(Sumber : Doc.)

Temu Kangen dan Silaturahmi Ex- DEPPEN Kota Mojokerto

Horizon

Oleh: H. Imron Rosyadi

  

Saat saya mendengarkan apa yang disampaikan oleh Bapak Sudarsono, salah satu sesepuh mantan Deppen Kota Mojokerto, ia berusia hampir 87 tahun, namun tampil masih tampak sehat dan riang gembira, ceria sekali tampak diwajahnya. Ternyata salah satu kuncinya adalah menghindari merokok, tentu testimoni sedikit nasihat beliau bertolak belakang dengan saya, karena saya ingin untuk tidak merokok, bahkan untuk dapat menghindari rokok, sangat paradoks dengan saya sebagai perokok.

  

Dari nasehat tersebut, kemudian saya ulas untuk dijadikan bahan gurauan di antara para hadirin, tentu yang hadir para pensiunan (Purna tugas), hanya saya saja yang belum pensiun, maklum sebagai ASN Dosen maka usia pensiun 65 tahun, sekarang saya sudah di usia 55 tahun, masih tersisa 10 tahun lagi pada usia pensiun, doa panjang usia selalu diharapkan untuk bapak ibu semua.

  

Kembali tema soal rokok. Alkisah, ada sepasang suami istri, bagi istri sering kali bertengkar karena suami perokok, sudah mulai berusaha berbagi metode, bagaimana sang suami tidak merokok alias bisa berhenti merokok. Karena dengan berbagai upaya yang dilakukan tidak bisa didengar oleh suami perokok.

  

Kebetulan salah satu anaknya dari pasangan suami istri tersebut ada yang menjadi seorang dokter. Akhirnya ibunya berkata kepada anaknya, cara apa agar bapaknya bisa berhenti merokok. Karena anaknya seorang dokter, punya ide yang sangat bagus, idenya yaitu dengan cara agar bapaknya tidak dinasehati karena sudah tidak mempan dinasehati, maka cara paling ampuh diberikanlah majalah di meja Bapak, dimana meja tersebut yang sering dilihat untuk Bapaknya membaca buku, koran dan berita lainnya. 

  

Alhasil, benarlah ide anak menjadi dokter, dari majalah tersebut dibaca oleh bapaknya yang berisi majalah bercerita tentang bahaya bagi para perokok. Majalah selesai dibaca oleh bapaknya, kemudian Bapaknya seketika itu mengatakan dengan keras SAYA BERHENTI, SAYA BERHENTI, SAYA BERHENTI...

  

Begitu mendengar suara keras bapaknya saya berhenti, maka ibu sebagai istri dan anak yang dokter tersebut melakukan sujud syukur seketika karena Bapak sudah dianggap berhenti merokok. Selang bapak sehari, ibu dan anaknya melihatnya merokok lagi. Akhirnya Ibu dan anaknya bertanya langsung untuk mengadili sang ayah atau suami ibu tersebut. Waktu ditanya, \"Mengapa Bapak masih saja merokok?\", jawaban bapak dengan tegas \"Saya berhenti bukan berhenti merokok, tapi berhenti membaca majalah..ha ha ha ha ha ha ha\", senyum campur aduk ibu dan anaknya.

  

Selanjutnya, saya menyampaikan beberapa hal yang penting, karena hampir semua yang kumpul kemarin kawan kita sudah pensiun semua, ... kunci sehat pokoknya harus bahagia, pintu kebahagiaan melalui banyak pintu, boleh melalui pintu apapun asal tidak ada larangan yang melarangnya, apapun kita, apapun keyakinan kita, karena Kebahagiaan adalah hak kita semua untuk mendapatkan kebahagiaan... tidak banyak doa ikhlas yang kita haturkan, hanya kebahagiaan sejati menjadi kunci segalanya.. karena kebahagiaan ingin kita raih belum tentu didapat, juga, dan segala masalah kehidupan kita selalu menghindari saja hinggap pada kita sebagai manusia. 


