Apakah Kita Seorang Narcissistic Personality Disorder (NPD)?
InformasiEva Putriya Hasanah
Mengenali dan memahami diri sendiri merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dilakukan. Banyak karakter atau kepribadian buruk yang mungkin saja melekat pada diri seseorang namun tidak mampu disadari. Sedangkan hal tersebut bisa saja merugikan orang-orang di sekitar mereka, termasuk pasangan sendiri. Salah satu kepribadian yang menarik untuk di bahas adalah tentang NPD (narcissistic personality disorder). Gangguan kepribadian NPD ini adalah kondisi psikologis yang ditandai oleh rasa pentingnya diri yang melebih-lebihkan, kebutuhan akan pujian yang konstan, dan kurangnya empati terhadap orang lain. Individu dengan NPD sering menunjukkan rasa berhak dan keberhasilan serta kemampuan mereka yang dibesar-besarkan. Gangguan ini dapat memiliki dampak signifikan pada hubungan dan kesejahteraan mereka.
Gejala NPD dapat bervariasi dari individu ke individu, tetapi ada beberapa karakteristik utama yang sering diamati. Individu dengan NPD sering memiliki kebutuhan berlebihan akan perhatian dan pujian. Mereka mungkin selalu mencari validasi dan pujian dari orang lain, dan menjadi mudah marah atau terganggu jika mereka merasa diabaikan atau dikritik. Kebutuhan berlebihan akan pujian ini dapat menyebabkan rasa berhak, di mana mereka percaya bahwa mereka layak mendapatkan perlakuan istimewa di atas orang lain. Mereka juga mungkin kurang memiliki empati dan kesulitan memahami atau berempati terhadap emosi dan pengalaman orang lain.
Penyebab NPD adalah kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Meskipun penyebab yang tepat belum diketahui, diyakini bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan. Kombinasi kecenderungan genetik dan pengalaman masa kecil awal, seperti dimanjakan berlebihan, dapat berkontribusi pada perkembangan NPD. Selain itu, beberapa karakteristik kepribadian, seperti perfeksionisme, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ini.
Mendiagnosis NPD bisa menjadi tantangan, karena individu dengan gangguan ini seringkali sulit untuk mengenali atau mengakui kekurangan mereka sendiri. Namun, dengan dukungan dari orang-orang terdekat dan bimbingan profesional, individu dengan NPD dapat membuat kemajuan menuju persepsi diri yang lebih sehat dan hubungan yang lebih baik.
Bagaimana Jika Pasangan Kita Adalah Seorang NPD?
Dalam sebuah hubungan, individu dengan NPD seringkali memiliki kebutuhan yang tak terpuaskan untuk perhatian dan pujian. Mereka mungkin akan mencari pengakuan dan penghargaan secara terus-menerus dari pasangannya. Mereka juga cenderung memiliki pandangan yang berlebihan tentang diri mereka sendiri, merasa lebih penting dan lebih berharga daripada pasangan mereka. Dalam hubungan ini, pasangan sering menjadi objek yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan individu dengan NPD, sementara kebutuhan dan keinginan pasangan sering diabaikan.
Ketika mengalami hubungan dengan individu yang menderita NPD, mereka menghadapi tantangan yang besar. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya empati dan rasa pengertian yang dimiliki oleh individu NPD. Mereka tidak mampu memahami atau menghargai perasaan, kebutuhan, atau perspektif pasangan mereka. Pasangan mungkin merasa tidak didengarkan, tidak dihargai, dan seringkali merasa diabaikan. Ketidakmampuan individu NPD untuk memberikan dukungan emosional yang memadai dapat merusak ikatan dalam hubungan tersebut.
Disamping itu, individu dengan NPD seringkali memiliki kecenderungan untuk memanipulasi dan mengendalikan pasangan mereka. Mereka cenderung menggunakan taktik manipulatif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dan mengontrol situasi. Pasangan mungkin merasa terjebak dalam hubungan yang membosankan dan tidak sehat, di mana mereka merasa tidak memiliki kebebasan untuk berbicara atau berperilaku sesuai keinginan mereka sendiri.
Bagi pasangan yang terlibat dengan individu yang menderita NPD, penting untuk mencari dukungan dan bantuan. Terapi pasangan atau terapi individu dapat membantu pasangan memahami dan mengelola dinamika hubungan yang sulit dengan individu yang menderita NPD. Terapis dapat membantu pasangan dalam mengembangkan strategi untuk menetapkan batasan yang sehat, meningkatkan komunikasi, dan mengelola emosi yang muncul dalam hubungan.
Penting juga bagi pasangan untuk menjaga kesehatiannya sendiri. Hubungan dengan individu yang menderita NPD dapat menguras energi dan menghasilkan stres yang tinggi. Menjaga kehidupan sosial yang sehat, menjalani hobi dan minat pribadi, dan memiliki jaringan dukungan yang solid adalah penting dalam menjaga keseimbangan dan kesejahteraan pribadi.
Dalam beberapa kasus, pasangan mungkin memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan individu yang menderita NPD jika dinamika yang tidak sehat terus berlanjut dan tidak ada perubahan yang signifikan. Keputusan ini harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan didukung oleh dukungan emosional dan profesional yang memadai.

