(Sumber : sumeks.co Disway)

Fenomena Jam Koma: Kelelahan Ekstrem di Era Gen Z

Informasi

Eva Putriya Hasanah

   

Di tengah kesibukan dan tuntutan hidup yang semakin tinggi, istilah “Jam Koma” kini menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z. Fenomena ini merujuk pada kondisi kelelahan ekstrem yang menghambat fokus dan aktivitas, meskipun individu tersebut tidak dalam keadaan tidur. Dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan pola hidup yang tidak sehat, Jam Koma menjadi masalah yang perlu diperhatikan. 

  

Apa Itu Jam Koma?

  

Jam Koma adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang merasa sangat lelah dan tidak mampu berkonsentrasi, meskipun mereka tidak tidur. Menurut psikolog Rosdiana Setyaningrum, kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, meskipun sering kali dikaitkan dengan Gen Z yang lebih terbuka membagikan pengalaman mereka di media sosial. Kelelahan ini bukan hanya fisik, tetapi juga mental, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurang istirahat, overthinking, penggunaan media sosial yang berlebihan, dan pola tidur yang buruk.

  

Penyebab Jam Koma

  

Salah satu penyebab utama dari Jam Koma adalah pola hidup yang tidak sehat. Banyak orang, terutama di kalangan Gen Z, yang terjebak dalam rutinitas yang padat dan sering kali mengabaikan kebutuhan dasar tubuh mereka. Kurang tidur dan kurang istirahat menjadi masalah umum, di mana banyak yang mengorbankan waktu tidur demi menyelesaikan tugas atau sekadar berselancar di media sosial. 

  

Overthinking juga menjadi faktor yang signifikan. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak orang merasa tertekan untuk selalu tampil sempurna, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Kecemasan dan stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan mental, yang pada gilirannya berkontribusi pada kondisi Jam Koma.

   

Selain itu, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengganggu pola tidur dan menyebabkan gangguan mental. Scrolling tanpa henti di platform seperti TikTok atau Instagram sering kali membuat seseorang kehilangan jejak waktu, sehingga mereka tidak menyadari betapa banyak waktu yang telah dihabiskan. Hal ini dapat menyebabkan kurang tidur dan kelelahan yang berkepanjangan.


Baca Juga : Mengkaji Pesantren Radikal

  

Dehidrasi dan Kelelahan

  

Rosdiana juga menekankan bahwa dehidrasi dapat memengaruhi munculnya kondisi Jam Koma. Tubuh yang tidak cukup terhidrasi akan cepat merasa lelah dan sulit untuk fokus. Air adalah elemen penting yang mendukung fungsi tubuh, dan kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan penurunan energi dan konsentrasi. Oleh karena itu, menjaga hidrasi yang baik sangat penting untuk mencegah kelelahan.

  

Mengatasi Jam Koma

  

Meskipun Jam Koma sering dianggap sebagai bagian dari kehidupan modern, Rosdiana menekankan bahwa kondisi ini tidak seharusnya dianggap normal. Pola hidup dan makan perlu diperbaiki untuk menjaga energi dan produktivitas tetap optimal. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi Jam Koma:

1. Prioritaskan Tidur yang Cukup: Tidur yang berkualitas sangat penting untuk memulihkan energi. Usahakan untuk tidur selama 7-9 jam setiap malam dan ciptakan rutinitas tidur yang konsisten.

2. Batasi Penggunaan Media Sosial: Tentukan waktu tertentu untuk menggunakan media sosial dan hindari scrolling tanpa tujuan. Cobalah untuk mengganti waktu tersebut dengan aktivitas yang lebih produktif atau menyenangkan.

3. Jaga Hidrasi: Pastikan untuk minum cukup air sepanjang hari. Dehidrasi dapat memperburuk kelelahan, jadi penting untuk selalu membawa botol air.

4. Luangkan Waktu untuk Relaksasi: Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar berjalan-jalan di luar ruangan untuk mengurangi stres dan meningkatkan fokus.

5. Perhatikan Pola Makan: Konsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral. Makanan sehat dapat memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik.

  

Dampak Jangka Panjang

  

Jika tidak ditangani, Jam Koma dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan mental dan fisik. Kelelahan yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan tidur. Penting untuk menyadari tanda-tanda kelelahan dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya sebelum menjadi masalah yang lebih besar.

  

Kesimpulan

  

Fenomena Jam Koma adalah cerminan dari tantangan yang dihadapi oleh generasi muda di era digital ini. Dengan meningkatnya tekanan untuk selalu produktif dan terhubung, banyak yang mengabaikan kebutuhan dasar tubuh mereka. Namun, dengan kesadaran dan perubahan pola hidup yang tepat, kita dapat mengatasi kondisi ini dan menjaga kesehatan mental serta fisik kita. Mari kita ingat bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, istirahat, dan hiburan adalah kunci untuk hidup yang lebih sehat dan bahagia.