Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Industri Rumahan
HorizonDhea Arista Safitri
Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya
Perempuan saat ini masih mengalami hambatan karena belum seutuhnya mendapatkan kesetaraan gender. Hal itu dikarenakan secara fisik laki-laki lebih kuat daripada wanita sehingga wanita dipandang sebagai makhluk yang lemah. Adanya budaya patriarki merupakan bentuk dominasi laki-laki di mana pria memiliki tingkatan lebih tinggi daripada perempuan. Sehingga menimbulkan diskriminasi terhadap perempuan dalam mendapatkan akses, kesempatan dan kontrol dalam pembangunan. Dalam dunia kerja, mayoritas tenaga kerja didominasi oleh kaum laki-laki sedangkan perempuan dilarang bekerja dan hanya boleh menjadi ibu rumah tangga saja. Perempuan hanya menjadi ibu rumah tangga sehingga dianggap tidak berpenghasilan dan hanya bisa mengandalkan sumber kehidupan dari suaminya. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menimbulkan perspektif bahwa perempuan itu tidak berdaya.
Perbedaan hak tersebut membuat perempuan tertinggal jauh dibandingkan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan terutama di bidang ekonomi. Kontribusi perempuan sebagai pelaku ekonomi diperlukan untuk memacu produktivitas dan menggerakkan perekonomian melalui pemberdayaan ekonomi perempuan. Pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Upaya program pemberdayaan dengan mengembangkan industri rumahan. Industri rumahan mencakupi berbagai jenis mulai dari pakaian, kuliner, kosmetik hingga kerajinan. Selain itu dengan adanya kemajuan teknologi banyak perempuan yang dapat menjalankan bisnis industri rumahan ini. Apalagi dalam kondisi sulit karena pandemi saat ini, program tersebut sangat menguntungkan dan dapat membantu perekonomian keluarga. Pelaku industri rumahan dapat memulai bisnisnya dengan menentukan apa yang disukai dan keterampilan apa yang dimiliki seperti jika ia pandai dalam memasak maka ia dapat membuat bisnis kuliner atau mereka yang menyukai fashion dan pandai merancang pakaian maka dapat membangun bisnis pakaian yang menarik dan diminati banyak orang. Apalagi bisnis tersebut tidak harus memerlukan warung atau butik yang membutuhkan modal besar. Di zaman digital ini hanya dengan menggunakan media sosial sebagai wadah promosi seperti whatsaap, facebook dan instagram dapat menarik pelanggan lebih luas yang tidak terkekang oleh jarak dan waktu. Selain itu juga bisa memasang foto produk pada e-commerce yang tersedia seperti shopee, lazada dan tokopedia di mana transaksi jual beli dalam e-commerce sedang meningkat sehingga hal itu menjadi peluang yang baik untuk memulai suatu bisnis. Penggunaan teknologi dalam bisnis dinilai lebih efektif, efesien dan ekonomis daripada penggunaan secara konvensional.
Menurut Kepala Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Riatu Mariatul Qibthiyyah mengatakan Persentase perempuan memulai usaha 5,4 poin lebih tinggi dibanding pelaku usaha laki-laki yang berjumlah 13,2%. (jpnn.com diunduh 14/05/2021). Hal itu terlihat bahwa perempuan memiliki tingkat kontribusi yang tinggi dalam sektor ekonomi dan bahkan mampu bertahan di tengah pandemi. Adanya peningkatan tersebut seharusnya juga diikuti oleh kontribusi pemerintah dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan dengan memberikan modal usaha, memfasilitasi penguatan keterampilan individu atau kelompok, memfasilitasi kerja sama, serta meningkatkan akses perempuan ke layanan bisnis sehingga dapat membantu mengembangkan industri rumahan dan memudahkan perempuan menghadapi permasalahan dalam bisnis.
Program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui industri rumahan di mana perempuan sebagai pelaku utama usaha memberikan banyak manfaat bagi perempuan. Dengan adanya pemberdayaan ekonomi perempuan dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran, mendukung pemberian kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan, mendorong kepercayaan diri pada perempuan dan meningkatkan produktivitas dalam perekonomian bangsa sehingga kerjasama serta dukungan oleh pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengembangkan program tersebut.
Kontribusi kaum perempuan di dalam pengembangan ekonomi sungguh signifikan dalam menjaga kebertahanan ekonomi rumah tangga terutama di era Pandemi Covid-19. Banyak perempuan yang melakukan usaha dari rumah dan memanfaatkan jejaring sosial yang dimilikinya. Paling tidak pada saat rumah tangga mengalami kesulitan, maka justru kaum perempuan yang menjadi pahlawannya. Rumah yang biasanya hanya dipakai sebagai tempat tinggal, maka sekarang menjadi ladang usaha, misalnya catering, produksi kue basah dan kering, bahkan usaha-usaha kreatif lainnya.
Oleh karena itu sudah saatnya pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan UMKM melakukan sentuhan program yang relevan misalnya dengan cara memberikan bimbingan teknis untuk produksi, dan pasca produksi dan pemasaran. Jika ini bisa dilakukan maka akan dapat dilihat ketahanan ekonomi rumah tangga di masa depan.
Wallahu a’lam bi al shawab.

