(Sumber : Ayo Jakarta Com)

Cinta, Inspirasi dan Ekspresi Kehidupan

Opini

Cinta adalah sebuah keabadian. Cinta telah ada semenjak manusia pertama diciptakan Tuhan. Nabi Adam diturunkan Tuhan ke dunia karena cinta kepada lawan jenisnya. Semenjak itu, maka manusia terus berkembang biak menjadi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Mereka semua  hadir karena cinta. 

  

Manusia diberikan oleh Tuhan dengan kemampuan bercinta kasih. Cinta kasih terhadap lawan jenis, atau cinta kasih kepada anak, keluarga dan juga cinta kemanusiaan. Di dalam konsep Islam dikenal istilah sakinah, mawaddah dan rahmah, yaitu cinta, kasih dan ketenangan atau kedamaian. Biasanya ungkapan tersebut diperuntukkan bagi pasangan suami dan istri, namun sesungguhnya bisa bermakna lebih luas. Yaitu kasih, sayang dan cinta berbasis kemanusiaan. 

  

Cinta merupakan fenomena dunia manusia. Cinta telah diabadikan dalam lukisan, gambar, patung, relief , puisi, prosa, novel, dan syair lagu. Ada jutaan lagu tentang cinta. Baik musik pop, dangdut, country, rock n roll dan bahkan music keroncong dan  campursari semuanya diinspirasikan oleh cinta. Berjuta-juta syair lagu,  puisi dan prosa juga diinspirasikan oleh Cinta. Cinta sungguh merupakan bahasa abadi yang dimiliki manusia dan seluruh manusia—kecuali orang yang hilang akalnya, bisa dipastikan berkeinginan mengekspresikan rasa cinta. 

  

Yang paling dominan adalah cinta yang merupakan ekspresi manusia di dalam syair lagu. Sepanjang perjalanan dari Malang-Surabaya, pada waktu saya mengantarkan keluarga untuk berlibur, maka saya mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Bang Haji Rhoma Irama. Maklum saya memang penggemarnya. Bagi saya Bang Haji Rhoma Irama adalah legenda. Jika orang berbicara tentang musik dangdut, maka orang haruslah menyebut Bang Haji adalah tokohnya. Tidak hanya dikenal sebagai tokoh music Indonesia, akan tetapi tokoh music internasional. Di dalam buku saya, \"Moderasi Islam Indonesia, Narasi Tokoh, Islam Wasathiyah dan Islam Indonesia,\" Bang Haji saya masukkan di dalam tokoh moderasi beragama internasional. Sebagai musisi, Bang Haji sangat fasih berbicara tentang kebinekaan, toleransi dan kerukunan berbangsa dan bernegara.

  

Mendengarkan musik merupakan kebutuhan  manusia. Jika kita menggunakan konsepsi antropologis tentang kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan biologis, social dan integrative, maka cinta merupakan kebutuhan integrative yang menggabungkan antara kebutuhan biologis dan social. Manusia membutuhkan kasih sayang dan cinta. Manusia membutuhkan untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayangnya. Perkawinan atau pernikahan, misalnya merupakan gabungan antara kebutuhan biologis untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang dan juga kebutuhan sosial untuk berkomunikasi, dan berinteraksi dengan sesama manusia. 

  

Saya tidak akan menguraikan panjang tentang lagu-lagu cinta, tetapi saya akan menyajikan judul lagu Bang Haji. Lagu itu didendangkan Bang Haji duet bersama Rita Sugiarto. Bagi saya, Rita Sugiarto adalah penyanyi yang sangat beruntung karena menjadi pasangan Bang Haji dalam lagu-lagu yang menjadi hit di dalam music Melayu di Indonesia. Di dalam Youtube disebutkan sebagai Album Rhoma Irama Versi Galau dan Sedih, dan telah  didengarkan oleh 1,6 juta orang dalam setahun yang lalu. Jika kita dengarkan maka syair lagu-lagu ini diinspirasikan oleh cinta.

  

Lagu-lagu tersebut berjudul: \"Kegagalan Cinta, Patah Hati, Airmata Darah, Tak Berdaya, Cinta Segitiga, Ani, Beku, Bimbang, Citra Cinta, Derita, Kehilangan, Derita Dibalik Tawa, Kekasih, Kutunggu, Raib, Tabir Kepalsuan, Tak dapat Tidur, Buah Dari Neraka, Yang dan Tak Kan Lagi”. 

  

Syair lagu yang mengingatkan saya tahun 1980-an awal dan kemudian dijadikan sebagai salah satu lagu yang dinyanyikan oleh Bang Haji dalam film “Cinta Segi Tiga”. Lagu “Tak Dapat Tidur” menjadi Original Sound Track (OST) dalam film yang dibintangi oleh Bang Haji Rhoma Irama dan Richa Rachim. Lagu ini sungguh romantic dengan syair yang bernuansa kasmaran. Saya sangat menikmati lagu ini. Sebuah lagu yang sangat manusiawi, terutama bagi para kawula muda yang sedang jatuh cinta.

  

Di dalam Islam bahwa manusia harus memiliki rasa kasih sayang dan cinta. Cinta dan kasih sayang itu sudah dipraktikkan oleh para Nabi. Di antara yang paling popular adalah cinta Nabi Adam kepada Hawwa, Nabi Yusuf dengan Zulaikhah, dan Nabi Muhammad SAW kepada Khadijah. Cinta yang seimbang antara mencintai Allah, keluarga dan kepada sesama manusia.  Cinta Nabi Adam menyebabkan lahirnya manusia seperti sekarang. Nabi Adam adalah manusia pertama yang mengenal cinta kepada lawan jenis, dan melahirkan kita semua. Cinta Zulaikhah kepada Nabi Yusuf juga cinta yang dilandasi atas kepatuhan kepada Allah. Nabi Yusuf mencintai Zulaikhah bukan karena nafsu syaithaniyah tetapi cinta yang tulus karena Allah. Cinta Khadijah kepada Nabi Muhammad adalah cinta yang luar biasa dan sebaliknya cinta Nabi Muhammad kepadanya. Khadijah yang semula orang kaya harus kehabisan seluruh hartanya karena dakwah yang dilakukan. Dan kala ditanya apakah menyesal karena kekayaannya habis, maka dinyatakan bahwa menjadi istri rasul itu lebih utama dari apapun di dunia.

  

Di dalam tradisi pernikahan, maka tiga nama Nabi itu merupakan prototipe yang biasanya disebut dalam doa pernikahan. Setelah berdoa sebagaimana doa Nabi Muhammad pada waktu pernikahan Sayyidina Ali dan Sayyidatina Aisyah, maka doanya adalah: “barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair.”  Yang artinya: “semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” 

  

Lalu berdoa: “Allahumma allif bainahuma kama allafta baina Adam wa Hawwa, kama allafta baina Nabiyullah Yusuf wa Zulaikhah,  kama allafta baina Muhammad Rasulullah wa Khadijah al Kubra.” Yang artinya kurang lebih: “Ya Allah rukunkan   mereka berdua sebagaimana Engkau  rukunkan   Nabi Adam dan Hawwa, seperti Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikhah dan Engkau rukunkan   sebagaimana Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah al Kubra.”

  

Begitulah cinta yang menghiasi kehidupan manusia dan telah menjadi inspirasi bagi penyair, sastrawan, penyanyi, pemahat, pematung, dan lainnya untuk mengekspresikannya dalam berbagai  seni, sastra, dan syair serta karya adiluhung lainnya. Cinta ternyata memiliki usia setua usia manusia. Cinta adalah lambang keabadian.

  

Wallahu a’lam bi al shawab.