Kiat Mengatasi Multi Peran Ibu di Era Covid-19
InformasiSaat masa pandemi Covid-19, beban pekerjaan seorang ibu kian bertambah. Mulai dari mengerjakan pekerjaan rumah tangga, pekerjaan menemani anak belajar, dan pekerjaan kantor. Hingga beban demikian secara tak langsung membuat emosi seorang ibu kurang stabil. Bahkan, dapat pula membuat seorang ibu menjadi stress atau depresi. Akhirnya, hal itu kemudian menuntut seorang ibu untuk memiliki strategi khusus dalam mengatasi berbagai gejolak emosi sebab multi-peran di tengah pandemi Covid-19.
Pandai Mengatur Waktu
Multi peran tersebut tak dapat dipungkiri menjadi beban tersendiri khususnya bagi ibu. Hingga beban itu yang akhirnya membuat emosi seorang ibu menjadi kurang stabil. Tatik Mukhoyyaroh, S.Psi, M.Si Dosen Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya mengatakan bahwa seorang ibu kerap begitu emosional, terlebih bagi para ibu yang berprofesi atau karir. Dengan demikian seorang ibu hendaknya dapat mengatur waktu antara pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, dan sekaligus pekerjaan menemani anak selama pembelajaran dilakukan secara daring di rumah.
"Yang pasti bikin mumet ibu, bahkan dapat membuat ibu jadi mudah marah. Namun, dengan kondisi yang seperti ini, kita dapat menyadari dan menghargai jasa guru-guru di sekolah. Ternyata ngajar anak pelajaran sekolah itu nggak mudah. Belum lagi jika anaknya membantah apa yang diajarkan orang tuanya," jelasnya saat diwawancara oleh crew Nur Syam Centre, Kamis (09/07/20).
Mampu Mengendalikan Emosi
Pasalnya keadaan multi-peran ini yang akhirnya membuat seorang ibu menjadi tertekan hingga mengakibatkan mudah sekali marah. Maka, sangat penting bagi seorang ibu pandai dalam mengatur waktu. "Sehingga semua bisa terselesaikan. Jangan bikin standar yang terlalu tinggi. Berdamai dengan keadaan. Minta bantuan orang sekitar itu juga perlu. Minta bantuan suami, anak yang sudah besar untuk bekerja sama dalam menyelesaikan beberapa pekerjaan tertentu," jelasnya.
Selain pandai mengatur waktu, seorang ibu hendaknya juga perlu pandai mengendalikan emosi. Tatik mengatakan bahwa saat seorang ibu harus melakukan berbagai pekerjaan dalam sehari, seperti pekerjaan rumah tangga, pekerjaan menemani anak belajar secara daring, dan pekerjaan kantor. Maka, alangkah baiknya seorang ibu mampu mengendalikan emosi dengan baik. Dalam keadaan yang multi-peran, seorang ibu perlu menyikapi keadaan tersebut dengan lebih santai. Bahkan, perlu berdamai dengan keadaan.
Baca Juga : Keagungan Surah Al-Fatihah
"Berusaha membuat suasana rumah nyaman, tanpa marah, tanpa tuntutan yang tinggi ke anak. Sehingga anak bisa belajar dengan senang dan hasilnya bisa maksimal. Selain itu, tentu saja menyediakan fasilitas belajar secara daring, seperti laptop, gadget. Dan yang lebih penting menyediakan jaringan internet yang stabil," ujar Tatik.
Berdamai Dan Bersyukur
Tatik juga menyampaikan, berdamai dengan keadaan sangat penting. Misalnya, senantiasa bersyukur dengan segala apa yang terjadi saat ini. Sebab, setiap kondisi pasti ada sisi positif dan negatif. Sementara, di tengah pandemi Covid-19 saat anak harus belajar dari rumah secara daring. Maka, kedekatan seorang ibu, baik secara fisik dan psikis sangat dibutuhkan.
"Lebih dekat secara fisik dengan anak itu pasti karena semua pekerjaan sekolah dilakukan secara daring. Akan tetapi, akan sangat lebih baik untuk dekat juga dengan anak secara psikologis. Salah satunya dengan mengendalikan emosi. Tidak gampang marah dan sebagainya. Dan itu jelas butuh banyak energi. Jika capek, istirahat. Jangan terlalu menuntut anak atau kondisi rumah se perfect seperti biasanya," jelas Tatik.
Melakukan Me Time
Walau begitu, untuk tetap menjaga produktifitas dan stabilitas emosi, penting bagi seorang ibu meluangkan waktu dalam sehari untuk sekedar dapat melakukan beberapa hal yang disukai atau Me Time guna membuat situasi hati damai dan bahagia. Tatik menyampaikan bahwa menjaga kesehatan sangat penting, baik kesehatan fisik dan psikis saat di tengah pandemi seperti sekarang ini.
"Lakukanlah me time, misalnya dengan silaturrahmi via online dengan orang-orang terdekat melalui video call sebagai penyeimbang dari banyaknya aktivitas. Selain itu, juga bisa sedikit belanja online sebagai penyeimbang. Jika capek, istirahat. Tinggalkan semua aktivitas, tidur 1-2 jam akan bisa membuat mood kembali good. Sebab, sehat fisik ditambah sehat psikis. Hidup akan bahagia. Imun meningkat, jauh dari Covid-19," ucapnya.
Batasi Anak Bermain Gadget
Selain itu, tak dapat dipungkiri, tantangan seorang ibu hari ini jauh lebih berat. Saat anak zaman sekarang lebih banyak bermain gadget daripada belajar via gadget. Demikian Tatik mengatakan bahwa untuk mengatasi problem anak yang demikian, maka alangkah baiknya seorang ibu memberi batasan bagi anak untuk memegang gadget. Misalnya, anak boleh memegang gadget hanya saat mengerjakan tugas sekolah dan diberi tambahan maksimal satu jam dalam sehari untuk main gadget.
"Bikin kegiatan-kegiatan yang menyenangkan di rumah bersama anak. Misalnya, main bola, main basket, main lompat tali, sampai memasak bersama. Sehingga anak lupa dengan gadget-nya. Mungkin perlu juga disediakan bacaan-bacaan menarik untuk dibaca anak," pungkasnya. (Nin)

