Rekreasi dan Relaksasi Psikis: Bumi Perkemahan Glagah Arum Lumajang
KhazanahManusia memang diciptakan oleh Allah SWT dengan kelengkapan yang hebat. Di antaranya, Allah memberikan kepada manusia akan fisikal dan batin. Manusia tidak hanya memiliki fisik dengan segala pernak-pernik kebutuhannya. Misalnya kebutuhan makan, minum dan lainnya, akan tetapi juga kebutuhan batin, berada di dalam hati, yang juga membutuhkan asupan yang harus seimbang. Kebutuhan batin tersebut misalnya rasa nyaman, aman, damai dan kebahagiaan.
Salah satu di antara sarana untuk pemenuhan kebutuhan batin atau kebutuhan psikhis adalah melalui rekreasi. Suatu kegiatan yang dilakukan dengan pergi dalam waktu tertentu untuk berada di dalam suatu wilayah yang menjadi tujuan rekreasi. Kita memang perlu untuk sekali waktu meninggalkan rutinitas di dalam bekerja. Jika kita sehari-hari mengurus urusan administrasi, atau setiap hari mengajar atau lebih luas bekerja, maka diperlukan relaksasi atas fisik dan psikhis dengan cara keluar dari rutinitas.
Di dalam kepentingan rekreasi, kita bisa melihat bagaimana orang rela antri karena kemacetan, misalnya untuk rekreasi ke Puncak di Bogor, atau Batu Malang atau ke Dufan di Ancol dan sebagainya. Kita bisa melihat kemacetan tersebut karena orang ingin memanfaatkan hari libur. Jika misalnya hari Jum’at libur, maka dipastikan tempat-tempat rekreasi menjadi ramai. Bahkan dari dan ke Bogor diperlukan buka tutup jalur karena kemacetan.
Tanggal 1 Juni dinyatakan sebagai hari libur. Hari itu kita memperingati Hari Lahir Pancasila. Hari di mana pertama kali istilah Pancasila itu dinyatakan oleh Soekarno. Oleh karena itu Presiden Jokowi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila. Kata Pancasila itu diucapkan pada tanggal tersebut. Sedangkan penetapan lima dasar di dalam kata Pancasila ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah Pembacaan Teks Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Teks Pancasila yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) itulah yang kemudian dijadikan sebagai falsafat bangsa Indonesia dan ditetapkan sebagai dasar negara.
Kemudian, hari Jum’at dinyatakan sebagai libur bersama, maka jadilah di akhir pekan ini, kita memiliki waktu libur Kamis, Jum’at, Sabtu dan Ahad. Waktu ini tentu menjadi dambaan bagi sejumlah keluarga di Indonesia, sebab dapat menikmati liburan bersama keluarga di tengah kesibukan yang terus terjadi di setiap hari. Jadilah para anggota keluarga dapat menikmati keluar rumah untuk rekreasi di berbagai tempat yang dianggap untuk refreshing.
Sewaktu saya masih di Jakarta untuk tugas negara, saya memanfaatkan waktu yang tersisa di hari Sabtu atau Ahad untuk mengajak Yuvika Farnaz Adzkiya sekedar menikmati tanaman yang menghijau atau memberi makan burung merpati dan juga jalan-jalan di Taman Suropati, atau ke Ancol untuk bermain dan menikmati sajian rekreatif atau ke mall. Rekreasi yang murah meriah tetapi dapat menjadi sarana untuk relaksasi. Rekreasi tidak selalu mahal, tetapi yang penting adalah bisa menikmati apa yang bisa dilihat dan dirasakan.
Pada tanggal 2-3 Juni 2023, saya dan keluarga bisa jalan-jalan di Arena Bumi Perkemahan Glagah Arum, Kandangtepus, Senduro, Lumajang. Tempat rekreasi yang luas karena berada di wilayah hutan. Tetapi sudah didesain cukup memadai. Sebagai wilayah perbukitan tentu jalannya naik turun. Sebagai konsekuensinya, maka jalan menuju tenda-tenda juga harus melewati undag-undagan atau tangga batu. Ada tiga tipe tempat istirahat, yaitu rumah kayu, rumah triplek tebal dan tenda kain. Jika kita ingin sensasi seperti tidur di dalam perkemahan, maka rasanya harus tidur di tenda kain. Tetapi kasurnya sangat baik. Jadi dijamin tetap nikmat. Jika ingin ada pertemuan, maka ada tenda permanen yang dapat digunakan untuk meeting. Untuk menuju tenda-tenda, kita harus melewati jembatan gantung yang cukup panjang. Kira-kira 200 meter. Jembatan ini untuk menghubungkan satu tempat yang di bawahnya terdapat ngarai yang cukup dalam. Bagi yang takut ketinggian, maka membutuhkan energi dan adrenalin yang cukup. Jika kita sudah di tengah-tengah jembatan, maka akan terasa goyangannya. Sungguh sebuah sensasi melewati jembatan ini.
Bumi Perkemahan ini digagas oleh Cak Thoriq, begitulah saya memanggil Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, yang alumni IAIN Sunan Ampel dan aktivis PMII yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Mahasiswa IAIN Sunan Ampel (sekarang UIN Sunan Ampel). Pengelolaannya diserahkan kepada Kwarda Pramuka Kabupaten Lumajang. Lumayan juga. Sebulan bisa menghasilkan uang sebanyak 100 juta-an. Jika week end, banyak juga keluarga yang memanfaatkan hari libur untuk rekreasi di sini.
Jika pagi hari dan cuaca terang, kita bisa menikmati pemandangan yang indah. Gunung Bromo dengan daerah atas gunung yang berwarna keemasan, dan di bagian tengah dan bawah berwarna biru. Kita bisa berfoto dengan latar gunung tersebut. Selain itu juga terdapat taman bermain untuk anak-anak. Andaikan ada tempat berenang, maka rasanya akan menjadi semakin komplit. Hanya memang jika malam terasa dingin. Rasanya dingin banget. Harus disiapkan jaket untuk tidur meskipun sudah ada selimut yang disiapkan oleh pengelola Bumi Perkemahan tersebut.
Saya datang ke sini dengan Indah, istri saya, Evi anak saya dan dua bocil Yuvika Farnaz Adzkiya dan Nisrina Arfa Al Abashi, serta Dwi yang mengasuhnya. Saya bisa hadir di sini karena kebaikan Prof. Babun Suharto, rektor UIN KHAS Jember yang sangat kreatif dan sukses membawa perubahan kelembagaan dari STAIN ke IAIN dan ke UIN dan akhirnya mendapatkan hibah tanah dari KLH lewat Bupati Lumajang, Cak Thoriq, seluas 100 hektar. Selamat dan sukses.
Wallahu a’lam bi al shawab.

