selalu menyajikan video-video yang digemari, menciptakan sebuah ruang hiburan penyegar pikiran. Jadi tak heran bila media sosial beradiksi cukup tinggi yang secara tidak langsung membuat kecanduan untuk terus menatap tayangan yang disajikan didalamnya. Di dalam Tiktok ada istilah FYP (For your page), istilah ini digunakan untuk konten-konten yang sedang trending.
Santri yang notabene terdiri dari anak muda di dalamnya tak luput dari segala trend yang sedang booming di Tiktok. Bahkan, meski mereka tinggal di dalam pesantren yang secara umum memiliki aturan untuk tidak membawa alat elektronik termasuk handphone mampu mengetahui bahkan mengikuti trend konten yang ada di Tiktok. Sepertinya di era digital ini istilah Santri Kudet (kurang update) sudah tidak berlaku. Bahkan uniknya seringkali mereka lebih tahu apa yang sedang trending di Tiktok dari pada para Ustadz dan Ustadzahnya yang nyatanya lebih leluasa mengakses media sosial. Fakta ini membuktikan bahwa Santri juga mengikuti arus era konten digital.
Sekitar 20 Santri telah penulis berikan 6 pertanyaan* berkenaan hal ini dan didapati bahwa mereka memiliki akun Tiktok dan mengetahui apa yang sedang trend di Tiktok, meski pun beberapa hanya memposisikan dirinya sebagai pengamat tanpa turut serta mengikuti trend yang ada. Menurut Santri yang tidak ikut meramaikan trend memiliki alasan yaitu menyeleksi apa yang memang baik untuk diikuti dan sebagian dari mereka memang tidak cukup percaya diri untuk show up di media sosial. Akan tetapi dari beberapa alasan Santri tersebut mereka memiliki satu suara bahwa Santri memang seharusnya mampu mengikuti segala macam era yang ada, termasuk era konten digital saat ini, mereka menyadari bahwa apa yang disajikan di media sosial tidak semuanya baik. Maka menurut mereka di sinilah peran seorang Santri untuk mengkreasikan, memperbanyak, dan menyebarkan hal-hal positif dalam bentuk video di media sosial, mereka menyebutnya dengan istilah 'Positif Vibes'. Semisal video motivasi, video tentang mahfudzot, cerita-cerita yang mampu diteladani, bersholawat, dan masih banyak lainnya yang tentunya juga harus disesuaikan oleh mood anak muda.
* Pertanyaan dan rangkuman jawaban yang diajukan penulis kepada 20 Santri:
1. Apa pendapat Anda tentang Trend konten Tiktok saat ini?
Baca Juga : Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Industri Rumahan
- Trend Tiktok saat ini jika digunakan dengan konsep yang baik akan memberikan hal positif kepada orang-orang yang menangkap pesan dari video yang di buat.
- Banyak sekali trend yang bermunculan setiap harinya ada trend yang mendidik juga ada yang buruk, trend konten Tiktok sangat mempengaruhi penggunanya apalagi sekarang pengguna sosial media bukan hanya pada kalangan orang dewasa namun anak kecil ikut menjadi pengguna aktif sosial media. Dengan anak di bawah umur sebagai pengguna aktif maka seharusnya orang tua berperan penting terhadap pengawasan penggunaan sosial media. Dampak buruk yang bisa kita rasakan terhadap konten Tiktok yang kurang mendidik serta pengguna aktif di bawah umur misal; banyak sekarang pengguna dibawah umur yang goyang menampakkan aurat karena konten yang tidak mendidik sekarang, padahal menggoyangkan badan pada wanita ialah haram hukumnya dalam Islam, apalagi jika dilihat oleh yang bukan mahramnya.
- Tiktok saat ini terdapat banyak manfaat dan pelajaran yang bisa ditiru oleh para Santri seperti outfit baju, makanan yang trend saat ini, jadi Santri tidak akan tertinggal oleh perubahan zaman sekarang
2. Bagaimana sikap Anda menanggapinya ?
- Trend Tiktok tidak semua harus bisa diikuti, jika konten menyimpang pada ajaran agama, maka cukup menjadi pembelajaran kedepan untuk meningkatkan kualitas konten.
