(Sumber : cermati.com)

Bukan Ngepet, Ini Rahasia Orang Dapat Duit Tanpa Ngantor

Informasi

Oleh : Eva Putriya Hasanah

  

Punya tetangga yang keliatan nganggur di rumah tetapi banyak duitnya? Jangan buru-buru menuduh tetangga kamu memelihara babi ngepet! Karena bisa jadi dia sedang bekerja dengan sistem remote jobs. Dalam era teknologi dan kemajuan internet yang semakin cepat, banyak perusahaan yang mengadopsi model kerja jarak jauh atau remote job. Pekerjaan ini merupakan model bisnis yang tidak memerlukan kehadiran pegawai di kantor, sehingga karyawan dapat bekerja dari rumah atau tempat-tempat lain asal terkoneksi dengan internet. Banyak perusahaan yang mengadobsi sistem ini karena dianggap mampu menghemat biaya operasional dan sewa kantor, memperluas basis karyawan tanpa terkendala lokasi, dan mengurangi waktu perjalanan atau transportasi. Sementara bagi karyawan, Remote job dapat memberikan fleksibilitas dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Karyawan dapat mengatur jadwal kerja dan lingkungan kerja yang ideal sesuai dengan kebutuhan mereka.

  

Awal mula adopsi remote job tidak bisa diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa catatan sejarah tentang cara kerja yang tidak berpusat di kantor (termasuk bekerja dari kantor rumah) yang sudah dimulai sejak awal abad ke-19. Pada tahun 1970-an, IBM menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengadopsi sistem kerja jarak jauh, di mana karyawan mereka bekerja dari rumah dan terhubung dengan kantor melalui teknologi komunikasi. Di awal 2000-an, perkembangan teknologi dan internet membuka peluang besar bagi perusahaan untuk mengadopsi model kerja jarak jauh ini, dan model kerja ini semakin populer di seluruh dunia, terutama di negara maju. Kemudian, pandemi COVID-19 pada tahun-tahun baru-baru ini juga menjadi salah satu pemicu adopsi dan peningkatan penggunaan remote job oleh perusahaan di seluruh dunia.

  

Sebagai contoh, sebuah laporan dari Global Workplace Analytics menunjukkan bahwa jumlah pekerja jarak jauh di Amerika Serikat meningkat sebesar 173 persen dari tahun 2005 hingga 2018. Perkembangan remote job di Amerika Serikat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum pandemi virus corona (COVID-19), 17 persen karyawan AS bekerja dari rumah selama 5 hari atau lebih per minggu, persentase ini meningkat menjadi 44 persen selama pandemi karena kondisi pandemi yang mengharuskan banyak orang untuk bekerja dari rumah. Bahkan setelah pandemi, jumlah karyawan yang bekerja jarak jauh diperkirakan akan terus meningkat. Salah satu alasan utama adalah efisiensi biaya dan fleksibilitas waktu yang ditawarkan oleh remote job. Banyak perusahaan besar, seperti Amazon, Microsoft, dan Facebook, sudah mengadopsi model kerja jarak jauh, dan trend ini diperkirakan akan terus meningkat di masa depan.

  

Di Indonesia, popularitas remote job mulai dikenal dalam beberapa tahun terakhir. Selama pandemi ada banyak perusahaan di Indonesia memiliki kebijakan work from home untuk karyawan mereka. Selain itu, saat ini beberapa perusahaan besar di Indonesia juga telah memperbolehkan karyawannya untuk bekerja secara remote. Di tambah, telah ada beberapa penyedia jasa pelatihan bagi mereka yang ingin bekerja dengan cara ini. Di dukung dengan banyaknya informasi melalui sosial media membuat remote job semakin di kenal di Indonesia.

  

Pekerjaan remote ini tidak hanya bisa diperoleh seseorang di skala lokal saja. Terdapat banyak website yang dapat diakses oleh siapa saja yang memudahkan seseorang memperoleh pekerjaan dari luar negeri. Sehingga tak heran jika ada seseorang yang bekerja dari rumah namun kantornya berada di belahan bumi lain. Ada beberapa jenis pekerjaan yang biasanya dapat dilakukan secara remote, diantaranya adalah Developer dan programmer, penulis dan editor konten, pemasaran digital dan manajemen media sosial, penerjemah dan penulis terjemahan, desainer grafis dan desainer UI/UX, analis data dan ilmu data, pengajar online, jasa konsultasi dan virtual assistant.

  

Gaji untuk pekerja remote dapat beragam tergantung pada banyak faktor, termasuk jenis pekerjaan, tingkat pengalaman, lokasi geografis, dan perusahaan tempat mereka bekerja. Secara umum, gaji pekerja remote dapat bersaing dengan gaji karyawan di kantor, dan bahkan dapat melebihi nilai UMR (Upah Minimum Regional) dalam beberapa kasus. Bahkan bekerja remote dapat memberikan penghasilan dalam mata uang dolar karena seperti yang telah dijelaskan bahwa banyak perusahaan di luar negeri yang memiliki kesempatan kerja remote dan membayar dalam mata uang asing. Namun, cara menentukan gaji untuk pekerja remote dapat berbeda dengan cara menentukan gaji karyawan di kantor, karena perusahaan perlu mempertimbangkan faktor tambahan seperti biaya hidup di lokasi pekerja remote, biaya transportasi, dan lainnya. 

  

Di tengah popularitas remote job yang semakin luas, masih ada beberapa segmen masyarakat yang belum melihat keberadaan mereka yang bekerja remote dan mungkin hanya menilai dari sudut pandang yang kurang positif, seperti menganggap seseorang sebagai pengangguran dan malah kurang produktif karena adanya potensi gangguan di rumah. Dalam beberapa kasus di mana orang yang bekerja remote sering kali tidak dianggap. Namun, hal ini sebenarnya merupakan stereotype yang kurang akurat dan dapat merugikan. Selama pekerjaan remote dilakukan dengan profesional, produktif, dan terorganisir dengan baik, maka dapat membawa banyak manfaat dan kesuksesan.

  

Pertimbangan ini mungkin akan berbeda-beda tergantung pada kebutuhan dan preferensi individu. Yang perlu diingat bahwa pekerjaan remote memerlukan tanggung jawab yang lebih besar dalam pengelolaan waktu dan tugas. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk bekerja jarak jauh, penting untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari berbagai aspek.