(Sumber : Heirloom cloud)

Digital Nostalgia: Gen Z dan Pesona Masa Lalu

Informasi

Eva Putriya Hasanah 

  

Generasi Z, atau Gen Z, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, sering disebut sebagai generasi yang paling melek teknologi. Mereka tumbuh di era mana internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di tengah kecanggihan teknologi yang mereka nikmati, ada satu tren menarik yang sedang naik daun: digital nostalgia. Ya, Gen Z justru menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap budaya pop dan gaya hidup dari era sebelum mereka lahir, seperti tahun 80-an dan 90-an. Fenomena ini bukan hanya terlihat dari fashion atau musik, tapi juga dari cara mereka berinteraksi dengan teknologi dan media sosial.

  

Kenapa Gen Z Suka Banget Sama Masa Lalu?

  

Nostalgia digital adalah kecenderungan untuk merindukan atau mengapresiasi budaya dan teknologi dari masa lalu, meskipun mereka tidak pernah mengalaminya secara langsung. Gen Z, yang tumbuh di era serba digital, justru menemukan pesona dalam hal-hal yang dianggap “vintage” atau “retro.” Mulai dari musik vinyl, kamera analog, hingga permainan klasik seperti Tamagotchi atau Game Boy, Gen Z seolah-olah ingin merasakan pengalaman yang lebih autentik dan nyata di tengah dunia yang semakin digital.

  

Mungkin karena hidup mereka dikelilingi oleh layar dan notifikasi, Gen Z mencari sesuatu yang lebih “nyata” dan bisa disentuh. Misalnya, mereka lebih memilih foto yang diambil menggunakan kamera analog daripada filter Instagram yang sempurna. Atau, mereka lebih suka mendengarkan lagu dari piringan hitam daripada streaming di Spotify. Ini adalah cara mereka untuk melawan dunia yang serba cepat dan instan.

  

Fashion Retro dan Comeback-nya Tren Y2K

  

Salah satu manifestasi digital nostalgia yang paling kentara adalah dalam dunia fashion. Tren Y2K (Tahun 2000), yang identik dengan gaya tahun 2000-an, sedang naik daun di kalangan Gen Z. Pakaian berwarna cerah, celana low-rise, aksesoris berkilauan, dan sepatu platform jadi item yang banyak dicari. Mereka bukan cuma mengadopsi gaya ini, tapi juga memadukannya dengan elemen modern, menciptakan estetika yang unik dan personal.

  

Misalnya, kamu pasti sering liat anak muda sekarang pakai crop top dengan celana baggy ala Britney Spears, atau aksesoris chunky yang bikin kita langsung teringat sama era 2000-an. Ini bukan Cuma soal gaya, tapi juga tentang ekspresi diri dan nostalgia akan masa lalu yang mereka tidak pernah alaminya secara langsung.


Baca Juga : Cinta, Inspirasi dan Ekspresi Kehidupan

  

Musik dan Film: Nostalgia yang Nggak Pernah Mati

  

Gen Z juga menunjukkan minat yang besar terhadap musik dan film dari era sebelum mereka lahir. Platform seperti Spotify dan YouTube memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi lagu-lagu lawas dari tahun 80-an dan 90-an. Artis seperti Nirvana, The Beatles, atau bahkan penyanyi legendaris seperti Whitney Houston, kembali populer di kalangan Gen Z. Selain itu, film-film klasik seperti Clueless atau The Breakfast Club juga jadi favorit mereka, sering kali dijadikan referensi dalam konten media sosial.

  

Mungkin karena musik dan film dari era itu punya cerita dan emosi yang lebih dalam, Gen Z merasa terhubung dengan karya-karya tersebut. Mereka bukan sekedar mendengarkan atau menonton, tapi juga menjadi bagian dari identitas mereka. Misalnya, kamu pasti sering liat TikTok yang isinya Gen Z nyanyiin lagu-lagu Queen atau ngedance ala video musik NSYNC.

  

Media Sosial dan Konten Nostalgia

  

Media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi wadah bagi Gen Z untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap masa lalu. Tagar seperti #90sKids atau #Y2KFashion sering kali jadi trending, di mana mereka membagikan konten yang terinspirasi dari era tersebut. TikTok, khususnya, jadi platform yang mempopulerkan tantangan dan tren yang terinspirasi dari budaya pop tahun 90-an dan 2000-an, seperti tarian yang terinspirasi dari video musik lawas atau meme yang mengangkat nostalgia masa lalu.

  

Misalnya, kamu pasti pernah liat TikTok yang isinya orang-orang pakai baju ala tahun 90-an sambil nari-nari ala boyband atau girlband zaman dulu. Ini nggak cuma lucu, tapi juga bikin kita yang lahir di era itu merasa kangen sama masa lalu.

  

Kenapa Gen Z Suka Banget Sama Digital Nostalgia?

  

Fenomena nostalgia digital ini muncul sebagai respon terhadap kecepatan perubahan di era digital. Gen Z, yang tumbuh di tengah arus yang begitu cepat, mungkin merasakan persahabatan dan mencari kenyamanan dalam hal-hal yang terasa lebih stabil dan autentik dari masa lalu. Selain itu, nostalgia juga memberikan rasa keterhubungan dengan generasi sebelumnya, menciptakan ikatan emosional yang kuat.

  

Mungkin karena hidup mereka serba cepat dan penuh tekanan, Gen Z mencari pengungsi ke masa lalu yang terasa lebih santai dan menyenangkan. Dengan mengenang masa lalu, mereka bisa merasa lebih tenang dan terhubung dengan sesuatu yang lebih “manusiawi.”

  

Nostalgia Bukan Cuma Tren, Tapi Kebutuhan

  

Nostalgia digital bukan sekedar tren sesaat, namun mencerminkan keinginan Gen Z untuk menemukan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan keotentikan pengalaman manusia. Dengan mengapresiasi masa lalu, Gen Z justru menunjukkan bahwa mereka bukan hanya terletak di masa depan, tapi juga menghargai warisan budaya yang telah membentuk dunia mereka.

  

Fenomena ini juga membuka peluang bagi merek dan pencipta konten untuk mengeksplorasi kembali elemen-elemen retro dan menghubungkannya dengan audiens muda yang haus akan sesuatu yang berbeda di dunia tengah yang serba digital. Jadi, buat kamu yang suka bernostalgia sama masa lalu, nggak ada salahnya kok. Tapi, jangan lupa buat tetap melangkah ke depan dan menciptakan kenangan baru suatu hari nanti juga bakal bikin kamu bernostalgia.