Empat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021

Informasi

Melemahnya perekonomian sebab pandemi Covid-19 yang sampai detik ini belum juga meninggalkan bumi pertiwi, akhirnya berdampak pada menurunnya daya serap tenaga kerja di Indonesia. Pandemi Covid-19 juga mengakibatkan warga harus diam di rumah atau stay at home dan bekerja dari rumah atau work from home demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Di satu sisi, juga berdampak pada banyaknya pekerja yang terpaksa harus kehilangan pekerjaannya. Hal ini tak dapat dipungkiri menjadi sumbangsih dalam bagian barisan penganggur baru.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Stastik tercatat sejak bulan Januari hingga April 2020 iklan lowongan pekerjaan di 10 sektor usaha menurun. Sementara, penurunan tertinggi terjadi pada periode Maret hingga April, sejak Indonesia pertama kali dikabarkan terkonfirm Covid-19. Dilansir dari Kompas.com Data kementrian Ketenagakerjaan per 27 Mei 2020 mencatat ada 3.066.567 pekerja sektor formal dan informal yang terkena PHK  dan dirumahkan.Data tersebut menjelaskan bahwa saat ini perusahaan tak membutuhkan banyak tenaga kerja yang bekerja di kantor. Melihat banyak warga memilih untuk memenuhi kebutuhan, baik primer atau sekunder secara online di tengah pandemi saat ini, demi menjaga keselamatan dan keamanan dari penyebaran Covid-19. Di tengah pandemi Covid-19, perusahaan justru membutuhkan pekerja dengan kemampuan dan keahlian khusus. Adapun beberapa pekerjaan yang banyak dicari oleh perusahaan dalam beberapa bulan ke depan, bahkan hingga tahun 2021, seperti  Remote Working, Job Stealing Robot, Fashion-ready Face Mask, dan Health Expert.

 

Remote Working

 

Di tengah situasi dan kondisi yang krisis mengakibatkan setiap orang diminta untuk sebisa mungkin diam di rumah atau stay at home, bekerja dari rumah atau work from home, dan  belajar dari rumah atau learn from home. Akibatnya sejumlah sektor, seperti perusahaan, pendidikan, dan usaha lokal memutar otak guna menyesuaikan sistem kerja dengan situasi dan kondisi yang ada. Akhirnya,  banyak perusahaan saat ini membutuhkan pekerja yang memiliki kemampuan dalam mengoperasikan teknologi. Adapun pekerjaan yang dimaksud yaitu Remote Working.

 

Remote Working adalah sebuah pekerjaan yang mengandalkan tekhnologi telekomunikasi dalam pengoperasian sistem kerja perusahaan. Sebab, mengandalkan tekhnologi, maka pekerjaan ini dapat dilakukan dimana saja sesuka hati, temasuk bekerja dari rumah atau work form home. Seperti halnya, tele-medicine dan tele-education. Tentu pekerjan ini sangat sesuai di tengah pandemi Covid-19, saat setiap orang sebisa mungkin bekerja dari rumah atau work from home.

 

Sebab bekerja dari rumah atau work from home, maka perusahaan membutuhkan team remote workers yang sigap dan tanggap. Sebagaimana Sara Sutton Fell, CEO Flexjobs menyatakan bahwa dalam perusahaan membutuhkan Team Remote Workers yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, intens, manajer yang proaktf, dan juga tim yang proaktif. "Sebab komunikasi adalah tujuan paling utama dan juga menjadi solusi untuk membangun kepercayaan antar tim," jelasnya.

 

Nadjia Yousif Direktur Manajer Boston Consulting Group's London Office menyampaikan bahwa  selama pandemi pertemuan secara tatap muka justru akan berkurang, hingga pertemuan akan banyak dilakukan secara online. Namun, sisi lain masih banyak orang  belum terbiasa menggunakan teknologi. Sejak pandemi mewabah tak ada pilihan lain kecuali mampu beradaptasi. Sebab, dalam hal yang sama, bantuan teknologi dalam pekerjaan akan lebih menjadi efesien.

 

"Setiap orang harus perlu lebih bersabar untuk belajar teknologi baru. Bahkan, setiap orang perlu terlibat dalam belajar teknologi baru. Sebab, kita membutuhkan hal itu. Saya berfikir bahwa hal itu adalah praktik terbaik untuk tetap bisa hidup di tengah pandemi. Saya berfikir juga kita perlu mengembangkan cara baru untuk bekerja secara virtual," ucapnya.

Baca Juga : Survei Elektabilitas dan Pendanaan Politik

 

Hal ini juga berdampak pada banyaknya perubahan cara kerja, misalnya awalnya yang sering kali ada pertemuan, kini berubah menjadi cukup dengan mengirimkan email atau pesan singkat melalui aplikasi chatting, seperti whatsapp. Selain itu, awalnya yang bekerja bersama-sama di kantor, kini berubah menjadi pertemuan secara online, yaitu Video Call. Di tengah pandemi, cara baru ini dapat mempermudah membangun kepercayaan antar sesama pekerja di saat tak dapat berinteraksi secara langsung.

 

Job Stealing Robot

 

Penularan akibat Covid-19 yang tak sedikit, akhirnya juga membuat sejumlah perusahaan, industri, dan restauran  menerapkan pembatasan sosial secara ketat. Bahkan, sebisa mungkin perusahaan, industri, dan restauran mengoperasikan jalannya pekerjaan dengan sedikit tenaga kerja. Salah satunya dengan menggunakan tekhnologi robot atau Job Stealing Robot untuk mengoperasikan pekerjaan di perusahaan demi mengurangi penyebaran Covid-19.

