(Sumber : Madaninews.id)

Memelihara Iman dan Lidah: Cita Rasa Makanan Halal dan Tayyib

Informasi

Eva Putriya Hasanah

  

Influencer muslim Dena Haura membahas tentang makanan tayyib di story instagram miliknya. Di tengah maraknya jenis makanan yang hadir saat ini, menurutnya semua orang tidak hanya perlu memahami konsep makanan halal tetapi juga tayyib yang ada di dalam ajaran agama Islam.

  

Beda Halal dan Tayyib

  

Makanan halal dan tayyib memiliki perbedaan yang penting dalam konteks agama Islam. Makanan halal merujuk pada makanan yang diperbolehkan dalam agama Islam menurut syariah. Makanan halal harus memenuhi persyaratan tertentu, seperti tidak mengandung bahan haram seperti daging babi, alkohol, atau bahan tambahan yang terlarang. Selain itu, daging halal harus diproses sesuai dengan prosedur penyembelihan yang diatur dalam Islam, seperti pemotongan leher dengan cara yang benar dan menyebut nama Allah.

  

Sedangkan makanan tayyib merujuk pada makanan yang tidak hanya halal, tetapi juga berkualitas dan baik untuk kesehatan. Makanan tayyib harus diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan yang baik, segar, dan bebas dari kontaminasi yang dapat merusak kesehatan. Konsep tayyib juga melibatkan etika dalam produksi dan distribusi makanan, termasuk penghormatan terhadap lingkungan, keadilan sosial, dan keberlanjutan. Memilih makanan toyyib berarti memilih makanan yang bebas dari kontaminasi, bahan kimia berbahaya, dan diproduksi dengan memperhatikan keberlanjutan dan keadilan sosial.

  

Dengan demikian, perbedaan utama antara makanan halal dan tayyib adalah bahwa makanan halal berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan-aturan agama Islam dalam hal kehalalan, sedangkan makanan tayyib melibatkan aspek kualitas dan kebersihan makanan yang lebih luas.

  

Pentingnya Makanan Halal dan Tayyib dalam Islam 

  

Dalam Islam, penting untuk mengonsumsi makanan yang tidak hanya halal, tetapi juga tayyib. Konsep makanan halal dan tayyib mengajarkan umat Muslim untuk menjaga kesehatan fisik dan spiritual mereka dengan memilih makanan yang baik dan berkualitas. Selain itu, konsep ini juga mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial dalam produksi dan konsumsi makanan.

  

Pilihan makanan yang tayyib dan halal dalam Islam memiliki dampak positif pada kesehatan fisik dan mental manusia. Memilih makanan yang sehat dan berkualitas membantu menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko penyakit.

  

Selain itu, memilih makanan dengan bijak juga mencerminkan sikap syukur kepada Allah yang telah memberikan rezeki kepada kita. Dalam Al-Quran, Allah berfirman, \"Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.\" (QS. Al-Baqarah: 172). Dengan memilih makanan yang baik dan halal, kita menunjukkan ketaatan dan penghormatan kepada Allah.

  

Dalam Islam, makanan bukan hanya sekedar kebutuhan fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual. Dengan memilih makanan yang baik dan halal, kita menjaga kesucian tubuh serta memperkuat ikatan dengan Allah. Kita diingatkan untuk tidak melebih-lebihkan atau membuang-buang makanan, karena itu merupakan perbuatan yang tercela.

  

Dalam kesimpulan, memilih makanan dengan bijak di dalam Islam memiliki signifikansi yang besar. Penting untuk memilih makanan yang halal dan toyyib, dengan memperhatikan kualitas, kebersihan, dan etika produksinya. Dengan memilih makanan yang baik dan halal, kita menjaga kesehatan, memenuhi kewajiban agama, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.