Baca Juga : Kiai Ahmad Shofwan Ilyas: Kiai Multi Talenta

  

Itulah kemudian, tidak ada satupun bayi yang lahir di alam terbuka ia tersenyum bahagia, hampir semua bayi yang terlahir selalu menangis, tidak tertawa, itu artinya kesedihan pasti kita dapatkan, kebahagiaan kita ingin meraihnya, untuk itu sahabat semuanya. Bagaimana kita bisa mengelola hati dengan tenang, enjoy, nyaman dan seterusnya.

  

Saya terkesima ketika mendengarkan dengan serius Pakde Kadiran, ketika beliau banyak bercerita tentang kebahagiaan, salah satunya ialah konsep tolong menolong atau berjiwa sosial yang tinggi kepada sesama. Itu penggalan cerita kemarin dari sekian banyak cerita yang diceritakan kepada saya. Ternyata luar biasa Pakde Kadiran, terbukti beliau selalu ceria, rambut masih banyak yang hitam daripada yang putih warnanya, berbeda dengan rambut saya yang sudah terbagi dua warna yang sama, yaitu hitam putih. Salut saya dengan semua teman teman kemarin yang hadir, tampak ceria semuanya, bahkan saya mengamati satu persatu sangat tampak wajah yang bahagia, ternyata bukan harta yang banyak, tetapi kesehatan kunci segalanya, begitu kata dokter Sugeng, ketika bercerita keluh kesah dalam dinamika kehidupannya, selalu terselip kata \"semua ini sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa\" artinya apa, artinya adalah hidup selalu andap asor, tak boleh memasuki apa yang kita dapatkan, semua akan kita pulang, cerita itu sedikit kesimpulan apa yang saya tulis dari dua informan , yaitu pakde Kadiran dan Dokter Sugeng. Kesimpulannya hampir sama hanya saja berbeda dalam mengelola untuk menggapai kebahagiaan tersebut.

  

Apalagi jika melihat lenggat lenggut jogetnya Pak Pramono, ia sangat menikmati antara syair lagu yang dinyanyikan dengan irama yang menjadi iringan musik, sungguh luar biasa, hampir lupa segalanya, hanya kebahagiaan yang ada dalam ketulusan. 

  

Untuk itu saya secara pribadi mengucapkan selamat dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua panitia, terutama Mas Adi Sumargo, Mbak Salbiah, dan yang lainnya saya tidak bisa menyebut satu persatu, tanpa dukungan dari kita semua tidak mungkin kita bisa bertemu dalam forum silaturahmi tersebut. Sekali lagi terima kasih atas bantuan kawan semuanya, baik moril maupun materil, kebersamaan menjadi hal yang paling penting dan indah dalam hidup, tanpa kebersamaan semua sulit dapat terwujud. Sesuai dengan fitrah manusia sebagai mahluk sosial, maka ada yang berjiwa sosial tinggi tidak harus dengan materi, senyuman sapaan indah jauh lebih indah dan bisa membuat orang lain bahagia.

   

Salam pagi untuk semuanya, maaf tulisan sedikit panjang sebagai ekspresi kebahagiaan karena bisa bertemu dengan banyak kawan. Terasa seperti mengukir masa masa kita waktu berkarya di Deppen Kota Mojokerto. 

  

Saya mengetahui bahwa, hidup tak bisa dihadirkan kembali pada hari ini, karena masa lalu adalah lebih panjang dan lebih jauh dari negeri eropa, dan tidak ada yang tau siapa yang paling dekat dengan kita, mungkin kita menjawab dalam hati kita, lebih dekat adalah keluarga kita semua, tapi bukan jawaban itu, sesungguhnya yang paling dekat dengan kita adalah \"kematian\" karena kematian bisa menjemput kita kapan saja dan dimana saja. 

  

Terakhir dalam tulisan saya ini, saya mengutip apa yang dikatakan oleh seorang filosof Jerman bernama Martin Buber ia berkata: bagaimana pertemuan kita bisa menjadi pertemuan tidak sekedar \"vergegnung tapi menjadi pertemuan Begegnung\" pertemuan keduanya terdapat kesamaan tetapi ada perbedaannya yaitu Begegnung adalah pertemuan sesaat tapi dapat mengalahkan seperti bertahan tahun.

  

Salam bahagia selalu.

  

Mojokerto, 18 Mei 2025