Menggagas Pengembangan UIN Khas Jember: Aset 100 Hektar
InformasiUIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember memperoleh hibah tanah 100 hektar. Tanah seluas itu bagi perguruan tinggi di Indonesia tentu sudah sangat memadai bahkan bisa dinyatakan sangat luas. Tanah seluas itu adalah hibah tanah perhutani dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup atas kerja sama antara Rektor UIN KHAS Jember dengan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.
Untuk kepentingan pengembangan lahan tersebut, maka para anggota senat UIN KHAS dipertemukan dalam suatu Focus Group Discussion (FGD) di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Senduro, Lumajang, 02/06/2023. Hadir sebagai nara sumber adalah saya, Prof, Dr. Dede Rosyada Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mantan Direktur Pendidikan Tinggi Islam dan Rektor, Thoriqul Haq, Bupati Lumajang. Hadir Rektor UIN KHAS, Prof. Babun Suharto, Ketua Senat, Prof. Abdul Halim, para wakil rector, dekan dan anggota senat.
Di dalam presentasinya, Thoriqul Haq, Bupati Lumajang menyatakan bahwa hibah tanah Perhutani ini tidak mudah untuk diperoleh dan memerlukan usaha yang sangat luar biasa. Di Lumajang memang sudah terdapat program Hutan Rakyat, yaitu program kehutanan untuk melibatkan rakyat alam mengelolanya. Ke depan saya harapkan bahwa program hutan rakyat ini akan dapat berdampingan dengan program pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Saya berharap bahwa tanah 100 hektar ini akan dapat dimanfaatkan agar pengembangan UIN KHAS ini akan lebih cepat. Melalui program sinergis ini, maka akan dapat menarik masyarakat sekitar untuk terlibat di dalam pengembangan ekonomi lokal, misalnya menyiapkan tempat indekost mahasiswa, warung mahasiswa, dan kebutuhan-kebutuhan lain. Saya berharap bahwa UIN yang di Jember akan dapat menjadi pusat pengembangan Islamic Studies dan yang di Lumajang akan dapat menjadi pusat pengembangan ilmu-ilmu umum.
Saya menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan awal ada banyak hal yang harus dikembangkan oleh UIN KHAS Jember. Ada lima variabel yang harus diperhatikan:
1) Pengembangan fakultas dan program studi baru yang relevan dengan tantangan era sekarang. Apalah namanya. Era Teknologi Informasi. Pengembangan fakultas dan prodi berbasis aset, SDM dan Aset yang terus berkembang.
2) Pengembangan SDM, dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. Pengembangan SDM dapat dilakukan dengan memperkuat kualitas dosen dalam jabatan dan kapasitasnya. Terutama memperbanyak doktor dan professor dan tenaga praksis dalam bidang ilmu terapan.
Dalam kerangka pengembangan kampus dengan luas 100 hektar, maka harus merekrut tim yang kapabel untuk pengembangan kampus.Tim ini benar-benar orang yang ahli dalam pemetaan fungsi aset dan pengembangannya. Temukan desain integratif untuk peta aset, pemanfaatan, pembiayaan dan produk yang diharapkan. Perkuat dengan regulasi yang disahkan oleh Senat dan seluruh jajaran UIN KHAS. Cari loan yang relevan dengan hal ini. Bisa Saudi Fund, IsDB, dan lainnya yang relevan. Pendanaan SBSN bisa dilakukan jika skema yang lain tidak klar.
3) pengembangan infrastruktur pendidikan: misalnya laboratorium halal, laboratorium fisika, kimia, biologi, laboratorium ekonomi, laboratorium keagamaan atau laboratorium integratif. Selain itu juga diperlukan pengembangan gedung baru berbasis IT, misalnya untuk kepentingan pembelajaran berbasis IT, untuk menyongsong era baru pendidikan berbasis IT.
4) Memperkuat rumah penerbitan atau publishing house dan tidak sekedar rumah jurnal sebagai sarana pengembangan kualitas dosen dan mahasiswa. Jurnal harus menjadi perhatian utama, penerbitan buku dan karya tulis dosen dalam bentuk artikel ilmiah populer.
5) memperkuat kerja sama dalam dan luar negeri untuk membangun BKP-MBKM dan juga pengakuan internasional. Kerja sama dengan DUDI sangat diperlukan untuk memberi peluang mahasiswa dalam mengambil pengalaman di luar program studinya. BKP-MBKM, misalnya program asistensi mengajar, magang terstuktur, KKN tematik, Pengabdian kemanusiaan, program mandiri, pertukaran mahasiswa, riset mandiri, dan kegiatan kewirausahaan serta bisa ditambah program bela negara. Selain itu juga harus didorong semua civitas akademika untuk membantu memperoleh pengakuan internasional. Apa saja, bisa webometrics, 4ICU, Unirank, lalu akreditasi nasional atau internasional.
Kampus dengan tanah lebih 100 ha itu istimewa. Di Indonesia bisa dihitung dengan jari. UI, ITB, IPB, UA, UGM, UNHAS, UIN Maliki, dan UIN KHAS. Status tanah harus jelas. Agar jika akan dimanfaatkan untuk bangunan fisik akan bisa jelas statusnya. Perlu pemetaan untuk apa saja. Berapa hektar untuk kampus, berapa hektar untuk pendukung kampus dengan program studinya. Makanya diperlukan pemetaan prodi yang relevan dengan luas kampus dan fungsi aset dan pemetaan SDM yang relevan untuk pengembangan kampus. Yang tidak kalah penting juga memperkirakan dana untuk pembangunan dan perluasan kampus. Memperkirakan dari mana dana tersebut diperoleh dan bagaimana prosedurnya. Merekrut tim yang kapabel untuk pengembangan kampus.
Tim ini benar-benar terdiri dari orang yang ahli dalam pemetaan fungsi aset dan pengembangannya. Temukan desain integratif untuk pemetaan aset, pemanfaatan, pembiayaan dan produk yang diharapkan. Perkuat dengan regulasi yang disahkan oleh Senat dan seluruh jajaran UINKHAS. Carilah Loan yang relevan dengan hal ini. Bisa Saudi Fund, IsDB, dan lainnya yang relevan. Pendanaan SBSN bisa dilakukan jika skema yang lain tidak klar.
Pimpinan UIN harus mendorong agar civitas academica terlibat di dalam pengembangan pengakuan internasional. Para dosen terlibat di dalam riset-riset kolaboratif di peringkat misalnya Asia Tenggara. Para dosen terlibat di dalam program pembelajaran di tingkat internasional, ada banyak skema yang bisa diikuti. Menulis dari hasil riset yang outstanding lalu diekstrak menjadi jurnal untuk terindeks di Scopus, WoS, Copernicus dan lain-lain. Menulis di web intern atau ekstern atau membuat blog yang bertautan dengan institusi. Para dosen harus memperkuat citasi agar dosen memiliki kapasitas yang baik, misalnya dalam ranking yang dilakukan oleh AD Scientific Rank.
Oleh karena itu marilah kita perhatikan ungkapan Jack Ma, Taipan China yang sangat terkenal sebagai berikut: “saya tidak tahu banyak tentang teknologi dan juga manajemen, saya harus menemukan orang yang memiliki keahlian dalam bidang computer dan orang yang cerdas dalam kapasitasnya, temukan orang yang cerdas dibanding kita semua, temukan orang yang cerdas dan lebih cepat dalam bekerja, pastikan orang tersebut bisa bekerja sama, visi akan dicapai melalui kerja sama, orang yang cerdas itu lebih susah bekerja sama dibandingkan orang yang bukan cerdas.
Wallahu a’lam bi al shawab.

