TikTok Sebagai Guru Agama Virtual untuk Kaum Milenial
HorizonOleh: Arini Fahma
Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Kontrol atas akses informasi kini terletak di tangan kita sendiri, di mana segala kebutuhan informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat hanya dengan beberapa kali klik. TikTok, aplikasi media sosial yang menyediakan platform kreatif untuk berbagi informasi dalam format video pendek telah menjadi platform yang sangat populer, khususnya di Indonesia. Dilansir dari worldpopulationreview.com, Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebagai pengguna TikTok terbanyak di dunia. Sedangkan mayoritas pengguna TikTok adalah generasi milenial berusia 18-24 tahun.
Seiring dengan popularitasnya, kini tidak hanya tontonan hiburan maupun informasi ter update yang dapat diakses, namun ilmu dan pengetahuan agama juga dapat dipelajari dengan mudah melalui media sosial TikTok. Mulai dari pembahasan teori keagamaan seperti fiqih contohnya akun @adihidayatofficial_ dan @kadamsidik00 hingga metode membaca Al-Qur\'an seperti akun @mentarizein, semuanya tersedia secara lengkap dengan video tutorial sehingga mudah dipahami oleh viewers. Dengan menggunakan gaya yang inovatif dan menarik, pengguna bisa menonton konten edukatif yang menginspirasi dan memotivasi dalam pemahaman agama Islam. Seperti yang dipaparkan dalam Da’wah Digital dan Generasi Milenial, dakwah melalui media digital dapat dijadikan sebagai model transfer ilmu agama yang dapat menarik perhatian khalayak atau viewers karena dianggap umpan balik lebih instan, lebih instan, dan efisien dengan menggunakan media sosial (Ummah, 2020)
Di era cyber religion seperti sekarang ini, TikTok telah menjadi guru agama virtual bagi kaum milenial. Banyak pengguna TikTok yang telah memanfaatkan platform ini untuk berbagi pengetahuan agama. Para da\'i dan pendakwah dapat menggunakan TikTok sebagai alat untuk mengajar agama dengan cara yang lebih santai dan menarik. Video-video pendek mereka dapat memudahkan orang-orang untuk memahami konsep-konsep agama yang kompleks dan memberikan solusi untuk masalah-masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui platform ini, setiap orang dapat dengan mudah mengakses pengetahuan agama yang bermanfaat, termasuk nasihat, kisah-kisah inspiratif, motivasi maupun pengajaran-pengajaran tentang Islam.
Selain itu, TikTok juga memungkinkan para pengguna untuk berinteraksi dengan da\'i atau pendakwah. Melalui fitur komentar dan direct message, viewers dapat berinteraksi langsung, bertanya, dan berdiskusi tentang topik-topik agama yang relevan. Ini membuka peluang untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman mereka serta mendapatkan pandangan yang beragam dalam konteks agama Islam.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan agama tidak hanya didapatkan dibangku sekolah atau majlis pengajian saja, namun juga bisa didapatkan dengan mengakses media TikTok. Bahkan dengan menggunakan media tersebut, kita dapat mengaksesnya kapan pun dan dimanapun. Oleh sebab itu, tidak sedikit yang menganggap media TikTok sebagai guru agama bagi mereka. Sebab dengan scrolling TikTok, viewers juga dapat membuka wawasan pengetahuan agaman islam. Meskipun demikian, media ini tidak dapat disamakan dengan guru yang sebenarnya. Sebab pada hakikatnya, TikTok adalah sebuah media atau perantara seorang guru ataupun dai untuk menyampaikan pesan-pesan dan pengetahuan tentang agama.
Salah satu contohnya akun TikTok Ustadz Adi Hidayat, @adihidayatofficial_. Akun dengan jumlah pengikut 7.526 tersebut banyak membagikan potongan rekaman video ceramah Ustadz Adi Hidayat. Beberapa video yang diunggah membahas tentang pengetahuan islam, fikih, adab, dan nasehat yang selalu disertai hadis dan ayat Al-qur’an. Dengan demikian, viewers tidak ragu dengan ilmu yang didapatkan dari TikTok, walaupun tidak diperoleh dari guru secara langsung namun pesan yang disampaikan melalui video dan dilengkapi dengan dalil Al-Qur’an dan Hadis membuat viewers merasa yakin atas pengetahuan yang didapatkan. Beberapa konten dakwah yang diunggah pada akun ini berjudul: Jalan untuk Mengenal Allah, Mencari Ilmu Menggunakan Iman, Memahami Konsep Rezeki, Nasihat untuk Perempuan Beriman, dan masih banyak lagi. Video yang diunggah selalu disertai dengan caption yang lengkap dan edukatif, meliputi judul, isi pesan dakwah, dan dalil. Apabila unggahan tersebut merupakan potongan video, admin @adihidayatofficial_ juga menyertakan link YouTube agar viewers juga bisa melihat video dengan versi lengkapnya. Tidak sedikit viewers yang menyimak dan memberikan respon baik pada video tersebut. Terlihat dari jumlah like yang tidak sedikit, dan komentar yang ditinggalkan pada unggahan tersebut juga sangat positif. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan oleh akademisi, TikTok dianggap sebagai media dakwah yang efektif. Sebab didesak oleh kemajuan zaman, metode dakwah juga semakin variatif. Cara dakwah yang monoton tidak akan dapat menarik minat masyarakat.
Selain dakwah Ustadz Adi Hidayat, dakwah dengan media TikTok juga dilakukan oleh Husain Basyasman melalui akunnya @kadamsidik00. Pendakwah populer di kalangan anak muda ini memiliki 5,9 M pengikut. Husain Basyasman mengunggah banyak video tentang Ushul Fiqih, hadis, fatwa ulama, dan tidak jarang ia juga menjawab pertanyaan netizen untuk memecahkan masalah agama yang sering dihadapi dalam kehidupannya. Video dakwah yang dibagikan sangat beragam, mulai dari pembahasan permasalahan sehari-hari seperti tentang hukum memakai parfum alkohol, cara mandi wajib, hingga membahas tentang sanad. Semua pesan dakwahnya disampaikan dengan bahasa yang santai, friendly, namun juga lugas, sehingga viewers dapat lebih mudah memahami isi konten dakwahnya. Menurut Wandi dalam Social Media TikTok in Islamic Perspective mengungkapkan TikTok adalah media sosial yang menarik. Aplikasi tersebut membagikan video disertai dengan efek music sehingga dapat menghilangkan stress, kebosanan, serta mengembangkan minta dan kreativitas penggunanya (Wandi, 2020).
TikTok sebagai guru agama virtual dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Melalui platform ini, pengguna dapat dengan mudah mengakses informasi agama yang bermanfaat dan memperkaya pengetahuan mereka tentang agama. Selain itu, TikTok juga memungkinkan para da\'i atau pendakwah untuk menyebarkan pesan agama dengan cara yang lebih kreatif dan menarik. Dengan adanya penggunaan media sosial secara optimal sebagai perantara untuk menyampaikan pengetahuan agama merupakan salah satu bentuk strategi transformasi Pendidikan agama dapat berjalan dengan baik. Dakwah sebagai metode penyebaran ilmu agama dapat digolongkan sebagai salah satu Langkah untuk memaksimalkan transformasi agama dalam kehidupan pribadi dan sosial (nata, 2020). Oleh karena itu, TikTok dapat menjadi salah satu media untuk memperluas wawasan pengetahuan agama dengan cara yang menarik dan tidak membosankan.

