Menghadapi Tujuh Bulan di Titik Terendah
InformasiRoda kendaraaan ada kalanya berada di atas dan berada di bawah. Kendaraan akan terus berjalan kecuali mesin atau gasnya yang bermasalah. Demikian perjalanan kehidupan salah seorang wanita bernama Nisya saat dihadapkan dengan fase hidup di titik terendah hingga berhasil bangkit di tengah gelapnya jalan menuju cahaya terang.
Nisya sapaannya adalah seorang wanita asal Trenggalek yang bekerja di salah satu perusahaan di Surabaya. Tepat sejak pertama kali Covid-19 bersemayam di bumi pertiwi, saat itu juga Nisya untuk pertama kali diberhentikan dari perusahaan lantaran terdapat salah seorang teman yang tak menyukai atas posisi yang dimilikinya. Namun, pemberhentian pekerjaan yang menimpa Nisya juga bertepatan dengan kesalahan yang telah diperbuatnya.
"Ya, memakai uang perusahaan. Karena gaji ku yang minim dan tututan kerjaan yang melebihi kapasitas. Akhirnya memaksa ku untuk memakai uang perusahaan," lirihnya.
Waktu terus berjalan, tepat pada tanggal 16 Maret 2020 akhirnya Nisya pun kembali diangkat sebagai project manager di sebuah perusahaan baru. Hanya saja tak berlangsung lama, Nisya kembali diberhentikan dari perusahaannya.
"Selasa saya dieksekusi dan Rabu saya dipecat. Uang perusahaan senilai 11 juta saya kembalikan dalam waktu satu minggu," ungkapnya.
Baca Juga : Fenomena Dai Selebgram: Anugerah atau Petaka?
Berjualan Sembako Online
Setelah itu, Nisya pun memulai kehidupan baru dengan tantangan dan rintangan yang baru. Akhirnya selepas diberhentikan dari perusahaan, dia memulai kehidupan baru dengan berjualan sembako secara online untuk tetap bertahan hidup di Surabaya. Hal ini sebagaimana disampaikan Nisya, ia mengatakan bahwa dirinya harus melakukan pekerjaan ini demi tetap bertahan hidup.
"Saat itu saya mempersiapkan untuk bertahan hidup dengan cara jualan sembako online. Sebab Covid-19 seluruh bahan pokok naik drastis," ujarnya.
Empat bulan telah dilalui, Nisya berjualan sembako secara online untuk tetap bertahan hidup. Sayangnya, hasil dari penjualan sembako online tak begitu mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Nisya pun menyampaikan bahwa hasil penjualan sembako online digunakannya untuk kebutuhan makan sehari-hari. Namun, kebutuhan primer dan sekunder terus bertambah, modal dan hasil penjualan pun tak seberapa mencukupi setiap kebutuhannya.
"Sehari untung 25 ribu sudah sangat membantu untuk hidup. Di bulan ke lima, enam, dan tujuh, semua modal saya habis. Saya dapat modal itu dari klaim BPJS ketenagakerjaan. Jangan kan pulsa dan bensin, makan saja tidak bisa," imbuhnya.
Mendekat Pada Cinta yang Abadi
Baca Juga : Dr. KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag: Kamus Berjalan Dalam Forum Bahtsul Masail
Keadaan yang sulit nan krisis akhirnya membuat Nisya berdiam diri setiap hari di kamar dan berpikir setiap hari tentang apa yang akan dilakukannya di kemudian hari setelah bangun tidur. Aktivitas tersebut terus berlangsung demikian dalam rentan waktu yang cukup lama. Bahkan, dirinya mengabaikan lingkungan di sekitarnya.Lambat laun, pintu cahaya pun mulai terbuka untuk Nisya, saat dirinya mulai mau untuk istiqamah mendekatkan diri kepada sang maha pencipta dengan beribadah secara konsisten, seperti sholat tahajjud, sholat duha, dan sholat istikharah.
"Setelah tujuh bulan lamanya saya berada di titik terendah. Perlahan saya mendapat semua jawaban terhadap apa-apa yang saya pikirkan. Dan setelah itu, keadaan saya menjadi jauh lebih tenang dari sebelumnya," ucapnya.
Nisya pun mendapat banyak sekali perubahan dalam hidupnya, sejak ia mendekatkan diri kepada sang pencipta. Segenap ujian dan cobaan hidup yang sulit kian berubah menjadi jauh lebih mudah di luar yang dibayangkan sebelumnya. Seperti yang disampaikan Nisya, dirinya merasa bahwa segala kesulitan yang dialami perlahan mulai menemukan jalan keluarnya. Demikian dengan pekerjaan dan rezekinya perlahan berjalan dengan lancar.
"Tahajjud membuatku berserah dengan segala perasaan dan setiap do'a terkabulkan. Sholat istikharah membuat ku menerima dan ikhlas dengan apa yang terjadi. Sholat duha merupakan sesuatu yang istimewa yang tidak bisa dinalar manusia, banyak kejutan-kejutan Allah yang dipersembahkan untuk ku," tuturnya.
Awalnya Nisya yang selalu minus pemasukan, kini justru setiap bulannya mendapat pemasukan lebih dari sebelumnya. Bahkan, pertolongan pun kini berdatangan kepadanya dari arah yang tak terduga. Seperti yang disampaikan oleh Nisya, ia bercerita bahwa segala sesuatu dan setiap langkah yang diambilnya kini selalu diberi dengan cuma-cuma. Menurutnya, hal ini karena keistimewaan dari menunaikan tiga sholat tersebut secara istiqamah.
Baca Juga : Publikasi Kita Di-bully, Apa Yang Harus Diperbaiki? (Bagian 2)
"1 bulan full aku menerapkan tiga sholat itu. Puasa Senin dan Kamis, 6 rakaat dhuha (masing-masing dua rakaat), sholat taubat, dan shalat hajat. Setelah sholat dhuha aku berusah baca al-waqi'ah," imbuhnya.
Cintailah Sesuatu Sewajarnya
Kendati Nisya berada di fase titik terendah dalam hidup hingga mampu bangkit, dirinya juga didorong oleh kenyataan hidup yang menyakitkan bahwa seorang yang dicintainya pergi memilih wanita lain. Hal ini disampaikan Nisya bahwa saat itu dirinya mengalami mental down. Namun, ia lebih memilih sang pencipta untuk berada di dekatnya.
"Aku merasa hidup ku sangat berantakan. Akhirnya aku berserah diri. Aku memantaskan diri menjadi wanita yang bernar-benar bisa dihargai." pungkasnya.
Akhir cerita, ia menyampaikan seutas untaian kalimat bahwa hidup adalah tentang pengorbanan dan perjuangan sesuatu apapun atas nama sang pencipta. Begitu pula mencintai sesuatu dengan sewajarnya dan tak melebihi cintanya pada sang maha cinta.
"Sejauh kamu melangkah jika Allah tak kau sertakan dalam hidupmu maka semua pengorbanan dan perjuanganmu sia-sia. Jangan mencintai sesuatu lebih dari kamu mencintai sang pencipta," pungkasnya. (Nin)