 

Demikian juga dikatakan oleh Jake Schwartz co-founder dan CEO General Assembly bahwa di masa pandemi Covid-19, perusahaan sangat membutuhkan teknologi yang bekerja secara otomatis. Misalnya, perusahaan yang bekerja secara otomatis melalui algoritma untuk menyelesaikan tugas admnistratif, robot yang dapat mempercepat pembuatan dan drone yang dapat mengirimkan barang. Sementara, peneliti telah menemukan bahwa otomatisasi pekerjaan lebih cepat diterima di tengah perekonomian yang menurun.

 

"Perusahaan-perusahaan akan banyak menggunakan sistem pekerjaan secara digital secepat mungkin. Selain itu, juga menggunakan otomatisasi pekerjaan secepat mungkin. Dan dalam konteks ini, apakah kita akan melihat adanya pengangguran secara massal? Kita tidak tahu," jelasnya.

 

Dalam hal ini, perusahaan sangat membutuhkan pekerja yang memiliki keahlian dalam menciptakan artificial intelligent, seperti robot di tengah pandemi seperti sekarang ini.

 

Fashion-ready Face Mask

 

Baca Juga : Alumni

Pekerjaan lain yang sangat dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19 yaitu, fashion-ready face mask. Dalam hal ini, bukan berarti industri fashion tak dibutuhkan, justru sangat dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat. Tapi, saat masa pandemi seperti sekarang ini, indsutri fashion dituntut untuk lebih kreatif dalam mencipatakan karya-karyanya. Mengingatkan saat ini banyak orang bekerja dari rumah atau work from home. Hingga industri fashion juga perlu menyesuaikan gaya berpakain kerja dari rumah atau work from home yang simpel, nyaman, tapi tetap stylish.

 

Natalie Nudell anggota dari Fakultas Fashion dan Sejarah Tekstil di Institute Fashion Tekhnologi New York menyatakan, bahwa ada dua jenis pakaian yang akan banyak dibutuhkan di tengah pandemi, seperti pakaian kantor yang nyaman untuk dipakai saat bekerja dari rumah atau work from home office wear dan masker sebagai aksessoris.

 

Melihat banyak pekerja saat ini bekerja dari rumah dengan menggunakan  video conference atau konferensi video. Hingga membutuhkan koleksi pakaian di dalam lemari yang terlihat indah saat di depan kamera, seperti warna yang gelap, warna netral, tak banyak motif, dan sedikit ada hiasan tambahan, seperti bunga atau bros."Tentu jika kita ingin menunjukkan kehidupan professional kita di layar, saya fikir orang akan lebih memikirkan bagaimana penampilan di layar," ucapnya.

 

Demikian juga dengan masker, masker saat ini menjadi kebutuhan utama banyak warga demi menjaga keamanan dan keselamatan diri. Khususnya warga yang bekerja di kantor dan perusahaan besar sebisa mungkin menggunakan masker. Sebab, menggunakan masker menjadi salah satu bagian dari protokol kesehatan dari pemerintah yang harus diterapkan. Justru hal ini menjadi peluang bagi Industri tekstil untuk membuat sebuah inovasi, yaitu memproduksi masker yang super aman, nyaman, tapi tetap stylish Untuk itu, industri fashion sangat membutuhkan pekerja yang memiliki ide-ide kreatif dan inovatif agar mampu berdaya saing di pasaran..

 

Health Experts

 

Terakhir pekerjaan yang akan banyak dicari di tengah pandemi, yaitu para ahli di bidang kesehatan atau Health Expert, seperti dokter, perawat, dan  kesehatan publik. Hal ini disebabkan karena kasus Covid-19 yang hari ke hari terus meningkat. Hingga rumah sakit membutuhkan para tenaga kesehatam  cukup banyak. Tak hanya itu, beberapa sektor, seperti sektor pendidikan dan perekonomian membutuhkan para tenaga kesehatan. Misalnya, di sektor pendidikan, seperti sekolah dan pesantren membutuhkan pelayanan dan fasilitas kesehatan. Demikian juga, perusahaan dan perindustrian membutuhkan pelayanan dan fasilitas kesehatan di tengah pandemi.

 

Hal itu dilakukan guna menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah demi mencegah penyebaran Covid-19. Seperti halnya, melakukan swab, rapid test  Covid-19, cek suhu tubuh sebelum masuk sekolah atau kerja.Demikian halnya di Unites State, terdapat beberapa perusahaan yang meminta pekerja untuk menunjukkan immunity certificate atau sertifikat imunitas tubuh. Dimana sertifikat tersebut memberi tahu bahwa seseorang memiliki imun tubuh yang kuat pada Covid-19 untuk dapat kembali kerja. Hal itu juga terjadi di United Kingdom, namun dengan istilah yang berbeda yaitu immunity passport.

 

Walau demikian, Dr. Anthony Fauci Direktur institut nasional alergi dan penyakit menular dan anggota gugus tugas Coronavirus menyatakan bahwa program immunity certificate masih dalam diskusi. Walau, mungkin sebenarnya memiliki kelebihan dalam kondisi tertentu.(Nin)