- Adanya berbagai macam konten Tiktok saat ini sebaiknya orang tua lebih bergegas mengambil peran untuk mengawasi penggunaan sosial media pada buah hatinya. Masalah ini juga berpengaruh pada pengguna dewasa, sebaiknya pengguna dewasa lebih tahu mana yang buruk mana yang baik sehingga mereka bisa meminimalisir atau saling mengingatkan jika sesama pengguna menciptakan konten yang tidak mendidik
3. Apakah Santri mampu mengikuti Trend konten Tiktok ? Bagaimana caranya ?
- Mampu, karena Santri pasti punya talenta tersendiri dari yang lain, contoh nya dengan cara mengangkat suasana lingkungan pesantren atau pun mungkin membahas tentang kata-kata mutiara. Konten tersebut bisa dibawakan dengan suasana kehidupan sehari-hari. Karena ruang lingkup penonton lebih suka pembawaan konten yang natural.
- Santri mampu mengikuti konten Tiktok dengan cara memilih konten yang sesuai dengan syari'at Islam seperti mendakwah lewat Tiktok. Ada pun bagi Santri yang suka edit foto, mereka bisa menyalurkan bakatnya melalui Tiktok dengan cara membuat tutorial typography atau sejenisnya, hal tersebut akan memberi dampak positif bagi kreator dan penonton video kita.
4. Apa yang menjadikan trend konten Tiktok perlu diikuti oleh Santri ?
- Trend konten Tiktok bukan lah kewajiban namun kebutuhan pada jaman sekarang, seseorang yang tidak memiliki sosial media akan disebut "gak update" namun kita sebagai generasi milenial apalagi Santri harus bisa tetap update atau mengambil peran dalam bidang komunikasi di kalangan masyarakat melalui sosial media dengan cara mengikuti trend yang mendidik.
- Santri boleh memanfaatkan konten dengan menggunakan sosial media dengan baik, karna bisa memperbaiki pola pikir seseorang yang buruk dalam dunia pesantren menjadi lebih terbuka dan berfikir lebih luas.
5. Bisakah Santri menciptakan trend konten Tiktok ?
- Trend konten Tiktok diciptakan oleh mereka yang disebut kreator video, Santri pun juga bisa menjadi kreator bahkan bisa FYP (For Your Page) dengan cara berbagi edukasi seputar pondok pesantren dengan tetap memperhatikan pusat yang menambah ketertarikan anak jaman sekarang, namun juga tetap memperhatikan kesopanan serta nilai baik yang terkandung di dalam trend yang kita buat tersebut seperti trend cara berpakaian sesuai Syari'at Islam.
- Sangat bisa, apalagi Santri mempunyai budaya dan ciri khas tersendiri ketika ada di pesantren yang kemudian bisa diangkat menjadi konten, misalnya membuat konten tentang kehidupan di pondok seperti apa. Bisa jadi nanti banyak yang minat mondok gara-gara konten yang dibuat oleh Santri.
6. Jelaskan jika Anda memiliki cara/tips agar Santri bisa trend di Tiktok !
- Salah satu trend Tiktok sekarang ialah berpakaian OOTD (Outfit of the day) namun tetap memperhatikan nilai kesopanan dari pakaian tersebut, tips agar Santri bisa tetap trend di Tiktok ialah tetap mengikuti cara berpakaian jaman sekarang namun sedikit mengubahnya ke opsi yang lebih sopan sesuai kodrat nya sebagai Santri, tidak berpacaran seperti yang sedang trend sekarang tetapi menambah keistiqomahan kepada Sang Pencipta dengan mengajak pengguna melalui video yang menarik, mengajak pengguna untuk membaca al-Qur'an, merekomendasikan doa-doa, dzikir, surah al-Qur'an dan lain-lain.
- Mengajak Santri untuk membuat konten trend tersebut dengan basic pesantren dan edukasi.
- Santri harus punya konsisten saat membuat konten Tiktok dan minimal Santri harus bisa menunjukkan khas tersendiri dalam konten. Atau Santri bisa membawakan konten Tiktok dengan komedi, karena sampai saat ini komedi masih menjadi sasaran hiburan bagi masyarakat.
- Caranya bikin sesuatu yang unik, berbeda dari video-video yang sudah ada

