(Sumber : Kelaspintar.id)

Kompetisi PTKIN Pada Era Informasi: UIN KHAS Jember (1)

Informasi

Oleh: Muh. Yusrol Fahmi

  

Yang menjadi dasar bagi sistem pendidikan adalah regulasi. UU No.20 tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional. UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Inti dari pendidikan adalah: usaha sadar dan terencana,  mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif memgembangkan [potensi dirinya, dan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulai serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan bangsa. 

  

Semangat di dalam UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, adalah: Perluasan dan jaminan akses. Pengambangan Tri Dharma secara utuh. Kesetaraan. Penguatan pendidikan vokasi. Keutuhan jenjang pendidikan. Otonomi. Sistem penjaminan mutu. Memastikan tanggung jawab negara dan menghindari liberalisasi dan komersialisasi pendidikan.

  

Era sekarang adalah era pendidikan berkualitas. Pendidikan berkualitas diukur dengan bagaimana ketercapaian peringkat atau pengakuan baik nasional maupun internasional. Pengakuan institusi melalui akreditasi baik nasional maupun internasional. Pengakuan nasional maupun internasinal dalam kaitannya dengan prestasi akademik maupun non akademik.

  

Ungkapan ini disampaikan oleh Prof. Nur Syam, M.Si pada acara Rapat Kerja UIN Kyai Haji Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember, di GreenSA Hotel Surabaya, Jum’at, 10 Maret 2023. Acara ini diikuti oleh seluruh pejabat di UIN KHAS Jember. Hadir Prof. Babun Sueharto, Rektor, beserta Wakil Rektor, Dekan dan seluruh wakil dekan, kepala Lembaga dan pusat serta para pejabat administrasi pada UIN KHAS Jember.

  


Baca Juga : Keutamaan Shalawat Pada Nabi Muhammad SAW

Disampaikan  bahwa pada era sekarang diperlukan pengakuan atas pengelolaan institusi pendidikan tinggi, misalnya telah menjadi PTN-BH. Standart untuk menjadi PTN BH adalah seberapa besar sumbangan anggaran non UKT, pengakuan nasional dan internasional, mahasiswa internasional dan akreditasi minimal 60 % unggul, dan lain-lain. PTKIN di Indonesia telah memasuki era baru dengan capaian atau prestasi, baik di level nasional maupun internasional. PTKIN di Indonesia sudah memasuki era internasionalisasi yang ditandai dengan beberapa capaian dalam peringkat dunia.  Di antara yang menjadi standart sebagai PT berperingkat internasional adalah Website yang dimiliki oleh PTKIN. Di antara yang membuat gembira adalah capaian PTKIN dalam meraih prestasi dalam Webmetrics.

  

Menurut Prof. Nur Syam, bahwa di antara 10 PTKIN terbaik dalam Webometrics adalah: 1) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, 2) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 3) UIN Sunan Ampel Surabaya, 4) Institut Agama Islam (IAIN) Palangkaraya, 5) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniri Aceh, 6) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, 7) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, 8) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, 9) Institut Agama Islam (IAIN) Kendari, 10) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

  

Dengan mengutip data, Prof. Nur Syam memberikan  contoh misalnya, FISIP terbaik di Indonesia adalah UI, UGM, UA, UIN Syahid (data universitas123, 19/08/2021). FISIP terbaik versi Times Higher Education Word University Ranking (THE-WUR) adalah UI, UA, Binus University, UB, Uiniversitas Diponegoro, UGM, Universitas Pajajaran. (Kompas.com 14/10/2021). Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang terbaik berdasarkan data THE-WUR adalah UA, ITB, Binus University, UB, Universitas Gajah Mada, Uinversitas Indonesia, Universitas Pajajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas  Maret, Telkom University.

  

Berdasarkan  Time Higher Education World Rankings (THE WUR), terdapat lima indikator untuk pemeringkatan, yaitu: Sitasi (citation), pendapatan industri (Industrial income), pandangan internasional (internasional outlook), riset (research) dan pengajaran (Learning process).  PTKIN memang masih jauh dari ukuran THE-WUR disebabkan oleh beberapa “kelemahan”.

  

Menurut Prof. Nur Syam, di antara kelemahan tersebut adalah terkait dengan kualitas akreditasi pada peringkat internasional, rendahnya kualitas penelitian yang berimplikasi ada munculnya artikel berkualitas dalam standart jurnal internasional, dan juga kerja sama dengan Lembaga atau institusi internasional dan juga kemandirian dalam penganggaran  Pendidikan. Selain  itu juga masih rendahnya pengakuan internasional pada PTKIN.

  

Oleh karena itu kiranya diperlukan kerja extraordinary dalam rangka mengejar ketertinggalan dengan Perguruan tinggi umum yang sementara itu sudah memperoleh berbagai pengakuan baik nasional maupun internasional. Ini merupakan kerja yang harus dilakukan oleh PTKIN agar bisa berdiri sejajar dengan Perguruan tinggi di Indonesia maupun di perguruan tinggi internasional.